Mengoda Mantan Ipar

Mengoda Mantan Ipar
part 12


__ADS_3

Jam terus berdetak didinding, Nia menatapnya dari beberapa menit yang langsung tanpa berkedip. Keraguan masih menyelimuti hatinya, sebuah keputusan akan ia ambil antara ia dan tidak.


'Kenapa aku bisa terjebak seperti ini. Kak, apa yang harus aku lakukan? Aku gak mau mereka mengusik kakak, tapi aku juga tidak mau rahimku di sewa untuk memenuhi obsesi orang tua mas Regal yang menginginkan cucu. Tapi kalau aku menolak... Ah.. aku tak berdaya kak, tolong aku.' ucap Nia seorang diri sambil mondar-mandir.


Drrrttt


Nia menatap layar ponsel miliknya, sebuah nama tertulis jelas di layar, ingin rasanya untuk di abaikan, tapi tidak bisa, ia harus tetap mengangkatnya.


"Iya nyonya." jawab Nia setelah mengangkat panggilan tersebut.


"... ."


"Baiklah aku akan segera kesana." jawab Nia sebelum mematikan panggilan dari Sera. Nia hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan kasar.


Nia segera mengambil tasnya dan segera keluar dari apartemen untuk menghampiri mobil yang dikirim Sera untuk menjemput dirinya.


Selama perjalanan Nia hanya mere*mas tali tas yang ia pangku.


"Sudah sampai Nona." ucap sang sopir menyadarkan Nia dari lamunannya.


"Oh... sudah ya. Terimakasih pak." Nia pun segera keluar dari mobil dan masuk ke restoran. Nia mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang sudah menunggunya, hingga matanya tertuju pada seorang wanita dengan stelan warna coklat sedang duduk di salah satu meja.


"Nyonya...," Sapa Nia.


"Duduklah!" pinta Sera dan Nia pun segera duduk di kursi berhadapan dengan Sera yang terhalang meja.

__ADS_1


"Bagaimana keputusanmu?" tanya Sera langsung.


"Sebelum aku menjawabnya, bolehkah aku bertanya sesuatu untuk menyakinkan keputusanku?" ucap Nia ragu-ragu.


"Tentu saja boleh, Katakan apa yang ingin kamu tanyakan."


"Apa mas Regal atau Maya tau tentang ini semua? Jika aku menyetujuinya apakah nyonya bisa menjamin tidak akan ada yang menggangu kakakku? dan membiayai seluruh pengobatannya. Sebab selama aku hamil nantinya aku tidak mungkin bisa bekerja lagi, dan selama masa kehamilanku, apa Nyonya akan memenuhi semua keinginanku. Karena jika aku hamil tanpa seorang suami pasti akan sangat sulit melewatinya seorang diri?" tanya Nia memastikan.


"Apa hanya itu pertanyaanmu?" tanya Sera dengan santainya seolah dia sudah menyiapkan semua jawabannya. Nia mengangguk sebagai bentuk jawaban.


"Regal ataupun Maya tidak tau tentang hal ini., karena aku hanya ingin seorang cucu. Aku akan mengatur semuanya agar kamu bisa tidur dengan Regal, sampai kamu positif hamil. Dan untuk biaya pengobatan kakakmu jangan kamu kuatirkan selama kamu menurut, aku kan terus membiayainya sampai anak itu lahir dan pertanyaan mu yang terakhir. Iya akan aku penuhi semua keinginanmu, kamu hanya tinggal bilang saja apa yang kamu mau, semuanya akan sampai di depan pintu." jawab Sera dengan jelas.


"Sekarang tanda tangani ini sebagai bentuk kesepakatan dan untuk mengikatmu, jika kamu melanggarnya tidak hanya kakakmu yang akan menderita tapi juga kamu." Sera menyodorkan sebuah map yang sedari tadi ada di depannya dan meminta Nia menandatanganinya.


Dengan terpaksa Nia pun menandatanganinya walaupun ia harus menahan air mata agar tidak terlihat lemah di depan Sera.


