
Setelah menitipkan Alisa kembali, Nia merasa lebih tenang untuk pergi.
Nia pun memutuskan untuk kembali ke apartemen dan mengambil koper yang sudah di siapkan sebelumnya.
Saat Nia sudah selesai bersiap dan ingin meninggalkan apartemen, dirinya dikejutkan dengan Regal yang tiba-tiba di hadang di depan pintu, saat Nia membuka pintu. Entah sejak kapan Regal datang dan menunggunya.
"Mau kemana kamu sayang?" tanya Regal sambil mencekal tangan Nia, menahan Nia melangkahkan kaki.
"Lepasin aku mas, kenapa kamu datang kemari lagi. Aku sudah bilang kalau aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi denganmu, dan kamu juga sudah bilang tidak akan datang lagi untuk menemui aku. Dan kenapa kamu sekarang datang? mas jangan pernah lagi ikut campur urusanku lagi." Ucap Nia berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Regal.
Regal mendorong Nia mudur dan masuk kembali kedalam apartemen. Regal segera mengunci pintu tersebut dan tak mengizinkan Nia meninggalkan apartemen.
"Kamu tidak bisa pergi. Aku tidak akan mengizinkan kamu meninggalkan apartemen ini." jawab Regal dengan tegas dan menjauhkan koper Nia dari tangannya.
"Jangan halangi aku mas, biarkan aku pergi menjauh darimu." Nia pun memaksa ingin keluar. Regal langsung memeluk tubuh Nia dari belakang tak membiarkan Nia melangkah lagi.
"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi membawa milik ku," bisik Regal dan tangannya mengusap perut Nia. Membuat Nia langsung berlinang air mata.
"Kamu hampir menyakitinya mas, sikapmu hampir membuatnya terluka." ucap Nia disela tangisnya.
"Maafkan aku sayang. gak bisa peka, kalau aku tau lebih awal aku akan lebih perhatian dan tidak bersikap kasar. Aku mohon jangan bawa dia pergi. Aku ingin memilikinya bersamamu." bujuk Regal.
"Ini kesalahan mas, aku tidak menginginkannya lagi sekarang. Jadi lebih baik aku membuangnya dari pada saat dia lahir nanti ka memiliki ayah." Ucap Nia. Berharap kata-katanya bisa membuat Regal membencinya.
Regal membalikkan tubuh Nia dan menangkup wajah Nia yang terus menunduk. "Apa yang kuu bilang kesalahan. Dia hadir bukan dari kesalahan. Dia hadir karena cinta kita. Jangan pernah kamu membuangnya Karena aku ingin kehadirannya. Aku akan bertanggung jawab Nia, aku akan menikahi mu secepatnya. " Regal terus membujuk agar hati Nia segera luluh, namun Nia terus menggeleng.
Regal pun tak menyerah, dia terus membujuk Nia dengan berbagai cara agar dia mau mempertahankan bayi yang di kandungnya.
__ADS_1
Mendapat desakan terus menerus dari Regal membuat kepala Nia tiba-tiba saja sangat pusing. Tak lama Nia ambruk dan Regal langsung menangkap Tubuhnya.
****
Saat sadar Nia mendapati dirinya sudah ada di rumah sakit, ia mengedarkan pandangannya dan mendapati Regal sedang bicara dengan dokter. Entah apa yang mereka bicarakan Nia tak memfokuskan pendengarnya.
Menyadari Nia yang sudah sadar, dokter dan Regal segera menghampiri dan memeriksa keadaan Nia.
"Kamu baik-baik saja sayang?" tanya Regal sambil menggegam erat tangan Nia.
"Kenapa aku bisa ada di sini? Aku ingin pulang, aku tidak ingin di sini lagi." ucap Nia memberontak dan berusaha mencabut selang infus yang menancap di tangannya.
"Nia, jangan pergi kemana-mana, kamu hati istirahat, Jika kamu terus begini akan membahayakan anak kita." bujuk Regal seraya menahan tangannya.
