
Nia pun pergi menemui Maya di sebuah gedung kosong. Saat melihat bangunan tersebut Nia kembali teringat kejadian yang hampir saja menghancurkan dirinya juga kerena ulah Maya.
'Ini adalah yang terakhir kamu mengancam ku Maya. Setelah ini aku akan pastikan kamu akan mendapatkan balasan atas perbuatan yang telah kamu lakukan padaku dan juga pada kakakku.'
Nia pun menarik nafas dalam-dalam sebelum melangkahkan kakinya masuk kedalam gedung tersebut.
Kedatangannya langsung disambut Salah seorang suruhan Maya.
"Bos sudah menunggumu, silahkan ikut denganku." Ajak seorang pria. Nia pun mengangguk dan mengikuti pria tersebut dari belakang.
Saat sampai, Langkah Nia terhenti saat melihat kakaknya yang tengah duduk di kursi dan tubuhnya terikat dengan penampilan yang berantakan.
Nia mengepalkan kedua tangannya, ingin sekali melawan, namun ia sadar tak akan bisa melakukan apa-apa.
"Cepat lepaskan kakakku." Bentak Nia.
Tap... Tap....
Langkah kaki Maya menggema dalam ruangan kosong itu. Dia berjalan mendekati Alisa yang tak berdaya, seperti sudah di beri obat penenang.
"Apa kamu menginginkan kakakmu?" tanya Maya lalu tertawa lebar.
"Lepaskan kakakku. Dia tidak bersalah, jangan sakiti dia lagi Maya. Sudah cukup penderitaan yang dia alami. Jangan jadi pengecut Maya. Kau ada masalah denganku jadi jangan libatkan masalah kita dengan kakakku. Jika kamu ingin berduel denganku ayo akan aku layani sampai kau puas. Tapi tolong lepaskan dulu kakakku." bujuk Nia agar Maya mau melepaskan Alisa.
Nia benar-benar miris melihat kondisi kakaknya yang tengah terikat. Nia merasa bersalah kerena tidak bisa menjaga dan melindungi Kakaknya.
Maya hanya menyeringai lalu menjambak rambut Alisa yang tak memiliki perlawanan.
__ADS_1
"Sebelum kamu berani menghancurkan apa kamu tidak pernah berfikir apa yang akan terjadi pada kakakmu jika aku mengetahuinya. Kakakmu sudah menghancurkan ambisi ku untuk mendapatkan mas Regal dan sekarang disaat aku sudah mendapatkannya kamu lagi yang berulah dengan menjadi pelakor dalam rumah tangga kami. Jadi jika sesuatu terjadi pada kakakmu yang patut di salahkan adalah kamu Nia. Kamulah yang memercikkan api dalam keluargaku sampai mas Regal ingin menceritakan aku."
"Bagaimana rasanya ada orang ketiga dalam rumah tanggamu? Pasti sakit kan. Begitu juga dengan perasaan kakakku saat kamu tiba-tiba muncul menjadi orang ketiga di antara kak Alisa dan mas Regal. Kalian berdua sahabat tapi kenapa kamu menjadi pagar makan tanaman, lebih menjijikkan." Hina Nia.
"Baiklah sekarang apa mau mu? Aku sudah menuruti kemauanmu dengan menjauh dari mas Regal, sekarang apa lagi yang kamu inginkan. Katakan melakukannya asal kamu melepaskan kakakku." Imbuh Nia membuat Maya merasa puas.
"Kamu harus pergi sejauh mungkin dimana mas Regal tidak akan menemukan kamu lagi. Jika kamu setuju maka aku kan membebaskan kakakmu." Tutur Maya.
"Hanya itu?! Gak perlu kamu perintah pun aku juga akan pergi meninggalkannya. Sekarang serahkan kakakku dan setelah itu aku akan membawanya pergi sangat jauh." Jawab Nia membuat Maya percaya.
Maya pun akhirnya melepaskan Alisa dan menyerahkan kembali pada Nia.
Nia memeluk erat kakaknya itu dalam dekapannya. Ketakutannya akan kehilangan kakaknya lenyaplah sudah saat ia bisa kembali memeluknya. Nia pun segera membawanya Alisa pergi meninggalkan gedung kosong itu.
