Mengoda Mantan Ipar

Mengoda Mantan Ipar
Part 19


__ADS_3

Setelah dua hari di rawat inap, Nia pun akhirnya di izinkan untuk pulang. Selama Nia di rawat Regal tak pernah meninggalkan Nia, bahkan saat Maya berulang kali meminta Regal pulang, Regal tetap memilih untuk menemani Nia.


Sikap Regal yang mengacuhkan istrinya, membuat Maya benar-benar geram dengan Nia yang selalu mengambil kesempatan untuk menggoda suaminya.


Maya yang punya kaki tangan pun, dengan mudah mencari keberadaan Nia, tanpa perlu bertanya langsung pada regal. Hingga di saat ada kesempatan, Maya menghampiri Nia saat Regal pergi keluar untuk membelikan buah yang Nia mau.


Ceklek...


Maya membuka pintu tempat Nia dirawat dengan kasar, ia pun menghampiri Nia dan ingin langsung menamparnya. Saat itu Nia tengah berdiri di sisi jendela melihat jalan kota yang terlihat dari tempatnya berdiri.


Dengan sigap Nia menangkap tangan Maya yang ingin melayangkan tamparan.


"Aaauuuhhhh... sakit Nia lepaskan tanganku." Teriak Maya. Saat Nia menarik tangan Maya ke belakang.


"Sekali lagi kamu ingin melukaiku, tak akan segan lagi aku patahkan tanganmu," ancam Nia yang kini berada di belakang Maya.


"Kau...! berani sekali mengancam ku. cepat lepaskan atau aku akan berteriak." jawab Maya sambil meringis kesakitan.


"Teriak lah sesukamu. Yang ada mereka malah yang akan mengusir mu." Nia pun melepaskan tangan Maya lalu mendorongnya menjauh.


Nia pun kembali duduk di ranjang, saat menyadari suara langkah kaki menghampiri.


Saat membuka pintu Regal terkejut melihat keberadaan Maya yang ada di ruangan Nia.


"Maya, ngapain kamu disini?" tanya Regal seraya meletakkan kantong plastik yang berisi buah di atas meja nakas.


"Aku kemari mencari mu mas. Kenapa kamu tidak pulang ke rumah aku menunggumu." jawab Maya dengan memelas.


"Aku sudah memberitahumu sebelumnya kalau aku sedang menjaga Nia, yang sedang mengandung anakku jadi aku harus menjaganya." jelas Regal.


"Apa mas, selingkuhan mu ini hamil?" Maya terkejut, lalu melirik Nia yang tersenyum jahat, dengan penuh makna.


"Iya, Nia sedang hamil dan itu anakku. Dan aku sudah memutuskan akan menikahi Nia. aku gak perduli kalau kamu tidak mau cerai dariku, aku tetap akan menikahi Nia. Lebih baik kamu pergi sekarang atau aku yang akan menarik mu keluar," usir Regal.


"Kamu benar-benar keterlaluan mas, aku akan memberitahu papa tentang semua ini." Dengan kecewa Maya pun keluar.

__ADS_1


Regal menghela nafas lalu menghampiri Nia yang terdiam menyaksikan pertengkaran mereka.


"Kamu tidak papa sayang?" tanya Regal, Nia hanya menggeleng.


"Mas, apa ancaman Maya itu sungguh-sungguh?" tanya Nia.


"Kamu tidak usah pikirkan itu, semuanya biar aku yang urus, kamu hanya perlu fokus menjaga anak kita dan yang lain tidak perlu kamu pikirkan. Aku juga sedang mempersiapkan pernikahan kita nanti."


"Iya mas. Maafkan aku mas. Gara-gara aku mas Regal mendapat masalah."


"Kan sudah aku bilang, gak usah di pikirin. Aku dan mama sudah punya solusinya. Oya sore ini sudah bisa pulang. Dan mama bilang suruh bawa kamu ke rumah biar mama bisa jaga kamu. Kan kamu tau aku tidak bisa setiap menit menjagamu, karena aku juga harus bekerja. Nanti selama aku bekerja mama yang akan menjaga kamu." Jelas Regal sambil mengupas kulit buah apel.


"Jadi Mas mau membawaku ke rumah mas Regal? dan itu artinya aku tinggal satu atap dengan Maya! Apa Maya akan setuju dengan ini?" tanya Nia sambil memakan buah apel yang diberikan Regal.


"Setuju gak setuju ya harus setuju. Karena aku kepala keluarganya."