"Kenapa kamu membawaku kemari?" tanya Nia berulang, " Kenapa kamu tidak membiarkan aku saja."
"Maaf aku mas, kalau aku sudah membuatmu mengkuatirkan aku. Aku janji ini tidak akan terulang lagi." Nia langsung menghambur ke dalam pelukan Regal.
"Huusssttt, jangan katakan itu, aku akan menjadi pria yang siaga untuk menjaga kamu dan juga anak kita."
Saat Regal dan Nia saling berbincang, tiba-tiba saja Sera datang menjenguk. Nia langsung berpura-pura ketakutan Melihat kedatangan Sera dan Nia pun meringkuk dalam pelukan Regal.
"Jangan takut Nia. Mama tidak akan melakukan sesuatu padamu. Mama hanya ingin menjenguk kamu." ucap Regal menenangkan. Nia menatap Regal lalu menatap Sera yang tengah berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Jangan takut aku kemari hanya ingin menjenguk kamu dan juga memastikan keadaan calon cucuku baik-baik saja."Saut Sera.
"Ma... bersikaplah sedikit ramah dengan Nia. Bagaimana mama mau jadi mertua siaga kalau sikap mama seperti itu." tegur Regal.
__ADS_1
"Regal kamu...! Hah... baiklah mama akan berusaha, demi cucu mama." dengan terpaksa Sera pun mengiyakan keinginan Regal dan mengikuti sandiwara yang sedang di jalankan Nia. Sera tau ada sesuatu di balik sikap Nia yang sekarang. Dan selama Nia bungkam Sera akan membiarkan Nia melakukan sesuatu untuk dirinya.
"Kamu dengar sayang, mama akan bersikap baik padamu, jadi kamu jangan kuatir atau takut pada mamaku lagi." tutur Regal dan Nia pun mengangguk.
"Mas, Bagaimana dengan istrimu Maya. Apa dia akan menerimaku dan mau membagi cintamu?"
"Huusssttt jangan pikirkan Maya, yang penting aku akan selalu ada di saat kamu membutuhkan diriku."
Regal pun nampak bahagia, saat Nia mau menerima dirinya lagi. Padahal sebenarnya ini semua yang terjadi sesuai dengan rencana yang telah di siapkan Nia.
'Permainan baru saja dimulai mas, mamamu menurut karena dia takut aku membongkar rahasianya. Inilah alasanku kenapa aku menyepakati perjanjian itu, karena aku ingin menjebaknya.' gumam Nia.
Nampak jelas di wajah Sera, kemarahan yang di tahannya, namun hal tersebut membuat Nia puas, Kini giliran Maya yang akan mendapatkan kejutan selanjutnya.
Sera pun menarik nafas dalam sebelum menghampiri Nia dan duduk si sampingnya.
"Maafkan aku Nia, jika selama ini aku kerap laki bersikap tidak baik padamu. Hari ini di Depan Regal aku memohon tolong jaga baik baik calon cucuku. Lahir kan dia dengan selamat. Kamu tau sendiri kan kalau aku dan Regal sangat mengharapkan keturunan keluarga Axillo dan karena dia ada di rahimmu maka keluarga Axillo akan menjaga dan melindungi kamu. " ucap Sera serasa mengusap rambut Nia Lalu segera memeluknya.
"Teruskan bersikap baik padaku Nyonya dan turuti semua kemauan, jika ingin rahasia nyonya aman bersamaku. " bisik Nia lirih di telinga Sera.
"Kamu benar -benar menjebakku Nia. Ternyata kamu gak selugu yang aku kira." saut Sera lirih. Nia hanya tersenyum jahat.
Segera saja Sera pergi meninggalkan Nia dan Regal yang masih setia menemani dengan perasaan marah kerena tidak berdaya dengan permainan Nia.
"Kamu lihat kan, Mama sebenarnya orangnya baik. Hanya saja jika orang tak mengenalnya mama terlihat garang." puji Regal.
"I-iya mas. Tapi aku belum terbiasa saja."
__ADS_1
To be continued ☺️☺️☺️