Mengoda Mantan Ipar

Mengoda Mantan Ipar
Part 24


__ADS_3

Regal yang rencananya ingin meminta Evan menguruskan keberangkatannya ke Australia, menjadi curiga dengan asistennya itu yang tiba-tiba sudah melakukan perjalanan ke Australia secara mendadak tanpa meninggalkan pesan apapun.


"Aneh, kenapa tiba-tiba Evan melakukan perjalanan ke Australia dadakan, setauku tidak ada perjalanan bisnis ataupun keluarga Evan yang ada di sana." ucap Regal seorang diri dan mulai curiga pada Evan jika ia mengetahui sesuatu tentang Nia.


Regal pun, meminta orang suruhannya untuk menelusuri Evan dan tujuan Evan di Australia. Ia pun segera berangkat ke Australia menggunakan pesawat komersial sekaligus menunggu info dari orang suruhannya yang berada di Australia.


***


Dua hari telah berlalu setelah pasca persalinan dan Nia masih harus menunggu lagi selama satu hari sebelum di izinkan pulang oleh dokter. Karena tak punya siapa-siapa, Nia pun harus mengurus Anaknya seorang diri di saat menangis atau membutuhkan ASI di tengah dirinya dalam masa pemulihan.


Disaat sedang menidurkan anaknya, Nia di kejutkan dengan suara pintu terbuka, segera saja Nia menoleh ke arah pintu dan mendapati seorang pria yang menyembunyikan wajahnya di balik buket bunga yang cukup besar.


"Kejutan." Ucap Evan seraya menunjukkan wajahnya.


"Evan." Ucap Nia yang benar-benar tak menyangka jika Evan datang jauh-jauh untuk menjenguknya. Nia pun langsung memeluknya, dan Evan pun segera membalasnya.


"Apa kabar Nia? Setelah aku mendengar kabar kamu sudah melaju, aku pun segera melakukan penerbangan ke sini, hanya untuk memastikan kamu baik-baik saja."

__ADS_1


"Dari mana kamu tau aku sudah melahirkan? dan kamu bisa lihat sendiri aku melahirkan dengan selamat, dan dia juga sangat sehat." ucap Nia sambil menunjuk anaknya yang kini terlelap dalam tidur. Evan segera melihatnya dan betapa ia mengagumi ketampanan bayi mungil yang baru berusia dua hari.


"Hay baby." ucap Evan sambil menyentuh pipi tembem Anak Nia yang ada di box bayi.


"Kamu beri nama siapa Nia?" tanya Evan seraya menoleh kearah Nia, namun Nia hanya menggelengkan kepalanya, sebab Nia belum memberikan nama untuk putranya itu.


"Aku belum memberinya nama, belum ada yang cocok nama untuknya." Jawab Nia walaupun dalam hati ia masih berharap jika yang memberi nama untuk anaknya adalah ayahnya.


"Sepertinya kamu masih mengharapkan Regal. Apa kamu tidak bisa melupakannya?" tanya Evan sedikit kecewa. Tujuannya membantu Nia agar Nia bisa melupakan Evan, namun sayangnya semuanya akan sia-sia di tambah kini kehadiran hasil buah cinta antara keduanya membuat kesempatan Evan untuk memiliki Nia sangat sulit.


Tak ada jawaban, Nia memilih untuk kembali istirahat, agar tenaganya kembali pulih, sedangkan Evan memilih untuk menjaga Nia dalam diam.


Sepanjang hari, Evan menemani Nia melewati masa pemulihan, tak perduli jika dirinya lelah setelah perjalanan jauh hanya untuk menemuinya.


"Sudah bangun?" sapa Evan sambil meletakkan makan siang Nia.


"Maafkan aku Van, aku ketiduran sampai melupakan kalau kamu berada di sini. Aku benar-benar aku merasa bersalah seperti tidak menghargai kunjungan mu."

__ADS_1


"Sudah jangan minta maaf, aku datang jauh-jauh kemari karena aku ingin menjagamu, biar kamu bisa segera pulih. Nanti siapa yang akan menjagamu kalau aku sudah pulang." Evan pun membantu Nia untuk duduk bersandar dan segera menyuapi Nia sup.


"Aku bisa makan sendiri Van." tolak Nia.


"Kali ini biar aku yang melakukannya, jangan menolak. Sekarang buka mulutmu dan terima suapan dariku." jawab Evan, Nia pun tak dapat menolak dan membiarkan Evan menyuapinya.


****


"Selamat siang tuan, Saya sudah mendapatkan informasi keberadaan Evan. saat ini dia berada di salah satu rumah sakit Royal Melbourne, mengunjungi salah satu pasien yang bersalin." Jelas informan.


"Mengunjungi pasien bersalin? Apa kamu tau siapa namanya?" tanya Regal yang dengan firasatnya.


"Dari keterangan yang saya dapat, pasien bernama Nyonya Nia, merupakan owner cafe yang saat ini kita kunjungi." Jelasnya lagi.


Membuat Regal benar-benar terkejut dengan kenyataan yang ia terima. Selama ini dia mencari kemana-mana, namun ternyata orang yang setiap hari bekerja dengannya mengetahui keberadaan Nia.


Segera Regal mengedarkan pandangannya, seraya mengepalkan tangannya penuh kemarahan terhadap Evan. Ia benar-benar tak percaya jika selama ini Evan menyembunyikan wanitanya dari dirinya.

__ADS_1


To Be Continued ☺️☺️☺️


__ADS_2