
Keesokan harinya saat terbangun, Nia mendapati Regal sudah pergi meninggalkan dirinya, tanpa sepatah katapun yang di tinggalkannya.
Nia pun duduk dan memeluk lututnya menyembunyikan air matanya yang mengalir.
"Maafkan aku mas aku harus melakukan ini semuanya, aku tidak ingin kak Alisa terlibat masalah ini lagi, sudah cukup aku dan dia menderita karena mu. Sekarang waktunya kamu yang akan menderita mas."
Setelah puas menangis. Nia pun akhirnya memutuskan untuk merubah haluan rencananya. Yang awalnya hanya ingin menghancurkan Regal dan Maya. Kini Nia akan menghancurkan semua orang yang berusaha menyakiti dirimu dan juga kakaknya.
Nia mengusap perutnya yang masih rata, walaupun sudah ada janin di dalamnya. 'Kita berjuang bersama ya nak, kita akan membuat ayahmu dan juga mereka suatu hari nanti mengemis maaf pada kita" ucap Nia pada janinnya.
Nia pun segera turun dari ranjang, bersiap diri untuk menemui Sera, sebelum ia menemui Maya untuk menjemput kakaknya.
Nia lebih memilih mengenakan dress pemberian Evan, Nia pun merias wajah cantiknya sebelum berangkat ke salah satu restoran B.
Nia memesan beberapa menu untuk sarapan, sambil menunggu Sera datang menemuinya.
Saat sedang sarapan, Sera pun datang dan langsung duduk di depan Nia. Segera saja Nia menghentikan aktivitas sarapannya dan memperhatikan tatapan Sera.
"Berani sekali kamu maksa ku kemari. Apa yang kamu inginkan sebenarnya?" tanya Sera.
"Jangan buru-buru Nyonya, anda kan baru datang. Silahkan pesan makanannya dulu baru kita bicara." jawab Nia dengan santainya.
"Gak perlu. Jangan basa-basi katakan saja mau mu. Jika kamu butuh uang katakan saja nominalnya akan segera aku kirim segera."
Nia pun terkekeh dengan ucapan Sera. "Nyonya Sera Axillo, anda sudah tau kan hasil dari pemeriksaan saya kemarin, dan kemungkinan bibit unggul dari keluarga Axillo bisa lahir dari rahim saya, tapi sepertinya harapan Nyonya akan lenyap saat ini juga." ucap Nia yang membuat Sera tak paham.
"Maksudmu? ."
"Baiklah Nyonya akan saya jelaskan pelan-pelan agar nyonya paham. Sesuai kesepakatan, saya setuju menyewakan rahim saya untuk melahirkan anak mas Regal dengan satu syarat anda bisa melindungi kakak saya dan membayar biaya rumah perawatannya. Tapi sayangnya nyonya mengingkarinya terlebih dahulu dengan tidak menepati janji dan sekarang Kakakku sedang tidak baik-baik saja dan saat ini ada di tangan Maya. Lalu di mana janji nyonya untuk menjaga kak Alisa, bagaimana bisa kecolongan kalau memang nyonya mengirim penjagaan. Atau jangan-jangan itu hanya ucapan nyonya saja agar saya setuju, tapi nyatanya Nyonya mengabaikan kesepakatan. Ck ternyata aku bodoh sekali sudah percaya dengan ucapan anda." jelas Nia.
"Kamu jangan berani macam-macam dengan perjanjian kita Nia. Untuk urusan kakakmu aku akui anak buah ku lalai, dan aku akan bertanggung jawab mengambil Alisa dari tangan Maya. Tapi kamu harus sabar, aku akan bicara baik-baik untuk membujuk Maya." jawab Sera membuat Nia semakin geram.
__ADS_1
Braakkk...
Nia yang geram menggebrak meja hingga piring yang ada di atasnya bergetar.
"Apa Nyonya bilang sabar! Bagaimana aku bisa sabar. Aku butuh waktu lama aku mengobati kakakku akibat ulah keluarga kalian, dan dalam waktu sekejap kalian hancurkan lagi mental kakakku, seperti itu anda masih memintamu bersabar. Tidak. Tidak ada maaf lagi untuk Anda dan keluarga Anda. Selama ini aku diam kerena aku berusaha melindungi kakakku tapi sekarang aku tidak bisa tinggal diam. Anda akan menerima akibatnya telah bermain-main denganku dan mulai detik ini perjanjian kita batal, walaupun nantinya aku hamil tidak akan pernah aku serahkan anakku pada nyonya." ucap Nia dengan tegas, lalu beranjak pergi meninggalkan Sera yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Dalam langkahnya Nia menyeringai, merasa puas bisa menggertak wanita tua yang selalu menyombongkan diri dengan kekuasaan dan yang selalu merendahkan keluarga Nia.
