Mengoda Mantan Ipar

Mengoda Mantan Ipar
Part 21


__ADS_3

Saat pagi hari, Nia tidak mendapati Regal ada di rumah, pelayan mengatakan jika Regal sudah berangkat bekerja. Itu artinya yang ada di rumah tersebut tinggal dirinya, Maya dan juga Sera.


"Nia kemarilah! " panggil Sera yang tengah duduk di meja makan. Dan segera saja Nia menghampiri.


"Duduklah dan serapan. Aku tidak mau cucuku kelaparan di dalam perutmu." Sera menyodorkan beberapa menu sarapan.


"Aku gak mau makan sayur." Ucap Nia.


"Nia, Sayur ini sangat baik buat janinmu, kamu harus makan atau mama yang akan maksa," bentak Sera.


"Aku gak mau ma, aku gak mau makan sayur." Nia bersikeras untuk menolak, kerena memang liurnya tidak mau menerima rasa sayuran.


"Belum di coba, sudah menolak. Mama aja hamil Adrian dan juga Regal gak pernah nolak sayuran. Kamu jangan manja ya. Cepat buka mulutmu, biar aku yang nyuapin.


Terus-menerus mendapatkan penolakan dari Nia, membuat Sera geram dan memaksa Nia membuka mulut dan satu suapan pun masuk ke dalam mulut.


"Ma... apa yang mama lakukan." Tegur Adrian saat melihat perbuatan Mamanya.


"Adrian." Sera terkejut lalu melepaskan Nia.


"Kenapa mama menyiksa orang." Tegur Andrian sekali lagi. Saat itu juga Nia hendak pergi kerena mual yang tiba-tiba menerjang namun sayangnya terhalang oleh Adrian.


Tapa sengaja Nia memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya tepat di baju Adrian, seketika itu juga Adrian dan juga Sera merasa jijik.


"Aaarrgggghhhh... Apa yang kamu lakukan."


"Maafkan aku, aku tidak bisa menahannya. Lepaskan bajumu biar aku bersihkan." Nia pun berulangkali minta maaf, dia merasa sangat bersalah. Adrian pun segera melepaskan kemejanya dan menyerahkan pada Nia. Nia pun segera mengambilnya dan membawanya pergi meninggalkan Sera dan Adrian yang saling memandang.


"Siapa dia ma dan kenapa mama mempertahankan dia seperti itu? tanya Adrian yang tak mengenal Nia.


"Dia... dia calon kakak ipar mu." jelas Adrian.


"Apa... calon ipar. Regal mau menikah lagi? Kuat benar lelaki itu, sampai punya istri dua." Adrian menggeleng sambil mengacak pinggang heran.

__ADS_1


"Lalu kenapa mama bersikap kasar padanya?"


"Mama gak kasar, mama cuma menyuruh Nia makan sayur, tapi dianya menolak, Ah... udahlah cepat bersihkan badanmu, sangat bau tau." Sera pun bergegas pergi meninggalkan ruang makan, begitu juga dengan Adrian.


Sedangkan Maya hanya memperhatikan Apa yang terjadi dia anak tangga atas.


'Silahkan bersenang sebentar Nia, setelah ini aku akan buat kamu menderita seumur hidup.'


Nia yang kehabisan tenaga pun memilih kembali ke kamar untuk istirahat, dia tak sanggup jika harus berhadapan dengan sayuran lagi.


"Kenapa ini begitu menyiksaku, begitu beratnya kah menjadi wanita hamil. Ah... mungkin ini alasannya Maya tidak mau punya anak"


Nia pun hanya rebahan sepanjang hari bahkan enggan untuk keluar kamar. Saat saat Regal pulang.


Cklek....


"Apa kamu tidur sayang?" tanya Regal sebelum masuk ke kamar.


"Kamu kenapa tidak ikut makan malam di bawah, apa kamu sakit?" tanya Regal saat duduk di sisi Nia dan memeriksa keningnya.


