Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan

Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan
Chapter 24: Sebenarnya dia siapa?


__ADS_3

"Kue untuk ayah sudah di antar. Sekarang ayo ke kamarnya Caesar." ucap Natasha sembari membawa dua potong kue untuk Caesar.


Natasha berjalan menuju kamar Caesar. sesampainya di depan kamar, Natasha mengetuk pintu untuk sekian kali nya.


Tok tok tok.


Namun tidak ada yang membukakan pintu itu.


"Caesar!! Apakah kau ada di dalam? Aku ingin mengantar makanan mu." Tak kunjung mendapatkan jawaban dari Caesar, Natasha pun memutuskan untuk berkeliling rumah, mencari keberadaan Caesar.


Kemana sih dia! niat ku sudah baik ingin mengantarkan makanan nya. Malah tidak ada dikamar, benar-benar menyebalkan! batin Natasha.


Dari kejauhan terlihat seseorang yang sedang duduk di antara air pancuran Yang ada di taman rumah. Kondisi saat di taman itu tidak terlalu terang. Natasha menghampiri seseorang itu dari belakang, Ia sangat terkejut setelah melihat seseorang itu memegang dua bilah pedang sembari mengasah satu persatu pedang itu.


A-astagaa, siapa dia. Kenapa dia memegang pedang saat tengah malam begini, jangan-jangan pencuri??


Natasha berjalan mengendap-endap ke arah seseorang itu agar ia tidak mengetahui keberadaan nya. Tak lupa pula Natasha mengambil sebuah kayu agak sedang yang tergeletak di antara semak-semak di taman itu.


Natasha berencana untuk memukul orang itu jika terjadi apa-apa. Saat sudah mendekat dengan orang itu, tiba-tiba saja seseorang itu membalikkan tubuhnya menghadap Natasha.


"KYAAAAAAA" teriak Natasha sambil mengayunkan kayu itu.


BLAMM


Kayu itu di tahan dengan sekuat tenaga, Natasha mulai membuka perlahan matanya untuk melihat seseorang itu.


"C-caesar??" Natasha bernafas lega saat tau ternyata sosok itu adalah Caesar.


Dengan wajah santai nya, Caesar melepaskan kayu itu dari tangan Natasha dan melemparnya jauh-jauh.


"Ada apa? Kenapa kau memegang kayu lalu mengayunkannya ke arah ku?" Wajah Caesar saat ini sudah sangat kesal.


Bibir Natasha merapat karena tidak bisa berkata apa-apa, Ia juga memalingkan wajahnya karena takut melihat tatapan Caesar yang tajam.


"Emmm aku pikir kau itu pencuri." Natasha kembali melihat wajah Caesar dengan kesal.


"LAGIAN SIAPA YANG MALAM-MALAM MENGASAH PEDANG! DI TEMPAT YANG GELAP-GELAP PULA!" Alis mata Natasha bertaut.


"Dan dari tadi aku mencari mu kau tau! Kau tidak mau makan??" tegas Natasha.


Caesar melihat di tangan Natasha yang sedang memegang sebuah piring yang diisi oleh dua potongan kue.


"Kau membawakan ku makanan?" Caesar tertawa kecil.

__ADS_1


"Tidak usah repot-repot, aku bisa membelinya di kota" ucap Caesar dengan nada jual mahal.


Natasha menatapnya dengan tatapan kesal dan sedikit menaikkan alisnya.


"Ohh?kalau begitu kue ini akan ku makan saja" ucap Natasha lalu ingin memasukkan kue itu ke mulutnya.


"T-tunggu, kau ingin memakannya sendirian?" Tangan Natasha kini di tahan oleh Caesar.


"Kau menolaknya kan? ya sudah akan ku makan saja SEN-DI-RI-AN!" ucap Natasha.


"Kapan aku menolak pemberian mu itu?" ucapan Caesar membuat Natasha terdiam karena mengingat bahwa Caesar tidak pernah mengucapkan "tidak mau" saat ia bertanya tentang kue tadi.


Natasha pun secepatnya memberikan kue itu pada Caesar.


"Makanlah" ucap Natasha.


Sejujurnya Ia sangat malu karena salah menanggapi maksud Caesar dan mencoba untuk membuang rasa malu itu dengan melihat sekeliling taman.


Suasana seketika hening sejenak, Natasha mulai memberanikan diri untuk membuka pembicaraan.


"Kau sedang apa disini malam-malam?" tanya Natasha penasaran namun masih melihat sekeliling akibat malu tadi.


