
"Kamu kenapa Nia? apa ada masalah dengan pemeriksaannya? katakan padaku sayang."
"Gak papa mas, aku hanya lelah saja. Kita pergi ke mall saja yuk, aku pengen beli baju." Ajak Nia, agar bisa melupakan sejak masalah yang dihadapinya.
"Baju?! Eeemmm baiklah, kita akan belanja hari ini kamu boleh pilih sesukamu."
"Makasih ya mas, inilah yang aku suka dari dulu, mas selalu memberikan semua kebutuhanku, bikin aku semakin cinta." ucap Nia sambil mencium pipi Regal, tak perduli jika Evan terus memperhatikan.
Mereka pun segera menuju ke salah satu mall yang ingin Nia datangi, dengan tak sabar Nia segera membawa Regal dan Evan masuk untuk berbelanja.
Selama di mall Nia singgah di beberapa store yang ada di mall dan memilih beberapa dress yang dia inginkan.
"Mas ini bagus gak?" tanya Nia pada Regal sambil menunjukkan dress warna toska.
"Bagus, kalau kamu suka ambil saja. Aku perhatikan dari tadi yang kamu pilih dress semua, apa kamu ganti fashion? bukankah biasanya kamu lebih suka pakai celana?" tanya Regal sedikit curiga.
"Aahhhh, i-iya mas, aku pengen ganti fashion, nanti kalau jadi istrinya mas Regal kan gak mungkin aku tetap berpenampilan begini." jawab Nia gugup.
"Baguslah kalau kamu paham dan mau belajar."
Di sisi lain, Evan pun memilih ikut melihat-lihat pakaian wanita yang ada, dan dia melihat satu dress yang di lihatnya sangat cocok dengan Nia. Diam-diam Evan pun membelikan satu untuk Nia tanpa sepengetahuan Regal.
Setelah selesai belanja, Nia pun membayar ke kasir menggunakan kartu debit milik Regal.
"Ini mbak barangnya. " ucap pelayan toko setelah selesai melakukan pembayaran.
"Eh mbak tunggu dulu, ini ada yang ketinggalan." Pelayan itu menyerahkan satu lagi paper bag pada Nia.
"Apa ini mbak?" tanya Nia yang merasa belanjanya sudah di bawahnya semua.
"Tadi tuan yang ada di sana itu membeli dress ini dan bilang ini untuk mbaknya." jelas pelayan sambil menunjuk ke arah Evan.
"Oh, terimakasih mbak." Nia pun mengambilnya dan bergegas pergi.
Nia hanya tersenyum dan menganggukkan kepala pada Evan sebagai ucapan terimakasih atas pemberiannya. Evan tersenyum balik di belakang Regal.
__ADS_1
Setelah selesai berbelanja dan jalan-jalan mereka pun kembali. Regal mengantarkan Nia ke apartemen lebih dulu, sebelum dia dan Evan pergi lagi.
Nia segera menuju ke apartemen miliknya, saat dia hendak membuka pintu, Nia menyadari sedang menginjak sesuatu. Segera saja Nia memundurkan kakinya dan mengambil amplop yang tergeletak di lantai.
"Apa ini?" Tanya Nia pada dirinya sendiri. Karena penasaran Nia pun membawa masuk dan membukanya di dalam. Segera saja Nia membuka amplop tersebut, matanya langsung terbelalak melihat foto-foto kakaknya yang tengah terikat.
"Aapppaaa ini... siapa yang melakukan ini pada kakakku." ucap Nia dan bergetar.
Drrrttt...
Ponsel Nia bergetar di dalam tas, Nia segera mengambilnya dan di layar ponsel tersebut nama Maya.
"Maya... apa dia pelakunya?" ucap Nia sembari menggertakkan giginya menahan kemarahan
Nia pun mengangkat panggilan itu namun ia tak bersuara.
📱
"Apa kamu sudah menerimanya?" Eemm... pastinya sudah ya, bagaimana apa kamu terkejut, aku bisa tau keberadaan kakakmu. Uuppsss hampir lupa, kalau kakakmu sudah ada di tanganku." ucap Maya sambil terkekeh.
"Kau ingin kakakmu kembali? baiklah akan aku kebalikan tapi dengan satu syarat, kembalikan mas Regal padaku dan kamu harus jauhi dia selamanya. Bagaimana apa kamu setuju."