****
Nia sebenarnya Ingin sekali membawa kakaknya pergi jauh, tapi kondisi kakaknya yang tidak memungkinkan Nia untuk membawanya pergi, dia takut jika tetap membawanya malah akan memperburuk keadaannya.
Nia menemui Rehan di luar rumah sakit. Mereka bertemu tak jauh dari tempat Rehan bekerja.
"Dok, aku ingin minta bantuan sekali lagi padamu. Aku ini titipkan kakakku untuk di rawat kembali. Aku tidak bisa membawanya pergi bersamaku. Tapi aku mohon kali ini jangan sampai ada yang mengetahuinya, Sebab aku akan pergi jauh dan tidak bisa berada di sisinya kapan pun." Ucap Nia saat menitipkan Alisa pada Rehan.
"Maafkan aku sebelumnya Nia , gara-gara aku keberadaan Alisa di ketahui dan juga gara-gara kecerobohan ku Alisa di culik dan kini kamu masih mempercayakan aku untuk menjaga kakakmu. Apa kamu yakin aku bisa menjaganya apa Kamu tidak takut kalau aku melakukan sesalahan lagi." tanya balik Rehan, namun Nia hanya lalu menggelengkan kepalanya.
"Saat ini hanya dokter satu-satunya orang yang masih aku percaya."
"Baiklah. Aku janji akan menjaga kakakmu semampuku. Dan ngomong - ngomong kamu mau pergi ke mana? apa Evan tau tentang kepergian mu?" tanya Rehan lagi.
__ADS_1
"Tidak. Tidak ada yang tau, aku akan pergi sangat jauh, dan lama." Jawab Nia dan Rehan tak ingin bertanya terlalu jauh.
Nia pun segera membawa Alisa kembali ke RSJ bersama Rehan namun kali ini Nia hanya berhenti sampai halaman saja. ia tak ingin ikut membawa Alisa ke kamarnya dan memilih untuk pergi. Agar ia bisa melepaskan kakaknya.
****
Sepanjang hari Regal terus mencari keberadaan Nia begitu juga dengan Evan. Tapi mereka tak kunjung menemukan Nia di manapun membuat Regal hampir menyerah untuk mencarinya.
"Kamu dimana Nia. Kenapa kamu tiba-tiba menghilang. Kamu pasti marah denganku kan, gara-gara aku kamu hampir kehilangan calon anak kita. Ayo Nia kabari aku. Aku ingin bertemu denganmu dan minta maaf aku sudah terlalu egois. Aku janji akan menikahi mu dan menceraikan Maya apapun yang terjadi." ucap Regal seorang diri seraya memandangi foto Nia di layar ponselnya.
Tak berapa lama, Evan menghubungi Regal.
"Apa kamu menemukan Nia?" tanya Regal langsung. Namun jawaban Evan membuat Regal kecewa, jikalau Evan juga tidak menemukan keberadaan Nia dimana pun.
Regal hanya bisa menghela nafas lalu melempar ponselnya kursi sebelahnya. Regal pun segera menjalankan mobilnya kembali untuk menyusuri jalan dan berharap menemukan keberadaan Nia.
Begitu juga dengan Evan yang ikut mencari keberadaan Nia, Evan bertanya kesana kemari, bertanya kepada teman-teman Nia namun tak satupun melihat Nia.
Evan pun hampir putus Asa, sebelum akhirnya Rehan memberitahu pertemuan dengan Nia yang belum lama.
Evan segera menghampiri Rehan di tempatnya berkerja.
"Rehan, katakan padaku dimana kamu bertemu Nia dan apa Nia mengatakan sesuatu mau pergi kemana? aku sudah mencari nya kemana-mana tapi tidak menemukannya dan malah dia datang menemui kamu."
"Aku bertemu dengannya tadi sebentar, katanya dia mau pergi jauh di mana kamu dan yang lain tidak akan menemukannya dia." Jawab Rehan.
"Apa dia tidak memberitahumu kemana dia pergi? tolong katakan padaku Rehan jangan tutupi sesuatu tentang Nia." Evan terus mendesak Rehan. Namun Rehan hanya menjawab apa yang diketahui saj.
__ADS_1
Evan pun sedikit kecewa dengan jawaban Rehan tapi Evan masih punya kesempatan untuk bertemu Nia. Evan pun segera pergi untuk mencari Nia menyusuri jalan yang mungkin di lewati Nia.
To be continued ☺️☺️☺️☺️