'Dalam beberapa langkah lagi, penyesalan mu yang pertama akan datang," gumam Nia seraya melirik Sera yang masih diam terpaku, masih terkejut dengan ancaman yang Nia lakukan.
Nia pun segera pergi meninggalkan restoran B dan bersiap menemui Maya yang sudah janji akan mengembalikan Alisa padanya.
*****
Drrrttt...
Ponsel Sera bergetar dan Sera melihat itu adalah panggilan dari Dokter Obgyn yang memeriksa Nia sebelumnya.
📱
"Apa?! Di- dia hamil!" Sere terkejut saat sang dokter memberitahu hasil pemeriksaan Nia.
( Sebelumnya Nia sudah menghubungi dokter tersebut untuk memberitahu kebenaran. Kerena Nia sudah menyiapkan rencana untuk menghancurkan Sera.)
Sera yang terkejut, langsung memegang dadanya, nafasnya terasa sesak mengetahui jika Nia sedang bermain-main dengannya dan juga calon cucunya.
"Kenapa kamu tidak memberitahu kabar ini sebelumnya." imbuh Sera yang geram pada sang dokter.
"Maaf Nona Nia sendiri katanya yang akan membuat kejutan untuk nyonya." jelas sang Dokter sebelum mematikan panggilannya.
Sera Berteriak kesal, karena dirinya yang malah terjebak dan dipermainan. "Awas saja kamu Nia, kalau sampai cucuku kenapa-kenapa. Tidak akan aku ampuni kamu." Sera pun segera pergi untuk mengejar Nia uang yang sudah lebih dulu pergi.
__ADS_1
Sera segera menghubungi Regal untuk membantu membujuk Nia. Sera berfikir jika Nia akan menggugurkan kandungannya.
📱
"Kamu dimana Regal?" tanya Sera saat menghubungi Regal,
"Di rumah ma, kenapa?" jawab Regal dengan malas.
"Cepat temui Nia sekarang." perintah Sera.
" Gak ma, aku sudah tidak ada hubungan dengan Nia. Lagian ngapain Mama repot-repot mengurusi Nia." jawab Regal dengan malasnya, Regal masih sangat kesal dengan keputusan Nia dan Regal pun berjanji tidak akan menemui Nia lagi.
"Mama- Eemmm... jangan bodoh kamu Regal. Cepat temui Nia dan bujuk dia agar tidak menggugurkan kandungannya." jelas Sera membuat Regal terkejut.
"Apa... Nia hamil?!"
"Iya dan itu anakmu. Sekarang cepat temui Nia dan bujuk dia. Mama tidak mau kehilangan calon cucu lagi." perintah Sera dan langsung mematikan panggilannya padahal Regal masih ingat bertanya.
***
Regal yang masih tak percaya, hanya memandangi layar ponselnya.
"Darimana Mama tau kalau Nia hamil, Sedangkan Nia sendiri tidak mengatakan apapun. Atau jangan-jangan Nia. " Regal langsung melebarkan bola matanya saat mendapatkan jawaban sendiri.
Regal segera berganti pakaian dan bergegas mencari keberadaan Nia.
'Astaga. Kenapa aku melupakan sesuatu. Sejak awal kan aku sudah menebak Nia hamil, tapi kenapa aku bisa terkecoh. Apa yang sudah aku lakukan, aku hampir mencelakai calon anakku.' gumam Regal merasa bersalah. Ia pun segera mencari keberadaan Nia di apartemennya namun Regal tak mendapati Nia ada di dalam. Berkali-kali Regal berusaha menghubungi Nia namun tidak satu panggilan pun yang terkoneksi.
"Kamu dimana Nia. Kenapa kamu membuatku kuatir."Regal pun di buat bingung. karena tak bisa menemukan Nia, Regal kuatir jika Nia nekat melakukannya seperti yang di Katakan mamanya itu artinya dia akan kehilangan calon anaknya lagi.
To Be Continued ☺️☺️☺️
__ADS_1