"Kamu benar-benar licik ya, hanya berani mengancam saja, bagaimana kalau sampai mas Regal tau perbuatan mu, dia pasti akan sangat marah padamu. Lebih baik lepaskan kakakku sekarang atau aku akan buat kamu menyesal."
"Oya.. bagaimana kalau aku buat kakakmu menderita."
Tiba-tiba Nia mendengar jeritan kesakitan kakaknya yang membuat hati Nia berasa di iris-iris saat mendengar teriakkan kakaknya menahan sakit.
Tubuh Nia langsung merosot ke lantai tak kuat mendengar suara kakaknya .
"Maya tolong jangan sakiti kakakku, aku akan melakukan apapun, asalkan kamu bebaskan kaku sekarang juga."
"Baiklah aku akan membebaskan kakakmu tapi tidak sekarang, sebelum aku memastikan kalau mas Regal kembali dan buat dia membencimu baru aku akan membebaskan kakakmu.
Tiba-tiba Maya mematikan panggilannya. Memuat Nia langsung histeris dan melempar ponselnya ke segala arah.
__ADS_1
"Kamu licik Maya."
***
Nia pun memastikan ancaman Maya, dengan menghubungi salah satu perawat di RSJ, dan benar saja perawat itu mengatakan jika Alisa kakaknya menghilang.
Tubuh Nia semakin lemas, saat mendengar jawaban perawatan yang ia hubungi.
Nia pun akhirnya mengambil keputusan yang penting untuk menyelamatkan kakaknya sesuai janji Maya.
Nia terus menunggu sampai Regal kembali. Setelah menunggu cukup lama, Regal kembali dan bau alkohol menyeruak masuk.
"Dari mana saja kamu mas? aku menghubungimu beberapa kali dan juga sudah menunggumu cukup lama, kamu kembali dengan keadaan begini." Tanya Nia masih berusaha menahan amarah.
"Kamu kenapa sayang, wajahmu sangat jelek kalau marah." Saut Regal yang tak perduli dengan pertanyaan Nia.
"Mas aku serius, bukan bercanda. Aku ingin bicara serius mas. Aku ingin kita malam ini putus dan tidak ada hubungan apa-apa lagi antara kita berdua. Aku capek menghadapi sikap mas yang seperti ini, aku gak bisa hidup dengan laki-laki yang mementingkan egonya sendiri, lebih baik kamu Kembali pada istrimu, aku sudah tidak membutuhkan kamu lagi sampingku lagi." ucap Nia dengan serius, agar Regal membencinya, namun ucapan Nia membuat Regal terkejut dan tidak terima jika Nia memutuskan dirinya.
Plakkkk...
Sebuah tamparan mendarat di pipi Nia membuat Nia jatuh di ranjang. Nia pun kambali menangis sambil memegangi pipinya.
"Kamu jangan bercanda Nia, aku mencintai kamu tapi kenapa kamu tiba-tiba ingin putus dan memainkan cintaku. Begitu mudahnya kamu mengatakan putus dan memintaku kembali pada Maya. Kamu benar-benar menyakiti perasaanku Nia." Regal mencekal tangan Nia yang terlentang di atas ranjang.
"Lepaskan aku mas sakit." Nia terus meronta berusaha melepaskan diri dari Regal.
"Jika kamu tidak mau bersamaku, maka aku akan membuatmu terpaksa tetap bertahan di sampingku. tidak akan aku biarkan orang lain bisa memiliki kamu selain aku."Ancam Regal.
"Aku mohon mas, lepaskan aku. Lebih baik kamu kembali pada istrimu, dia membutuhkan kamu ketimbang aku."
"Baik jika itu mau mu, aku akan meninggalkan mu, tapi sebelum aku pergi aku akan membuatmu hamil, Agar tidak ada yang mau mendekatimu." ancam Regal dan langsung menyerang Nia dengan ganasnya tanpa tak memberi ampun pada Nia.
"Jangan mas, tolong jangan lakukan itu padaku. jangan sakiti aku dengan paksa." Nia terus meronta tapi Regal sudah tidak perduli, hatinya terlanjur sakit saat Nia memutuskan dirinya begitu saja.
To be continued ☺️☺️☺️☺️
__ADS_1