"Mama menyiksaku tadi pagi. hiks... hiks... " Nia langsung memeluk Regal sembari terisak.


"Apa? apa yang dia lakukan padamu. Katakan padaku!"


"Mama memaksaku makan sayur, padahal aku gak mau. mama sampai memaksaku buka mulut, dan akhirnya aku muntah dan mengenai laki-laki yang datang menolongku. Mas anak kita gak mau makan sayur."


"Maafkan mama yang sayang, nanti biar aku yang bicara. Lalu sekarang kamu mau makan apa? sepertinya kamu belum ada makan sama sekali?"


"Aku mau buah, dan hanya buah yang aku mau."


"Baiklah kalau begitu, kamu tunggu disini dulu. Mas mau ambil buahnya dulu." Regal pun bergegas pergi untuk mengambil buah.


Saat Regal keluar, Maya mengambil kesempatan untuk masuk ke kamar Nia.

__ADS_1


"Maya, apa yang kamu lakukan di sini? tegur Nia saat menyadari kehadiran Maya.


"Aku kemari hanya mengingatkan kamu, Mas Regal itu milikku, sampai kapanpun tetap milikku. Mungkin saat ini kamu punya senjata untuk menahan mas Regal, tapi sepertinya itu tidak akan bertahan sampai lama dan bersiap-siaplah untuk di tendang dari rumah ini." Ancam Maya.


"Apa kamu mengancam?" tanya balik Nia, "Tapi sayangnya itu tidak akan mempan, Walaupun aku tidak hamil, aku masih bisa menjerat mas Regal, paham, asal kamu tau, yang sebentar lagi akan di tendang dari rumah ini adalah kamu. Kamu yang akan keluar dari tempat ini tanpa aku melakukan sesuatu.


"Kamu....Awas saja, aku akan membuat perhitungan denganmu." Maya pun segera keluar dari Nia sebelum Regal kembali.


Tak lama Regal pun kembali membawa beberapa macam buah untuk Nia.


"Kamu mau makan buah yang mana? biar aku kupasin. Ini ada pisang, anggur, jeruk, apel atau stroberi."


"Aku mau buah anggur saja."


"Mas sebelum kembali ke kamar Maya, temani aku dulu ya sampai aku tertidur, Aku pengen di temani."


"Iya baiklah, tapi habiskan dulu buahnya, aku mau memberikan diri dulu." Nia pun mengangguk. Saat menunggu Regal, Nia tiba-tiba teringat dengan laki-laki yang tanpa sengaja kena menutahnya itu.


"Eh, bagaimana dengannya ya. Apa marah padaku? Seharusnya aku minta maaf lagi dan ngucapin terimakasih, sudah menyelamatkan hidupku dari siksaan mama. Tapi dia siapa dan namanya siapa?" tanya Nia seorang diri.


"Kamu melamunin apa sayang?" tanya Regal yang sudah kembali dan mencium kening Nia.


"Tidak mas, aku masih penasaran tadi dengan laki-laki yang datang ke rumah. Kenapa dia manggil mama Sera dengan panggilan mama?"


"Oh, mungkin Adrian. Dia adikku, kami satu ibu tapi beda ayah," jelas Regal.


'Oh, jadi pria itu namanya Adrian. Lain kali kalau bertemu aku akan mengucapkan terimakasih padanya.'


Sepanjang malam Regal pun menemani Nia, tak lupa dia pun menanyakan keadaan anak yang ada di dalam kandungannya. Dengan penuh kasih sayang, Regal pun mendengarkan curhatan kecil wanita yang ada di sampingnya sampai dia terlelap dalam tidurnya.


Karena terlalu lelah, Regal pun memutuskan untuk langsung tidur dan tidak kembali ke kamar Maya. Karena hal itu maya pun menjadi geram, ingin kali menarik tubuh suaminya kembali. Namun dia tak berani berbuat apa-apa, takut Regal marah padanya.


To be continued ☺️☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2