Mengoda Mantan Ipar

Mengoda Mantan Ipar
Part 14


__ADS_3

"Kamu kenapa Van? dari tadi aku perhatikan wajahmu terlihat muram, apa kamu kesal kalah set denganku. Hahaha... Sudah aku katakan kalau kamu tidak akan bisa mengalahkan aku, Nia itu milikku tidak mungkin kamu bisa mendapatkannya, apa lagi sekarang dia... Ah.. kamu pasti sudah bisa menebaknya untuk apa kami kemari. " Ejek Regal membuat Evan semakin kesal.


" Lalu kenapa kamu masih ada di sini tidak menemani selingkuhan mu itu periksa?"


"Aku... Eemm... Nia tidak mengizinkan aku ikut masuk dan aku tidak ingin membantahnya dan membuatnya marah, makanya aku mengalah, bukan berarti aku tidak perhatian. Dan kamu jangan dekatin Nia lagi paham."


" Ck, Aku juga sudah bilang padamu, sebelum janur kuning melengkung, aku masih punya kesempatan. Belum tau kan hasilnya apa." Saut Evan, tak mau kalah.


"Sepertinya kamu tidak mau kalah ya, baiklah lanjutkan usahamu dan siap-siaplah untuk kecewa."


"Regal, aku bicara sebagai sepupu, tolong tinggalkan Nia, kamu gak pikirkan apa yang akan dilakukan istrimu jika tau kamu semakin dekat dengan Nia, dan apa tidak kamu pikirkan juga jika Maya bertindak nekat menyakiti Nia." tutur Evan membuat Regal seketika terdiam.


Mungkin selama ini Regal tidak memikirkan jika Maya sudah murka. Nasehat Evan membuat Regal ingat dengan mantan istrinya yang mendapatkan ancaman dari Maya.


'Tidak, Maya tidak boleh menyakiti Nia, Apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkan Maya menyentuh nia.' gumam Regal lalu mengalihkan pembicaraan.


Di ruang pemeriksaan.


"Bagaimana dok, semua baik-baik saja kan?" tanya Nia pada dokter Obgyn yang sedang melakukan pemeriksaan rahimnya.


"Nyonya Sera memintaku untuk memeriksa kesuburan rahim Nona, tapi sepertinya itu tidak perlu lagi.


"Maksud dokter? tolong jelaskan lebih detail dok, saya tidak paham dengan maksud dokter, apa rahim saya ada masalah? apa saya tidak bisa punya anak?" tanya Nia mendesak dokter tersebut.


"Nona bisa lihat Ini." pinta Dokter pada Nia untuk melihat monitor yang memperlihatkan sebuah benda kecil yang sedang sedang tumbuh di rahimnya.


"Ini adalah embrio yang baru tumbuh, itu artinya Nona tidak perlu melakukan promil lagi karena anda sudah berhasil." jelas dokter.


Deg...


jantung Nia seakan berhenti, saat mendapatkan kejutan yang di luar dugaan. Nia benar-benar tak menyangka, Apa yang mereka lakukan malam itu akan membuatnya hamil.


Setelah selesai pemeriksaan, Nia bergegas menghampiri Obgyn terebut.

__ADS_1


"Dok, saya tau dokter kenal dengan Nyonya Sera dan mungkin nyonya Sera sudah memberitahu sesuatu pada dokter. Tapi di sini saya juga mau minta tolong pada dokter. Tolong... dengan sangat, jangan beritahu kehamilan saya pada nyonya Sera, jika dia tau sekarang dia akan memisahkan saya dengan ayah bayi ini. Biarkan saya yang bilang secara langsung dengan nyonya Sera nantinya setelah saya sudah siap." Nia terus memohon.


"Tapi bagaimana jika Nyonya Sera bertanya, tidak mungkin saya berbohong. Maaf Nona, saya tidak bisa membantu."


"Dok, jika dokter memberitakannya sekarang, itu sama saja dokter akan memisahkan anak ini dari ayahnya. itu artinya juga dokter menjadi orang jahat. Dokter hanya perlu menyembunyikan rahasia ini selama satu bulan, setelah itu dokter bisa jujur pada Nyonya Sera." Bujuk Nia dan akhirnya dokter tersebut bersedia membantu Nia untuk tidak memberitahu Sera tentang kehamilannya.


Setelah semuanya selesai, Nia pun segera meninggalkan ruang pemeriksaan dan untuk menemui Regal.


'Aku tidak ingin mas Regal tau, tentang ini. Jika dia tau maka rencana yang sudah aku susun semuanya akan gagal.' ucap Nia dalam hati sambil berjalan keluar.


*****


Setelah mereka menunggu beberapa saat, Nia pun datang menghampiri.


