Mengoda Mantan Ipar

Mengoda Mantan Ipar
part 9


__ADS_3

Karena rasa penasaran dan juga karena akhir pekan, Evan menyempatkan diri untuk pergi ke RSJ untuk mencari tau saudara Nia yang ada di sana.


Setelah sampai Evan segera memarkirkan mobilnya, dan beranjak menemui Rehan yang sedang tugas di akhir pekan.


"Apa aku mengganggumu?" ucap Evan saat masuk Ke ruangan Rehan dan langsung duduk di depan meja kerja Rehan.


"Van, ngapain kamu datang kemari?" tanya balik Rehan pada adiknya itu yang tidak memberi kabar lebih dulu.


"Sebenarnya aku kemari ingin melampiaskan rasa penasaranku, dan aku yakin kamu mau membantuku kan" Ucap Evan yang tak pernah basa basi, setiap bicara langsung pada intinya membuat Rehan menaikkan alisnya sebelah dengan perkataan Evan.


"Maksudmu?! Kamu masih waras kan Van, ini rumah sakit jiwa, yang isinya pasien dengan gangguan jiwa, jadi kalau kamu penasaran dengan Seseorang, sepertinya bukan di sini tempatnya." jawab Rehan bercanda.


" Aku masih waras bodoh." Jawab Evan, sambil melemparkan kotak tisu yang ada di dekatnya ke arah Rehan. Dengan sigap langsung di tangkap Rehan.


"Aku kemari ingin tau, saudari Nia yang di rawat di sini. Nia gak pernah cerita kalau punya saudara mengalami gangguan jiwa, Antarkan aku melihatnya Rehan sebentar saja! setelah itu aku akan pergi dan tidak akan menggangu pekerjaanmu lagi." Rayu Evan membuat Rehan tidak bisa menolak permintaan adik kesayangannya itu.


Rehan pun membawa Evan menuju bangsal tempat di mana Alisa di rawat. Evan mengedarkan pandangannya dan memperhatikan pasien Rehan yang berbagai macam kelakuannya.


"Aku harap setelah kamu bertemu dengannya, kamu tidak terkejut ataupun cerita pada siapapun mengerti." Rehan pun menunjuk salah satu wanita yang sedang meringkuk di ranjang.


"Apa aku bisa mendekatinya?" tanya Evan penasaran karena wajahnya yang tak begitu jelas.


"Kemarilah, tapi ingat jangan melakukan pergerakan yang membuatnya takut, karena dia takut dengan orang asing." Rehan menghampiri Alisa di ikuti Evan yang begitu penasaran.


"Alisa, ada yang ingin bertemu denganmu." ucap Rehan dengan ramah.


"Nia datang?! dimana Nia? Nia... kamu dimana..." panggil Alisa tak menghiraukan Evan yang ada disana. Evan yang baru melihat wajah Alisa dengan jelas, ia benar-benar di buat terkejut tak percaya jika Alisa adalah saudari Nia dan sedang mengalami gangguan jiwa.

__ADS_1


"Rehan, bukankah wanita ini mantan istri Regal? bukankah informasi yang beredar dia pergi keluar negeri setelah perceraian itu. Dan kamu? kenapa gak pernah cerita denganku ataupun memberitahu Regal tentang kondisi mantannya istrinya ini." Evan menatap Rehan dengan banyak pertanyaan.


"Untuk apa aku memberitahu semua orang termasuk Kamu dan Regal, selain itu pihak keluarganya juga meminta untuk menyembunyikan identitasnya, jadi ya aku diam saja." saut Rehan.


'Jadi selama ini Nia sengaja menyembunyikan kakaknya, lalu apa tujuan Nia mendekati Regal lagi?' gumam Evan yang masih penasaran dengan alasan Nia.


"Lalu bagaimana keadaannya, apa dia masih bisa sembuh?" tanya Evan mengikuti Alisa yang terus berjalan mencari Nia begitu juga Rehan.


"Masih butuh banyak waktu, Kondisi Alisa saat di bawa kemari dalam keadaan depresi berat, bahkan sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Ngomong-ngomong Kamu ada hubungan apa dengan adiknya Alisa, sampai sebegitu nya kamu penasaran dengan kakaknya." tanya Rehan yang mulai curiga.