Saat Nia mendatangani surat perjanjian itu, tiba-tiba Sera mendapatkan telepon dari Maya jika dirinya di gugat cerai Regal.


'Apa? mas Regal menggugat cerai Maya. Ya Tuhan bagaimana ini. Apa aku harus bahagia atau malah sebaliknya. Kenapa langkahku semakin kacau begini.'


"Kamu tenang saja Maya, mama akan mengurus Regal. Mama janji akan membujuk Regal. Mama akan kesana sekarang." ucap Sera di telepon dengan buru-buru.


Sera segera menarik map yang ada di depan Nia yang selesai di tandatangani.


"Ingat kamu sudah sepakat, dan jangan pernah ingkar janji. Aku akan menghubungi mu lagi untuk memberitahu apa yang harus kamu lakukan selanjutnya." ucap Sera dan bergegas pergi.

__ADS_1


...******...


Nia kembali ke apartemennya setelah selesai bertemu dengan Sera. Namun ia di kejutkan dengan keberadaan Regal yang sudah menunggu di depan apartemennya. Duduk bersandar di daun pintu apartemen Nia.


Melihat Nia yang kembali, Regal segera bangkit berdiri membiarkan Nia untuk membuka pintu.


"Mas Regal! Sejak kapan mas Regal menunggu di sini?" tanya Nia sambil membuka pintu.


"Regal langsung memeluk Nia dari belakang dan mendorong pintu agar tertutup dengan kakinya. Bau alkohol menyengat kuat di tubuh Regal.


"Nia, aku sudah menuruti kemauan mu. Sebentar lagi aku akan menikahi mu sayang." Ucap Regal.


"Mas Regal istirahatlah, mas sudah mabuk berat. Kita bicarakan ini nanti saja." Nia berusaha melepaskan tangan Regal yang memeluk tubuhnya dengan erat.


Nia membawa Regal ke sofa, dan merebahkan tubuhnya di sana.


Membiarkan tubuh yang lelah dan penuh beban itu istirahat. Nia duduk di lantai di sisi Regal dan menggegam tangannya.


Nia hanya terdiam walau terus menitikkan air mata. Tak hanya Regal, Nia pun saat ini sedang rapuh. Kehidupan terusan mempermainkan dirinya dan juga kakaknya. permasalahan datang silih berganti, padahal setiap langkahnya ia terus berhati-hati. Walaupun berusaha menjadi wanita kuat di depan semua orang Nia tetap tak bisa memungkiri jika dirinya sangat rapuh, butuh kekuatan untuk tetap bertahan.


"Jangan tinggalkan aku Nia, aku tidak bisa hidup tanpamu. Maafkan aku Nia aku sudah mengingkari janjiku untuk menjaga kakakmu. Tapi semuanya terpaksa aku lakukan, aku tidak berdaya, Keluargaku memiliki hutang Budi sangat banyak pada orang tua Maya, dan mereka menginginkan aku menikahi Maya. Andai Alisa waktu itu tidak ke guguran mungkin aku masih bersamanya. Tapi sekarang kamu ada di sini menemaniku, Aku akan berjuang untukmu. Jangan tinggalkan aku Nia, jangan pergi." Dalam tidurnya Regal terus mengigau, bahkan dia menceritakan semua bebannya. Nia hanya bisa mendengarkannya tak mampu berkata apa-apa, antara percaya dan tidak.


Setelah cukup lama mendengarkan semua ocehan Regal dalam tidur, Nia segera berlari ke kamar mandi, untuk menangis melampiaskan semua kekesalannya karena semuanya sudah di luar bayangannya.


"Haaaaaaa...." teriak Nia, tubuhnya pun merosot ke lantai, ia hanya bisa menyadarkan tubuhnya di dinding kamar mandi.

__ADS_1


"Apa yang sudah aku lakukan. Aku terjebak, aku tak punya jalan keluar, apa yang akan mas Regal tau jika aku sudah menandatangani kesepakatan dengan mamanya." Ucap Nia dengan lemah lalu memukul-mukul kepalanya yang bodoh.


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2