
Drrrttt...
Getar ponsel Regal mengusir kenyamanan tidur Nia, hingga dengan malasnya Nia harus membuka mata.
"Mas... poselmu dari tadi bergetar, angkat gih, siapa tau penting." Ucap Nia mencoba membangunkan Regal yang ada di sampingnya, namun Regal malah menutupi telinganya dengan bantal.
'Dasar telinga gajah, ponselnya berisik begitu masih gak mau bangun.' Gerutu Nia sambil meraih ponsel Regal dengan maksud untuk mematikannya.
Namun siap sangka jika yang menghubunginya adalah Maya. Mungkin dia ingin membujuk Regal untuk pulang dan menyelesaikan masalahnya di rumah, bukan malah lari.
Terbesit sebuah ide jahat di pikiran Nia, yang bisa membuat Maya murka. Nia membuka baju bagian atasnya dan mendekatkan tubuhnya di samping Regal yang tengah tertidur pulas.
Ia pun mengambil beberapa pose yang akan membuat Maya naik pitam.
'Kau bilang aku pelakor jahat, maka akan aku tunjukkan seberapa jahatnya aku untuk menghancurkan mu.' gumam Nia, seraya mengirimkan hasil potretnya ke pada Maya. Padahal mereka hanya tidur bersebelahan, karena Regal sudah tidak berdaya karena mabuk.
Baru saja ingin memejamkan mata lagi, giliran ponsel Nia yang berdering, Membuat Nia ingin berteriak namun tidak bisa.
"Siapa sih, pagi-pagi gini menelpon. Apa tidak lihat jam sih, ini Kan masih pagi." ucap Nia lirih takut Regal terbangun.
Saat melihat ponselnya, matanya langsung terbelalak, melihat nama nyonya Sera ada di layar ponselnya.
'Ada apa nyonya Sera menghubungiku pagi-pagi begini?"
Nia segera bangun dan pergi keluar kamar untuk menjawab panggilan dari Sera.
📱
"Ada apa nyonya, pagi-pagi menghubungi saya?" tanya Nia.
"Aku cuma mau memberitahu, kalau aku sudah membuat janji untuk pemeriksaan rahimmu, nanti jam sembilan kamu datang di klinik Z untuk pemeriksaan dan jangan lupa hasilnya kirim padaku " Jelas Sera membuat Nia hanya bisa menelan kembali Saliva-nya sendiri, bagaimana tidak, jika Regal tidak meninggalkan apartemen Nia tidak mungkin bisa kemana-mana.
Waktu begitu cepat berlalu, Nia menyiapkan sarapan untuk berdua. Regal tiba-tiba saja memeluk Nia dari belakang dan mencium pundaknya.
"Pagi sayang..Pagi-pagi sudah sibuk di dapur, mau bikin sarapan apa?" sapa Regal.
"Pagi. Minggir mas jangan ganggu, aku lagi buat nasi goreng, mas tunggu saja di meja makan, bentar lagi juga sudah selesai."
"Baiklah." Regal pun mencium pipi Nia sebelum duduk di meja makan.
__ADS_1
"Selama beberapa hari kedalam, aku akan tinggal di sini, menemanimu. "Ucap Regal, membuat Nia terkejut dan menghentikan pergerakan tangannya yang sedang mengaduk nasi goreng.
"Apa mas? kau ingin tinggal di sini. Lalu bagaimana dengan istrimu, dia pasti akan mencarimu." tanya balik Nia saat menoleh ke arah Regal.
Bukan tanpa alasan Nia terkejut, jika Regal tinggal bersamanya tentu Regal akan tau semua yang dia sembunyikan termasuk menjenguk kakaknya dan juga beberapa perintah Sera yang harus ia lakukan.
"Kenapa?! apa kamu keberatan? Bukan nantinya kita juga akan tinggal bersama." Saut Regal yang nampak kecewa dengan pertanyaan Nia.
"Bukan begitu mas, aku hanya bertanya saja, aku senang kalau mas selalu ada buatku dan memang itu yang aku mau." Jawab Nia seraya meletakkan Satu piring nasi goreng di depan Regal.
"Makasih sayang. Aku kira kamu gak mau aku tinggal di sini. Baiklah nanti aku akan menghubungi Evan untuk mengantarkan beberapa baju untukku."