"Bagaimana hasilnya?" tanya mereka berdua bersamaan. Nia menaikkan alisnya sebelah.


"Kalian ini kenapa? kompak sekali tanyanya. Dan haruskah aku menjawabnya, kalian berdua kan bukan suamiku." saut Nia


"Tapi aku kan penasaran." jawab keduanya bersamaan lagi.


"Syukurlah kalau begitu, aku kira kamu tadi..Ah sudahlah, kalian mau pergi karena lagi, aku akan mengantarkan." Jawab Evan, ia merasa lega mendengar jawaban Nia jika dia tidak hamil. Namun berbeda dengan Regal yang nampak kecewa.


Sepanjang perjalanan, Nia terus memikirkan hasil pemeriksaan yang benar-benar di luar dugaan. ia hanya diam dan menyandarkan kepalanya di pundak Regal, sedangkan Evan terus memperhatikan Nia dari kaca yang ada di tengah, dan merasa ada sesuatu yang disembunyikannya.


******


"Kerjakan sesuai rencana." perintah Maya pada seseorang di seberang telepon.


Setelah mematikan ponselnya, Maya Mun mere* ?mas ponselnya dengan kuat, meluapkan semua kemarahannya.


'Kamu belum tau siapa aku Nia, sebentar lagi aku akan menghancurkan hidupmu Nia, akan benar-benar hancur.' ucap Maya dalam hati penuh emosi.


"Maya, bagaimana kamu sudah bisa menghubungi Regal?" tanya Sera.

__ADS_1


"Belum ma, sepertinya mas Regal masih marah padaku." jawab Maya sambil menggelengkan kepalanya, dan memasang wajah sedihnya.


Sera hanya menghela nafas, " Sebenarnya apa sih masalah kalian sampai Regal menginginkan perceraian. Gak mungkin Regal melakukan itu kalau gak ada sebabnya. Atau jangan-jangan dia menginginkan anak dan lagi-lagi kamu tidak mau memberikan dia anak. Maya Regal dan juga kami menginginkan seorang bayi hadir di tengah-tengah rumah ini, tapi kenapa kamu tidak mau memberikannya." tutur Sera.


"Mama, sudah aku katakan kalau aku tidak mau punya anak. Aku tidak mau gara-gara hamil dan melahirkan nanti kecantikan dan juga bentuk tubuhku berubah, aku tidak mau itu ma. Jadi jangan bertanya kapan aku memiliki bayi." Saut Maya lalu pergi begitu saja meninggalkan Sera yang masih membeku di tempat.


'Ini semua pilihanmu Maya, jadi jangan salahkan aku, jika aku menyewa rahim Nia untuk melahirkan generasi Allexo. Walaupun aku membenci Nia tapi hanya dia satu-satunya harapanku untuk mendapatkan cucu, tanpa kalian ketahui." Gumam Sera.


*****


Di RSJ, anak buah Maya mulai menjalankan aksinya untuk menculik Alisa dari RSJ untuk mengancam Nia.


Dengan mengenakan pakaian perawat, seseorang masuk dan menyuntik Alisa dengan obat tidur.


Setelah Alisa tertidur dengan pulas, mereka pun segera membawa Alisa dan di saat kejadian Rehan sedang tidak bertugas jadi mereka bisa lebih cepat menjalankan aksinya tanpa ada yang mengetahui. Sebab jika Rehan ada dia akan terus memantau.


Mereka membawa Alisa ke sebuah bangunan yang sudah di siapkan.


📱


"Bos, Saya sudah membawanya." laporan dari orang suruhan Maya.


"Bagus. Jaga dia dan jangan biarkan dia lolos. Aku masih ingin bermain-main dengannya. Tunggu perintah ku selanjutnya.


"Siap bos." jawabannya. Lalu Maya mematikan ponselnya.


Maya pun tersenyum licik dan penuh ide jahat dalam benaknya, ingin memberi pelajaran pada Nia dan menunjukkan kekuasaan dirinya.


'Nia, setelah ini keputusan apa yang akan kamu ambil, mempertahankan mas Regal atau Melepaskannya? Eemmm sepertinya akan jadi pemain seru.' gumam Maya.


Kabar menghilangnya Alisa segera di ketahui Sera. Sera mencegah Rehan untuk tidak memberitahu siapapun menggunakan ancaman, dan memintanya tetap diam dan jangan sampai terdengar ke telinga Nia yang membuat semua rencananya kacau, dan menunggu sampai orang-orang suruhan Sera menemukannya. Dengan terpaksa Rehan kembali bungkam, sebab ancaman Sera tidak main-main.


Namun bukan berarti Rehan angkat tangan, ia pun juga punya tanggung jawab untuk menjaga dan juga melindungi Alisa sebagai pasiennya.

__ADS_1


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2