"Ohh aku sedang mengasah pedang untuk latihan mu besok." Jawab Caesar.


"Tidak bisa besok saja? kau bisa-bisa di kira pencuri nanti sama penjaga!" ucap Natasha lalu memalingkan wajah nya ke Caesar yang sedang menikmati kue.


Natasha memutarkan matanya.


"Aku ingin menanyakan sesuatu pada mu"


"Apa itu" jawab Caesar dengan cepat.


"Soal batu musim dingin. Jika di pikir-pikir ini tidak lah masuk akal. Tiba-tiba saja kau mendapatkan batu itu, padahal pastinya batu itu sudah tenggelam cukup dalam di sungai. Aku saja tidak dapat menemukannya" ucap Natasha curiga.


Merasa di curigai Caesar segera menjawab


pertanyaan Natasha dengan santai.


"Saat itu aku sedang mencari kayu bakar di hutan yang berdekatan dengan sungai itu, setelah mendapatkan kayu, aku memutuskan menyelam di sungai tidak jauh dari tempat mu tenggelam itu, lalu mencari ikan untuk di bakar malam nanti."


"Kau tau? tidak mendapatkan ikan, aku malah mendapati seseorang tenggelam di dalam sungai itu. Sebelum kau tenggelam aku melihat batu itu jatuh hampir ke dasar sungai. Sebelum sampai di dasar sungai aku menangkap nya, dan setelah itu aku menolong mu naik ke permukaan" jelas Caesar.


Yang di jelaskan oleh Caesar terdengar Masuk akal di pikiran Natasha. Pertanyaan Natasha akhirnya terjawab.

__ADS_1


"Hemm baiklah, sekalian saja. Aku berterima kasih padamu saat itu" Ucap Natasha memandang wajah Caesar dengan serius.


"Baiklah sama-sama" ucap Caesar dengan santai lalu kembali mengasah pedang yang ia pengang.


Tidak tau ingin melakukan apa, Natasha bertanya mengenai pedang itu.


"Apakah pedang itu berat?" tanya Natasha dengan polos.


Caesar menunjukkan pedang itu di hadapan Natasha.


"Pegang lah, itu milik mu."


Tidak di sangka, saat Natasha ingin mengangkat pedang itu. Ternyata sangatlah berat, namun Natasha masih bisa mengangkat nya.


"Lumayan berat ya" ucap Natasha lalu di balas anggukan oleh Caesar.


Masih dengan memegang sebilah pedang itu, sesekali Natasha mengayunkan pedang itu perlahan.


"Oh iya satu pertanyaan lagi" ucap Natasha dengan nada serius.


Caesar mengerutkan kening nya memikirkan apa yang ingin Natasha tanyakan padanya lagi.


"Kau benar-benar memiliki informasi tentang Viscount Baul?"


Natasha memperhatikan mimik wajah Caesar, seandainya ia berbohong pasti akan segera ketahuan olehnya.


"Benar aku memiliki informasi nya, kau mau tau bagaimana aku mendapatkan informasi itu?"


Natasha mengangguk perlahan menandakan ia ingin mengetahui informasi itu secepatnya.


"Awalnya, aku mendengar kabar saat kau di curi. Namun berkat kecerdasan dan ketangkasan Tuan Duke, Kau secepatnya di temukan dengan mudah oleh Nya. Dan saat kabar tentang Viscount yang telah di tangkap karena mencuri mu, aku cukup terkejut bahkan orang-orang di perdesaan juga tau tentang mu yang di culik olehnya."


"Setelah beberapa hari Viscount di tangkap, aku tidak sengaja mendengarkan pembicaraan anak buah Viscount yang sama-sama duduk di sebuah kedai makanan di desa. Mereka berencana untuk melepaskan Viscount sebelum hari Viscount di hukum."


Pernyataan itu membuat Natasha tidak percaya.


Dilanda dengan kecurigaan serta penasaran Natasha memberanikan diri untuk bertanya.


"Sebenarnya pekerjaan mu itu apa?"


Caesar menghela nafasnya untuk menjawab pertanyaan Natasha.


"Pekerjaan ku cukup banyak, aku bisa menjadi pengawal, pengintai, ksatria, petualang."

__ADS_1


"Karena aku tertarik dengan yang dibicarakan oleh anak buah Viscount, aku memutuskan untuk mengintai pegerakan mereka."


Lagi-lagi Natasha dibuat terdiam dengan ucapan Caesar, tanpa berpikir panjang Natasha segera mengarahkan pedang itu pada Caesar.


__ADS_2