'Inilah yang aku inginkan sejak awal, bisa masuk keluarga Axillo. Itu artinya kesempatan untuk balas dendam lebih besar. Tunggu Maya, permainan akan segera di Mulai siapa yang kalah kan keluar dari rumah itu. Kak, sebentar lagi aku bisa membalaskan rasa sakit kakak. Akan aku buat Maya merasakan hal yang sama seperti yang kakak alami.' gumam Nia senang saat jalan yang ditujunya terbuka lebar.


"Nia... Nia... kamu kenapa?" tegur Regal yang menyadari Nia melamun saat dirinya bicara.


Akhirnya Nia pun bisa pulang dari rumah sakit, dan langsung menuju ke rumah besar Keluarga Axillo. Sera sudah menunggu kedatangan Nia dan juga Regal.


"Nyonya. Sapa Nia saat menghampiri Sera yang sudah menunggunya di teras.


"Kok nyonya. Sebentar lagi kamu jadi istriku itu artinya mamaku akan jadi mamamu juga. Mulai sekarang panggil Mama bukan nyonya lagi paham." tegur Regal.


"Iya gak ma?" imbuh Regal


"I-iya Nia. Mulai sekarang kamu panggil Mama. Oya mama sudah siapkan kamar untukmu dan juga mama sudah siapkan makan malam. Regal bawa Nia ke kamar untuk membersihkan diri, nanti kita akan makan malam bersama."


Regal pun segera mengantarkan Nia ke kamar yang sudah di siapkan di lantai atas dan tepatnya bersebelahan dengan kamar Maya.


"Mulai sekarang kamu akan tinggal disini. Aku harap kamu bisa nyaman di sini. Eeemmm karena kita belum menikah, aku tidak bisa tidur bersamamu." ucap Regal.


Nia pun mengalungkan tangannya di leher Regal.

__ADS_1


"Kenapa tidak bisa? bukankah kita juga sudah pernah dan bahkan sudah mendapatkan hasilnya. Kalau mas tidak di sini juga, lebih baik aku kembali ke apartemen. Aku ikut mas karena aku ingin terus bersama mas. Kalau begini jadinya dari awal sudah aku tolak."


"Jangan begitu sayang. Kamu tau kan di dalam rumah ini masih ada istri sah ku. jadi-"


"Stop jangan di lanjutkan." Nia membalikkan tubuhnya dan merajuk.


"Jangan begitu donk sayang."


"Keluar mas, aku gak mau mendengar penjelasan apapun." usir Nia tanpa menoleh ke arah Regal.


"Baiklah. Aku keluar dulu. Kamu istirahat saja dulu, nanti biar bibi yang mengantarkan makan malam ke kamar." Regal pun meninggalkan Nia dan saat Regal sudah pergi Nia baru membalikkan badan lagi.


Nia pun menghela nafas dan memejamkan mata, menengadah kepalanya ke atas tak ingin air matanya menetes, hanya karena hal sepele.


Daripada larut dalam kemarahan, Nia pun memutuskan untuk membersihkan diri dan melancarkan aksi selanjutnya.


Nia pun keluar dari kamar dan pergi menuju ke kerja makan. Nia menghentikan langkahnya saat melihat penghuni rumah sedang makan malam tanpa dirinya.


Segera saja Nia ingin berbalik ke kamar, tak ingin mengganggu mereka makan malam.


"Tunggu Nia," tahan Regal dan segera menghampiri.


"Kamu mau kemana? ayo makan malam bersama." ajak Regal namun Nia menolaknya.


"Gak mas, aku gak mau ganggu kalian makan malam. Biar nanti aku makan setelah kalian." Nia pun segera kembali ke kamar.


Maya yang sedari tadi diam pun akhirnya menggebrak meja penuh amarah.


"Apa sih tujuan kalian membawa pelakor itu kedalam rumah ini. Apa kalian tidak memikirkan aku yang masih berstatus seorang istri, Apa kalian tidak memikirkan perasaanku." tanya Maya yang tak percaya dengan pemikiran mertua dan suaminya.


"Tutup mulutmu Maya. Bukankah kamu dulu juga seperti Nia. Masuk kedalam rumah ini tanpa ada ikatan pernikahan." Ucap Sera yang geram dengan hinaan Maya.


Seketika Maya terdiam dan kembali ke kamar tanpa melanjutkan makan malamnya.


"Maya, aku bisa jelaskan." Bujuk Regal, namun Maya sudah terlanjur marah.

__ADS_1


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2