Mengoda Mantan Ipar

Mengoda Mantan Ipar
Part 27


__ADS_3

Pagi-pagi Regal sudah di hebohkan dengan anaknya tanpa henti, namun hal itu membuat Regal sangat senang. Bagaimana tidak seorang anak yang sudah lama dia dambakan dan juga hampir kehilangannya kini sedang mengeluarkan tangisnya dengan cukup nyaring.


Tak terasa Regal menitikkan air matanya dan mengenai Pipi Baby Ken dan membuatnya langsung terdiam.


"Berikan dia padaku, Anakmu haus." Pinta Nia dan segera saja Regal memberikannya.


"Apa keadaanmu sudah membaik? Maafkan aku, karena aku kamu harus Manahan sakit lagi. Dokter Lin sudah memarahiku dan aku sadar aku juga yang salah," ucap Regal yang kasihan melihat Nia yang kini sudah berstatus istri sah, setelah pernikahan yang dilakukan di Australia. Hal tersebut Regal lakukan untuk mengantisipasi gangguan yang tak terduga, apalagi, di ketahui Maya sudah di bebaskan dari tuntutan pidana lima tahun menjadi tiga bulan dan mendapatkan jaminan kebebasan setelah ayah maya mengupayakan kebebasan putrinya dengan berbagai cara.


"Aku gak papa mas, hanya butuh istirahat seperti yang di anjurkan dokter. Jangan kuatir sakit ini tak seberapa, lebih sakit saat berjuang melahirkan Ken seorang diri itu sangat sakit."


"Itu tidak akan terjadi kalau kamu tidak kabur dariku. Apa yang kurang dariku sampai kamu meninggalkan aku begitu saja. Kamu juga jahat sama aku. membuatku tersiksa sepanjang waktu." Saut Regal sambil mencubit hidung Nia pelan.


Nia segera menepisnya," Sakit mas," ucap Nia dan menyerahkan Ken kembali pada Regal agar di letakkan di box ranjang bayi, karena Ken sudah kembali tidur.


Setelah meletakkan Ken, Regal segera membopong Nia dan membawanya turun untuk sarapan. Regal tak ingin Nia merasakan sakit lagi, makanya tak membiarkan Nia untuk berjalan.

__ADS_1


Salah satu pelayan membantu menarik kursi agar Nia bisa duduk.


"Bi, masakannya sesuai yang aku bilang kan?" tanya Regal sambil memperhatikan menu sarapan pagi.


"Sudah tuan, semuanya sudah di siapkan di meja." Jawab pelayan.


Regal memandangi wajah Nia yang polos tanpa make up, 'Andai saat itu kamu menerima lamaran ku, pasti sudah sejak lama kita hidup bahagia. Tapi kamu malah memilih untuk menerjang badai lebih dulu. Tapi tidak papa, setelah ini aku akan membuat hidupmu di penuhi kebahagiaan, aku janji.' Gumam Regal.


****


Suara gelas yang beradu dengan lantai menggema di ruangan. Sepasang mata memperhatikan apa yang di lakukan Maya dalam kemarahannya.


"Aku tidak terima kekalahan ini. Aku tidak akan membiarkan Nia hidup bahagia bersama mas Regal," ucap Maya penuh amarah saat mendengar kabar tentang Nia yang sudah menikah dengan mantan suaminya.


"Apa yang ingin kamu lakukan? kamu sudah tidak ada ikatan apapun dengannya. Lebih baik lupakan dia, terima kekalahan mu saja. Karena aku tidak yakin kamu menang kali ini," ucap seorang pria.

__ADS_1


"Tutup mulutmu. Jangan meremehkan kekuatanku. Aku akan membuat mereka menderita, akan aku buat mereka merasakan kehilangan untuk selamanya. hah, ha...ha..." Seketika Maya pun tertawa dengan ide busuk yang ada di dalam Benaknya.


Maya menghampiri pria itu dan segera mengalungkan tangannya di leher pria yang bernama Fadli dan tangan Fadli pun menyentuh pinggang seksi Maya.


"Apa kamu mau membantuku?"tanya Maya sambil menggoda.


"Aku akan melakukan apapun untukmu sayang." Jawabnya lalu keduanya bercumbu mesra.


Di sisi lain, Evan yang belum bisa melupakan Nia, hanya bisa melampiaskannya dengan alkohol. Ia pun mengundurkan diri dari perusahaan Regal, dan memilih menyendiri setiap hari.


"Nia... Nia... Kenapa kamu tinggalkan aku. Kenapa kamu tak membalas cintaku. Aku Nia... aku adalah laki-laki yang selalu ada untukmu di saat kamu butuhkan bukan Regal, tapi kenapa kamu malah memilih dia. Aku tidak terima kamu abaikan seperti ini. Aku ingin kamu membalas semua kebaikan yang sudah aku lakukan." ungkap Evan di tengah mabuknya.


"Van, Sadar. Cintamu sudah bertepuk sebelah tangan, jangan kamu harapkan Nia lagi, dia sudah punya suami sekarang dan jangan jadi pembinor."


"Jangan ikut campur urusanku. Kau tau apa yang harus aku lakukan. Aku tau Nia juga mencintai aku. Tapi anak itu menjadi penghalang dan membuat semuanya jadi berantakan." ucap Evan semakin meracau.

__ADS_1


to Be Continued ☺️☺️☺️


__ADS_2