MENGEJAR CINTA WILONA

MENGEJAR CINTA WILONA
Ep 35_Stress


__ADS_3

Wilona di bawa ke ruang perawatan untuk mendapatkan penanganan intensif dari dokter khusus kandungan yang Ania pesan.. Ania tidak mau hal buruk terjadi pada keduanya dia akan melakukan yang terbaik untuk kesehatan Wilona dan anak dalam kandungan nya.


"Kau harus sembuh Lona..kau kuat" ucap Ania yang tengah khawatir di depan ruang rawat Wilona.


Sementara Dimas dia baru sampai di lobi rumah sakit..dia bergegas mencari kamar rawat Wilona..jujur dia khawatir dengan sahabat nya itu tapi dia juga ada urusan yang tak kalah penting nya..huhh dia benci situasi ini.


Dimas melihat kekasihnya tengah duduk di depan sebuah ruangan yang dimana Wilona tengah mendapat penanganan..Dimas bergegas menghampiri kekasihnya dan merengkuh nya erat.


"Sayang" panggil Dimas


Yang di panggil mendongak dan melihat Dimas.. seketika air matanya menetes..air mata yang dia tahan-tahan agar tak menetes akhirnya jatuh juga di depan sang kekasih.


"Dimas..hiks kau kemana saja hah.. brengsek kau" ucap Ania kesal namun juga khawatir


"Sorry sayang..maafkan aku aku ada sesuatu yang harus di urus..maaf ya bagaimana Wilona..apa kata dokter?" jelas Dimas


"Dokter masih menangani nya" jelas Ania masih terisak di dada Dimas.


Dimas hanya bisa mengusap dan mengecup pucuk kepala kekasihnya ini..dia bersalah meninggalkan kekasihnya dan Wilona beberapa hari ini karena ada urusan penting yang harus dia tangani.

__ADS_1


"Semoga dia baik-baik saja..dia kuat yakinlah dia pasti sembuh" ucap Dimas meyakinkan kekasihnya Ania.


"Aku juga berharap begitu" balas Ania setuju.


*


*


"Apa dia baik-baik saja?"


"Belum tau pasti"


"Aku tak berguna"


*


*


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Dimas saat dokter keluar dari ruangan Wilona.

__ADS_1


"Apa anda keluarga pasien?" tanya sang dokter pada Dimas.


"Ya..kami keluarganya..saya kakaknya" ujar Dimas agar di permudah.


"Begini tuan..pasien tidak dalam kondisi yang baik lebih tepatnya mental pasien..saran saya jangan membuat mentalnya tambah down karena itu dapat menggangu perkembangan janin dalam kandungan pasien..usahakan oaiden dalam keadaan yang stabil ajaklah pasien ke suatu tempat yang bisa membuat fikirannya jernih..pasien hanya stres namun tidak sampai depresi..tapi jika di biarkan terlalu lama maka akan berdampak pada kejiwaan nya juga..kalau begitu saya permisi tuan,nona" jelas sang Dokter.


"Huhh baiklah dok.. terimakasih" ucap Dimas mengerti.


Setelah kepergian dokter Dimas dan Ania masuk kedalam ruangan dimana Wilona tenaga berbaring tak sadarkan diri karena pengaruh obat yang dokter berikan tadi.


"Gadis bodoh..kenapa kau sampai seperti ini sih..huhh aku tidak tau harus bagaimana lagi menghadapi mu Lona..cepatlah sembuh pikirkan anakmu juga" ujar Dimas yang saat ini tengah berada di sisi ranjang dan mengelus rambut Wilona dengan Ania di samping nya yang terus terisak melihat keadaan Wilona.


"Bagaimana selanjutnya sayang..aku kasihan dengan Lona" ucap Ania memikirkan Wilona kedepannya.


"Kita bawa dia kembali ke Indonesia saja..dia pasti akan sembuh jika di sana..karena obatnya ada di sana" ujar Dimas.


"Obat..apa maksudmu?" tanya Ania bingung.


"Keluarga nya sayang..sudahlah persiapkan dirimu juga batang-barang yang ingin kau bawa..dua hari lagi kita berangkat" putus Dimas pada akhirnya.

__ADS_1


"Baiklah..semoga Lona bisa sembuh ketika dekat dengan keluarga nya"


"Amin"


__ADS_2