Mendengar nama Evan membuat Nia tersedak dan langsung meneguk air minum yang ada di dekatnya.
"Eemmm, Mas kalau mau lanjut istirahat silahkan saja, satu jam lagi aku harus pergi, karena ada janji."
"Aku ikut!"
"Tidak."
"Kenapa aku tidak boleh ikut. Kamu kekasihku, kenapa aku tidak boleh ikut?"
"Klinik?! mau ngapain kamu ke sana, apa kamu sakit, atau jangan-jangan..."
"Jangan apa mas, jangan berpikiran yang aneh-aneh deh."
"Pokoknya aku ikut, selama beberapa hari kedelapan kemanapun kamu pergi aku kan menemani, oke."
Nia pun tak bisa berbuat apa-apa selain mengiyakan kemauan Regal.
"Baiklah, tapi kalau sampai istri mas tau, mas harus bertanggung jawab belain aku "
Setelah selesai sarapan, Nia pun bersiap untuk pergi ke klinik sesuai perintah Sera.
Saat sedang bersiap Evan pun tiba-tiba datang dan membawa beberapa baju untuk Regal.
"Kalian mau kemana?" tanya Evan saat melihat Nia dan juga Regal tengah bersiap.
"Mau pergi ke klinik, Nia mau periksa." tutur Regal, menyeringai menyalakan api cemburu pada Evan.
__ADS_1
Evan melirik Nia, dan memperhatikan penampilan Nia dari ujung kepala dan berhenti di perutnya.
'Apa jangan-jangan Nia.. tidak mungkin, Nia sedang hamil. tapi tidak menutup kemungkinan, dari cara Nia menghindari ku dan juga... Aaahhh kenapa kamu membuatku kecewa Nia.' gumam Evan.
"Tolong antarkan kami, Aku akan membayar mu dua kali lipat." ucap Regal memberikan perintah.
Evan pun dengan terpaksa mengiyakan, sekalian karena Regal bosnya, Evan juga penasaran dengan hasil pemeriksaan yang akan di lakukan Nia.
Regal pun menggandeng Nia keluarga apartemen di ikuti Evan di belakangnya.
Saat berada di samping Regal, sesekali Nia melirik Evan memperhatikan ekspresi wajahnya melihat dirinya bersama Regal.
Mereka pun segera pergi menuju klinik Z sesuai yang di katakan Sera.
"Mas boleh aku pinjam ponselmu sebentar, ponselku lowbat aku kelupaan ngisi baterainya." Rayu Nia.
"Tanpa bertanya Regal pun memberikan ponselnya, Nia segera mengambil dan memakainya untuk Selfie bersama Regal di depan klinik. Setelah mendapat gambarnya, Nia segera mengirimkannya pada Maya agar Maya semakin panas melihat suaminya dengan selingkuhannya.
'Apa yang akan kamu lakukan Maya, aku siap menghadapi. Kita lihat siapa yang akan dibela mas Regal.' gumam Nia dengan sebuah rencana.
Setelah berhasil mengirim foto pada Maya,Nia segera menghapusnya kembali dan tidak membiarkan Regal mengetahuinya.
Mereka pun akhirnya masuk dan menghampiri resepsionis untuk memastikan jadwal yang sudah di atur oleh Sera.
"Mas tunggu di sini ya, biar aku sendiri yang masuk."
"Tapi aku ingin ikut."
"Tidak boleh. Aku tidak mau mas Regal melihatnya."
"Ya baiklah kalau begitu, aku tunggu di luar saja
bersama Evan.
Setelah menunggu sedikit lebih lama akhirnya tiba giliran Nia, Jantung Nia berdetak lebih cepat dari biasanya, Nia tidak takut dengan pemeriksaannya, tapi ia takut dengan hasil yang akan ia terimanya nanti.
Hanya demi melahirkan keturunan dari keluarga Axillo Nia harus benar-benar harus melewati beberapa tahapan pemeriksaan, walaupun sebenarnya Nia sudah pernah tidur dengan Regal namun hanya Nia dan Regal yang tau.
Nia segera melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan untuk menjalani pemeriksaan.
__ADS_1
To be continued ☺️☺️☺️