
"Kita bertemu lagi ya...nona kecil" ucap nya.
Mendengar suara itu, Aku dan Vallen reflek melihat kebelakang untuk memastikan siapa yang berbicara, ternyata itu pangeran Brian.
"Hai" ucap nya sambil melambaikan tangan.
"Hehhhhhh dia kan yang datang ke acara ulang tahun ku" ucap ku kaget dalam hati.
"sampai jumpa lagi nona kecil, kita akan bertemu lagi bukan?"
Natasha mengingat-ingat kembali yang di ucapkan Brian.
Woahh beneran ketemu lagi...tapi dia sedang apa disini?" ucapku kebingungan.
"Sedang apa Nona kemari?" ucap Brian bertanya lalu di jawab oleh Vallen.
"Tuan Duke di panggil ke istana oleh Raja, dan membawa putri nya untuk berjalan-jalan" ucap Vallen menjelaskan.
Pertanyaan ku terjawab "woahhhhhh ternyata ini di istana?pantas saja Brian ada disini!" ucapku dalam hati.
"Ohhh...saya lihat tadi Nona kecil suka dengan bunga, boleh saya membawa Nona kecil ke taman pribadi saya?" ucap Brian bertanya.
"Maaf pangeran,tapi Tuan Duke melarang nona untuk berjauhan dari saya" ucap Vallen menolak lalu di jawab oleh Brian.
"Baiklah anda bisa ikut sekalian ke taman pribadi saya...nona kecil pasti senang melihat-lihat bunga yang indah" ucap Brian.
Aku ingin sekali melihat taman pribadi nya.
Lalu aku berkata ke Vallen "mau...mauu!!"
Mendengar itu, Vallen tidak bisa membantah lalu berkata.
" Baiklah Nona,selagi itu tidak membahayakan nyawa Nona,saya akan mendengarkan" ucap Vallen.
"Baiklah... nona kecil apakah anda mau bergandengan dengan saya?" ucap pangeran Brian mengulurkan tangannya.
Lalu aku menyambut tangan nya, dan kami langsung menuju ke taman pribadi pangeran.
Sedangkan Vallen ikut menjaga kami dari belakang.
Setelah melewati jalan yang panjang, akhirnya sampai juga di taman pribadi pangeran.
"Woahhhhh lebih besar dan banyak bunga nya" ucap ku kagum dalam hati,
Sampai-sampai wajah ku tidak terkontrol dan benar-benar menunjukkan ekspresi kagum.
"Nona suka?" ucap Pangeran Brian.
Dan mengajak ku ke arah bunga Peony yang ada di tengah taman, lalu memetiknya dan meletakkan nya di telinga ku.
"Cantik" ucap pangeran Brian.
"Deg"aku sedikit kaget dengan kata-kata yang pangeran Brian ucapkan.
"Hihihi jelassss.. kan ayah tampan" batinku dan aku hanya membalas senyum yang menandakan terima kasih.
Tidak lama kemudian ada seseorang yang datang dari arah gerbang taman.
"Permisi Tuan,anda dan nona di panggil oleh tuan Duke Louis Katelyn" ucap orang itu dan di jawab "baik" oleh Vallen.
__ADS_1
Vallen menggendong ku dan berucap pamit pada pangeran Brian
"Maaf pangeran, saya dan nona pamit pulang" ucap Vallen lalu di jawab oleh Brian.
"terima kasih sudah datang dan hati-hati di jalan" ucap Brian.
"Dan untuk nona kecil...ayo kita bertemu lagi di lain hari" ucap pangeran Brian tersenyum sambil memberikan janji jari kelingking kepada ku.
Tangan ku sangat sulit untuk membentuk janji jari kelingking itu dan memutuskan hanya menggenggam tangan pangeran Brian.
Pangeran Brian hanya tertawa.
"hahaha sampai jumpa lagi" ucap nya lembut.
Kami pun segera pergi keluar dari taman pribadi pangeran, hingga sampai ke depan istana.
Terlihat ayah dan beberapa orang sudah menunggu di sana.
"Ayah" ucap ku dari jauh, lalu wajah ayah melihatku dan berkata
"hai anak ayah, bagaimana jalan-jalannya hari ini?seru kan?" tanya ayah.
"Seyu"ucap ku sambil tertawa senang.
"Wah bunga apa ini di telinga anak ayah?cocok sekali untuk mu ,sama-sama cantik dan indah" ucap ayah memuji.
"Udah puas mainnya?ayo sekarang kita pulaaang~" ucap ayah lalu mengulurkan tangannya untuk menggendongku.
"Wahh Duke Louis Katelyn sangat berbeda ya saat-saat bersama anak nya dan saat-saat tidak bersama anak nya" bisik orang-orang itu dan sepertinya ayah tidak peduli sama sekali.
