Mengoda Mantan Ipar

Mengoda Mantan Ipar
Part 22


__ADS_3

Keesokan harinya, Nia ingin mencari sosok Andrian untuk mengembalikan baju yang ia cuci sebelumnya kerena terkena noda yang keluar dari mulut Nia.


Tak butuh waktu lama, Nia pun segera menemukan Adrian yang hendak pergi keluar.


"Tunggu!" panggil Nia membuat Adrian menghentikan langkahnya, ia pun segera menoleh ke arah belakang dimana Nia tengah berdiri di anak tangga depan kamarnya.


Adrian berbalik dan menghampiri Nia di atas.


"Apa apa kakak ipar?" tanya Adrian menyunggingkan senyum.


"Aku- aku mau mengembalikan bajumu dan juga mau minta maaf, gara-gara aku kamu-"


"Sudahlah lupakan kejadian kemarin, aku yakin kamu gak sengaja. Lagian mama juga salah sudah melakukan pemaksaan." jawab Adrian lalu mengambil baju tersebut dari tangan Nia begitu saja.


"Oke, aku harus pergi. Jaga diri baik-baik." Adrian pun menepuk pundaknya Nia sejenak lalu segera pergi.


Nia menatap punggung Adrian sampai menghilang di balik pintu.


"Sudah menjerat mas Regal, sekarang mau menjerit adiknya. Dasar wanita murahan, gak punya harga diri." Hina Maya tiba-tiba,


"Apa maksudmu?"


"Gak usah munafik lagi kamu Nia. Tujuanmu menjerat mas Regal, hanya untuk uang kan dan sekarang kamu mendekati Adrian juga untuk uang kan."


"Jaga mulutmu Maya. Asal kamu tau, aku masuk dalam kehidupan mas Regal semata-mata ingin menghancurkan kamu. Karena kamu sudah menghancurkan kehidupan kakakku, dan sebentar lagi kamu akan mendapatkan hukuman karena sudah membuat kakakku kehilangan anaknya dan juga membuatnya depresi dan akan ku pastikan kamu tidak akan lolos, selain itu juga Tak akan aku biarkan kamu menyakiti aku dan juga anakku."


"Benarkah? tapi sayangnya terlambat, Kamu akan mengalami nasib yang sama dengan kakakmu yang gila itu." ucap Maya dan langsung mendorong tubuh Nia, hingga akhirnya Nia terjengkang dan jatuh terguling menuruni anak tangga."

__ADS_1


"Nia.... "Teriak Sera yang melihat Nia jatuh dari tangga karena ulah Maya. Sera pun bergegas menghampiri Nia yang masih setengah sadar.


"Keterlaluan kamu Maya."


Sera pun segera membawa Nia ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun yang di cemaskan Sera bukanlah Nia melainkan janin yang ada di perut Nia. Sera takut jika terjadi sesuatu pada calon cucunya itu.


Setelah Nia mendapatkan pertolongan, Sera segera menghubungi Regal memberitahu keadaan Nia saat ini.


Disisi lain, Maya juga nampak cepat, jika janin Nia bisa di selamatkan, itu artinya posisi dia terancam.


****


Sesaat kemudian, Regal tiba di rumah sakit dan segera menemui Sera yang masih menunggu di luar.


"Ma, bagaimana keadaan Nia? Apa yang terjadi dan kenapa Nia bisa jatuh?" Regal mencecar pertanyaan pada mamanya.


Sepanjang hari, Nia tak kunjung sadar, membuat Regal sangat kuatir, di tambah kondisi kandungannya yang lemah.


Nia berhasil mempertahankan Janinnya namun kondisinya sangat lemah dan butuh perhatian khusus.


*****


Saat Regal pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya, di saat itu juga Nia mulai sadar.


'Apakah sudah terlambat?' gumam Nia saat kesadarannya kembali pulih.


"Aaauuuhhhh, Kenapa sakit sekali saat dibawa bergerak." Nia merasakan sakit di kepala dan juga perut akibat benturan.

__ADS_1


"Sudah waktunya Nona. Sandiwara sudah selesai. Waktunya Nona pergi meninggalkan kota ini." ucap seseorang yang tiba-tiba masuk ruangan dengan mendorong kursi roda untuk membawa Nia pergi.


"Evan." Ucap Nia terkejut, saat melihat kedatangan Evan. Nia mengira jika dirinya terlambat lagi, namun kali ini tidak terulang lagi.


"Terimakasih Van, kamu datang tepat waktu. Aku tidak bisa pergi sendiri dalam keadaan begini." tutur Nia saat Evan memindahkan tubuh Nia ke kursi roda.


"Jangan banyak bicara. Kamu harus pergi dari sini secepatnya. Dan bawa anak Regal sejauh yang kamu bisa. Biarkan dia mendapatkan hukuman atas perbuatannya pada kakakmu. Aku juga sudah melaporkan Maya pada polisi dan bukti yang kamu berikan padaku sudah aku serahkan. Tinggal menunggu saatnya Maya di tangkap." Ucap Evan sambil mendorong kursi roda, dan membawa pergi Nia dari rumah sakit tersebut.


Tak hanya membantu Nia kabur, Evan pun sudah menyiapkan kepergian Nia ke luar negeri untuk membawa pergi anak Regal. Dengan begitu Dendam Nia akan terbalaskan, membiarkan Regal merasakan kehilangan pewaris satu-satunya yang dia miliki. Kerena selain anak yang ada di dalam kandungan Nia, Regal tidak akan bisa memiliki anak lagi.


'Sebenarnya aku ingin melihat Maya di tangkap polisi dan mengenakan baju tahanan. Namun sayang aku tidak bisa, aku harus menyelamatkan bayi dalam kandunganku ini.' batin Nia, sebelum sebuah senyum terukir di wajahnya. Kerena balas dendamnya berhasil.


****


Saat Regal kembali, setelah menyelesaikan pekerjaannya. Regal di kejutkan dengan ruangan yang di tempati Nia kosong.


"Nia, Kamu dimana Nia. kenapa kamu tidak ada." Gumam Regal seraya mencari Nia kemana-mana.


"Sus, di nama pasien di kamar ini?" tanya Regal yang mendapati suster yang hendak membersihkan kamar untuk di kosongkan."


" Maaf tuan, pasien sudah pergi dari satu jam yang lalu." jelas Suster, " Dan pasien menitipkan ini buat tuan." Suster tersebut memberikan sebuah kertas ya di lipat.


Regal pun menerima dan langsung membukanya, setelah selesai membacanya Regal langsung menghancurkan kertas tersebut menjadi lembaran kecil


"Tidak Nia, kamu tidak bisa membawa anakku pergi. Kamu tidak bisa meninggalkan aku Nia. jangan pergi jangan hancurkan cintaku begitu saja, aku mencintaimu nia. Tolong kembali." Ucap Regal seorang diri. Ia pun bergegas pergi ke Bandara berharap masih bisa menahan Nia untuk tidak pergi.


To be continued ☺️☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2