Mengoda Mantan Ipar

Mengoda Mantan Ipar
part 20


__ADS_3

Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Nia dan Nia pun memerintahkan orang yang ada di balik pintu itu masuk.


Cklek...


"Maaf Nona, saya diperintahkan untuk mengantarkan makan malam nona." ucap pelayan seraya meletakkan nampan yang dibawanya ke atas meja nakas.


"Makasih bi," ucap Nia


"Iya Nona, kalau nona butuh sesuatu tinggal panggil saya. Saya di tugaskan untuk melayani Nona." Ucap pelayan yang bernama Ningsih.


"Iya bi, terimakasih tapi saya tidak terbiasa dilayani. Saya bisa mengejarkan nya sendiri."


"Tapi Nona, ini adalah perintah langsung dari Nyonya Sera. Jika saya tidak melayani Nona saya bisa di pecat. Saya butuh pekerjaan ini Nona. Tolong bantu saya dengan menjadikan saya pelayan." kelas Ningsih membuat Nia iba


"Baiklah bi, saya akan memanggil bibi kalau ada yang saya sekarang bibi silahkan pergi. Saya ingin istirahat." usir Nia dengan halus. Ningsih pun segera pergi.


Melihat menu makanan yang baru di antar, Nia sama sekali tak berselera. Selama beberapa hari terakhir, Nia selalu memilih-milih makanan.


"Aku pengen makan buah, bukan sayur." ucap Nia seorang diri. Namun Nia berusaha menahan keinginannya, karena rasa malasnya untuk berjalan keluar dan memaksakan diri untuk tidur.


Belulang kali Nia membolak-balikkan tubuhnya untuk tidur tapi tetap saja matanya tidak mau di pejamkan di tambah perutnya yang lapar memaksa nya untuk turun dari ranjang dan berjalan ke dapur.


Nia membuka kulkas besar yang ada di dapur dan mendapati beberapa macam buah-buahan yang Nia inginkan. Tanpa bertanya milik siapa. Nia pun mengambilnya dan ingin membawanya ke kamar, agar tidak ada yang mengetahuinya.


"Apa yang kamu lakukan malam buta di dapur?" tanya seseorang yang terdengar asing di telinga Nia.


Nia segera menutup pintu lemari pendingin dan segera membalikkan badannya untuk menjawab, namun saat hendak berbicara dia terkejut saat melihat orang yang ada di depannya, seorang pria yang telanjang dada tengah berdiri di depan Nia dan orang itu belum pernah Nia temui. Seketika Nia ingin teriak, namun mulutnya segera di bekap pria itu dan didorong tubuhnya menabrak pintu lemari pendingin.


Eeeemmm...


Hanya suara tertahan yang bisa Nia keluarkan, saat pria itu membekapnya dengan kuat.

__ADS_1


"Jangan teriak, atau kamu akan membangunkan semua orang yang ada didalam rumah ini." tegur pria itu sebelum Nia mengangguk.


Nia segera mengatur nafas saat pria itu melepaskan dirinya.


Tanpa bertanya Nia segera berlari masuk ke kamar dan membawanya masuk ke kamar.


"Siapa dia? kenapa aku belum pernah melihatnya?" tanya Adrian pada dirinya sendiri, sebelum dia melanjutkan tujuannya ke dapur.


Di kamar, Nia segera menyantap buah-buahan yang berhasil Nia bawa masuk ke kamar, dan memakannya sampai hampir habis, bahkan Nia tak menyadari jika Regal sudah berdiri di ambang pintu, memperhatikan apa yang dilakukan Nia.


"Kenapa belum tidur?" tegur Regal membuat Nia langsung tersedak dan langsung memukul dadanya.


"Mas Regal, kenapa malam-malam begini masuk ke kamar, bukannya mas bilang gak mau tidur bersamaku. " Tanya Nia sambil menyembunyikan sisa buah yang dia bawa.


"Aku hanya ingin melihat kamu. Sudah tidur belum. Eemmm Apa yang kamu sembunyikan? tunjukkan padaku." tanya Regal curiga.


"Tidak... aku tidak membawa apa-apa." jawab Nia sambil menunjukkan salah satu tangannya.


"Buah." ucap Regal saat berhasil merampas dari tangan Nia.


"Iya itu hanya buah. Aku ingin makan buah, dan aku mengambilnya dari dapur." Jelas Nia.


"Kenapa ku sembunyikan? Jika kamu ingin makan buah, kamu boleh memakan buah apapun yang ada di kulkas. gak perlu di sembunyikan." jelas Regal.


"Aku sembunyikan karena aku takut mas marah, soalnya aku tidak ada menyuap nasi." ucap Nia seraya menunduk.


"Kenapa tidak makan? kamu nanti bisa masuk angin kerena gak makan."


"Aku sudah kenyang dan lanjut mau tidur. Oya mas di dapur tadi-"


"Di dapur kenapa?"

__ADS_1


"Ah, tidak jadi. Aku mau melanjutkan tidurku. Mas mau tidur di sini atau ke sebelah?" tanya Nia menggoda.


"Kamu tidur saja. Aku tidur disebelah." jawab Regal membuat Nia kecewa.


"Ya sudah cepat keluar. Aku mau tidur." Nia segera merebahkan tubuhnya di ranjang dan menyelimuti tubuhnya dalam selimut.


Regal hanya bisa menghela nafas dan memilih keluar, membiarkan Nia untuk istirahat.


Di dalam selimut Nia masih membayangkan wajah pria yang ia lihat dan dia pun bertanya-tanya dalam hati mengenai pria yang membuatnya penasaran.


****


"Kau baru pulang?" tanya Regal menghampiri Pria yang tengah makan mie instan di meja makan. Ia pun duduk di sambil meneguk minuman kaleng.


"Heeemmm. Aku baru pulang dan kelaparan." jawabannya sambil terus mengunyah.


"Tidak bisakah kamu berhenti dengan pekerjaanmu yang menggabungkan banyak waktu di luar, sedangkan di rumah kamu seperti kelelawar singgah dan setiap pagi sudah menghilang."


"Jangan mengomentari apa yang aku kerjakan, ini hobi ku dan juga pekerjaanku. Kau dan juga mama tidak bisa mencegahku." jawabnya santai dan melanjutkan kembali menyuap mie instan.


"Aku tidak melarang mu, tapi aku hanya ingin mengingatkan kamu, Kalau pekerjaanmu itu menyita waktumu untuk berkumpul keluarga. Apa kamu tidak ingin duduk santai di samping mama, menghabiskan waktu bersama."


"Huusssttt... jangan menceramahi diriku. Aku tau itu. Lagian satu Minggu lagi aku akan berhenti bekerja. Aku akan mencari pengalaman kerja yang lain asal gak bekerja di perusahaan. Aku gak mau melihat wajah mu setiap hari." Saut Adrian sambil mengejek.


"Baguslah kalau kamu tidak mau, Biar perusahaan sepenuhnya menjadi milikku."


"Bodo amat." jawabnya singkat lalu pergi begitu saja. Meninggalkan Regal yang masih duduk.


Hubungan Regal dan Adrian tidak lah terlalu baik. Mereka satu ibu tapi berbeda Ayah. Semua harta yang dimiliki adalah harta dari peninggalan dari ayahnya Adrian. Namun Adrian tidak mau memimpin perusahaan, akhirnya Regal pun yang menggantikannya hingga sekarang.


Adrian lebih suka kebebasan dan melakukan pekerjaan yang tidak mengekang dirinya. Adrian akan berangkat subuh dan pulang tengah malam

__ADS_1


To be continued ☺️☺️☺️☺️


__ADS_2