"Aku menyukainya, tapi sayang cintaku bertepuk sebelah tangan, dia mencintai pria lain." jawab Evan yang terlihat kecewa.


"Yang sabar Van, masih banyak wanita lain yang bisa kamu dapatkan." ucap Rehan sambil menepuk pundak adiknya itu.


Tiba-tiba Alisa mendekati Evan, "Dimana Nia? Apa Nia main petak umpet, beritahu aku dimana dia. Nia janji mau bacakan buku buat Mumun."


"Mumun?!"


"Nia sedang dirawat di rumah sakit, dia sedang kena musibah dan sampai sekarang belum sadar." jelas Evan.


"Oh... Malang sekali nasib Alisa, aku nggak nyangka kalau Regal sejahat itu. Padahal awal-awal pernikahannya baik-baik saja dan aku terkejut saat Nia datang membawa Alisa untuk dirawat disini dengan kondisi yang sangat memperhatikan." ucap Rehan.


Saat sedang ngobrol, salah satu perawat menemui Rehan memberitahu jika ada seseorang ingin bertemu dengannya.


"Tumben, hari ini banyak mencari ku. Kamu dengar Van aku masih ada pekerjaan, jika sudah tidak ada yang perlu di tanyakan lebih baik kamu pulang, kamu tidak bisa berlama-lama di sini."


"Baiklah aku akan pergi. Terimakasih sudah membantu menghilangkan rasa penasaranku." Evan pun segera pamit pulang sedangkan Rehan kembali keruang kerjanya.

__ADS_1


Rehan terkejut dengan tamu yang ingin bertemu dengannya.


"Maya, kamu?!" Ucap Rehan di ambang pintu. Maya yang awalnya duduk menunggu, segera bangkit berdiri menghampiri Rehan sambil tersenyum menyeringai.


"Iya ini aku, dan kamu pasti tau kedatanganku kemari untuk apa? lebih baik kamu beritahu sekarang atau aku sendiri yang akan mencari tau sendiri," desak Maya.


"Sudah aku katakan, tidak ada pasien yang bernama Alisa. Apakah aku harus mengatakannya seribu kali untuk memastikan. Sebenarnya apa tujuanmu mencari mantan istri Regal, bukankah kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau?"


"Kamu tidak perlu tau alasanku mencarinya, aku hanya ingin memastikannya saja."


"Dia tidak ada di sini." jawab singkat Rehan dan berjalan menuju meja kerjanya.


"Baiklah karena kamu tidak mau memberitahu, biar aku cari sendiri."Maya pun berlalu begitu saja meninggalkan Rehan.


Setelan membiarkan Maya pergi, ia mengira Maya benar-benar pergi tapi nyatanya tidak, Maya mencari di setiap bangsal yang ada di RSJ untuk menemukan keberadaan Alisa.


Saat Rehan menyadari, semuanya sudah terlambat, Maya sudah mengetahui keberadaan Alisa yang selama ini di sembunyikan.


"Kamu lihat Rehan, aku bisa menemukannya sendiri kan." Ucap Maya berbangga diri.


"Apa yang kamu lakukan Maya, jangan lukai Alisa, dia sedang tidak baik-baik saja Maya." Bujuk Rehan, yang merasa bersalah pada Alisa kerena begitu ceroboh.


"Aku tidak akan melukainya, Tapi aku butuh bantuannya. Baiklah karena sekarang aku sudah menemukannya. Aku tidak perlu repot-repot lagi mencari tau." Maya pun memotret untuk mendapatkan beberapa foto Alisa yang tengah ketakutan.


'Aku mendapatkan kartu AS mu Nia. Kita lihat nanti kamu masih berani mendekati Mas Regal atau tidak.' gumam Maya dengan senyum liciknya.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Maya pun pergi melewati Rehan yang masih terpaku tak percaya jika Maya bisa berbuat nekat.

__ADS_1


Namun Rehan tak berlama-lama terpaku, ia segera menenangkan Alisa yang ketakutan.


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2