Lalu kami pun pulang menaiki kereta kuda.
Didalam kereta kuda ayah hanya menanyakan tentang ku.
"Tidak tuan,hanya saja tadi nona secara tidak kebetulan bertemu dengan Pangeran Brian" ucap Vallen menjelaskan.
"Baguslah kalau begitu" ucap ayah.
Sesampainya di rumah,Vallen di perintahkan oleh ayah untuk mengantar ku ke kamar.
Sejujurnya aku masih ingin bermain di luar tetapi mau bagaimana lagi jika itu perintah ayah.
Tidak ada kegiatan lain dikamar, aku hanya tiduran sambil meminum susu ku.
Aku baru sadar ternyata susu berperan penting dalam pertumbuhan anak-anak.
"Pantas saja aku yang di dunia nyata kurus kering, ternyata kekurangan gizi dan kasih sayang" ucap ku mengoceh.
"Oh iya keadaan tubuh ku di dunia nyata gimana ya? udah berminggu-minggu aku disini" ucap ku.
Lalu aku berpikir yang aneh-aneh hingga membuat ku cemas.
"HAHHH !!!JANGAN-JANGAN TUBUH KU MATI KELAPARAN?" ucap Ku cemas.
"Gimana nih!" batin ku cemas
"Jika aku mengubah alur cerita nya apa aku bisa kembali ke dunia nyata?" ucap ku berpikir.
"Tapi untuk sekarang ini masih aman-aman saja, cuman ada beberapa yang belum aku ketahui, seperti wajah Raja Elrand, pangeran Lee, tentang kenapa ayah membunuh semua orang waktu itu, dan ibuku dimana?" batin ku bertanya-tanya.
__ADS_1
"Hahh apa masih panjang ceritanya?tapi disini lumayan juga sih, bisa makan enak, kasih sayang cukup. Kejadian ini patut di syukuri" ucap ku lalu meletakkan susu di atas meja.
"Huhh dari tadi aku mengoceh...jadi lapar nih" batin ku.
"Dimana Elly dan Avilyn? bukan kah jam segini sudah waktu nya makan" ucap ku.
Tidak lama kemudian suara langkah kaki terdengar dari luar dan aku sudah bisa menebak nya kalau itu adalah Elly dan Avilyn namun...
"Bughhh" pintu terbuka.
Ternyata itu bukan Elly dan Avilyn, sekelompok orang masuk ke dalam kamar ku.
"Cepat bawa dia keluar" ucap orang itu lalu mencoba menggendong ku.
"Graukk" aku menggigit tangan nya.
"ARGHHHH" orang itu mengerang kesakitan.
"SIALANN" ucap orang itu lalu mencoba memukul ku.
"Ughh"ucap ku ketakutan.
Namun tangan Pria itu di tahan oleh temannya yang ada di belakang.
"SUDAH LAH CEPAT BAWA DIA, JIKA KAU MEMUKULNYA KITA AKAN DI MARAHI BODOH" ucap orang itu kesal.
Lalu Pria lain membawa ku keluar dari kamar
"Ahhhh ayahhhh ayahhhhhhh" ucap ku menggeliat sambil memanggil ayah.
Namun mulut ku di bungkam begitu saja,sebelum aku pingsan aku mendengar suara ayah.
"NATASHAAAAA" ucap ayah namun setelah itu pandangan ku pun kabur.
...di kediaman Katelyn beberapa menit sebelumnya...
"Vallen...entah mengapa perasaan ku tidak enak" ucap Louis.
"Kenapa tuan?apa tuan kelelahan?" ucap Vallen.
"Tidak...firasatku buruk tentang Natasha" ucap Louis menegaskan,lalu ia memijat kening nya.
Tiba-tiba suara teriakan terdengar dari ruang tengah yang penuh dengan pelayan yang sedang membersihkan serta menyiapkan makanan,dan pengawal yang sedang berjaga malam.
Louis dan Vallen segera keluar dari ruangan.
Mereka melihat banyak kekacauan,Mayat pengawal dan pelayan berhamburan di ruang tengah.
"VALLEN...KUMPULKAN PENGAWAL YANG MASIH HIDUP, AKU AKAN KE KAMAR NATASHA" teriak Louis lalu segera pergi ke kamar Natasha.
Namun Natasha sudah di bawa oleh sekelompok orang itu.
"NATASHAAAA" ucap Louis dari kejauhan lalu ia di sergap dan di tusuk seseorang dari belakang.
Di kediaman keluarga Katelyn telah terjadi penculikan anak ,dan yang di culik itu adalah Natasha Katelyn
Berita Tersebar Sampai ke penjuru kota.
...di kediaman pangeran...
__ADS_1
"Siapa anak kecil yang berbicara dengan Brian itu?" ucap Pangeran Lee.
"Apa?? Natasha menghilang?" ucap pangeran Brian.