Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan

Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan
Chapter 18: Christia Amber


__ADS_3

Viscount menghilang tanpa jejak, Louis tergesa-gesa menghampiri Christia yang berlumuran darah.


"Christia...Christiaaaaa" ucap Louis sambil menggenggam erat tangan Christia "PENJAGAAAAAA" teriak Louis histeris.


Penjaga berdatangan, mereka juga tidak menyangka sesuatu hal terjadi kepada nyonya mereka.


"P-PANGGIL TABIB C-CEPAT !!" ucap Louis sambil bergetar karena denyut nadi Christia menghilang.


"Christia b-bertahanlah, kumohon" ucap nya sambil memeluk tubuh Christia yang terkulai tidak berdaya.


Setelah tabib datang, ia langsung memeriksa Christia. Namun apa daya nya, Christia sudah pergi untuk selamanya.


Setelah kepergian Christia, Louis selalu mengurung diri.


Penjaga,pelayan sudah sangat khawatir dengan keadaan Louis.


Louis yang sedang berada di dalam kamar, masih menangisi kepergian Christia dan selalu mengutuk dirinya sendiri karena tak bisa menjaga Christia.


Ibu dan ayah Christia berkunjung untuk melihat keadaan cucu nya dan Louis.


Cuman saat itu saja Louis ingin membukakan pintu kamarnya.


"Nak" ucap Ibu Christia, melihat tubuh Louis yang kian mengurus dan matanya yang sembab.


"Ibu..." Louis menahan tangisannya.


Ibu memeluk tubuh Louis dan membiarkan louis menangis di pelukannya.


Dengan terisak Louis berkata


"Ibu, tentang perjalanan hidup yang hingga kini belum bisa ku pahami sepenuhnya,ternyata benar ya semesta punya berjuta rahasia, termasuk luka"


"Aku memang sudah terbiasa dengan rasa luka, namun semesta mendatangkannya dengan cara yang tidak pernah ku duga sebelumnya, bukankah semesta terlalu bersikap kejam terhadapku bu?"


Ibu menggeleng pertanda itu tidaklah benar, lalu berkata


"Rangkul Lah dukamu, hidup adalah serangkaian perubahan alami dan spontan. Jangan melawan- itu hanya menciptakan kesedihan. Biarkan kenyataan menjadi kenyataan. Biarkan segala sesuatu mengalir secara alami kedepan "


"Bangkitlah, Christia tidak akan senang jika kau terus bersedih, tidurlah...kau pasti lelah." Ucap nya sambil memandang wajah Louis.


Louis pun tidur untuk menghilangkan rasa sedihnya,saat Ibu Christia ingin keluar dari kamar, ia melihat sebuah kertas di atas meja kecil dengan beberapa bercak air, lalu ia membuka kertas itu.


...Untuk Istriku yang cantik, Christia...


...Rasa takut akan kehilanganmu semakin membesar.Rasa takut akan sendirian menjalani dunia ini tanpamu sungguh menyeramkan,Christia....


...Rasa takut kedua itu akan menghantuiku ketika sudah tidak lagi memiliki wanita terhebat dalam hidupku, yaitu hanya kau Christia......

__ADS_1


...Bagaimana aku bisa bertahan, sedangkan dirimu sudah tidak lagi menghadirkan senyumanmu?...


...Bagaimana aku bisa bertahan, sedangkan dirimu sudah memasrahkan semuanya kepada sang pencipta?...


...Aku lelah, hanya bisa menangis dan menangis......


...Maafkan suamimu yang lemah ini ya, aku menyayangimu meski kau tidak lagi bersamaku....


Tulisan itu menusuk hati sang ibu, ibu Christia menangis sejadi-jadinya.


"Christia, lihatlah dia sangat mencintaimu nak. Kau sangat beruntung bisa mendapatkan pria sepertinya" ucapnya sambil melihat foto Christia dan Louis.


Kurang dari seminggu louis berdiam diri di kamarnya, dan syukurlah dia sudah kembali dengan hati yang lebih ikhlas.


Ia jadi sering mengunjungi anaknya yaitu Natasha Katelyn. Hanya dengan Natasha ia bisa melepaskan rindunya pada Christia.


Namun disaat-saat tertentu ia juga suka termenung dan entah sejak kapan ia lebih suka memandang langit malam sambil membawa Natasha.


"Nak, ibumu pasti berada diantara bintang-bintang yang bersinar itu" ucap louis sambil menunjuk kearah bintang-bintang.


"Kau pasti sangat merindukan ibumu bukan? Maafkan ayah" ucapnya sambil mengusap pipi kecil Natasha.


Kembali ke masa depan.


Natasha terkulai lemas akibat demam yang tinggi. Entah mengapa hari ini rasanya begitu panas, tubuhnya seperti penuh dengan air yang bercucuran. Matanya sulit untuk di buka, berat rasanya.


Natasha membuka matanya perlahan, terlihat neneknya yang sedang mengambil kain di keningnya lalu mencelupkan kain itu di air.


Dipikiran Natasha penuh dengan banyak pertanyaan.


Apa yang terjadi padanya?


Badannya panas, Natasha melihat jam yang menandakan pukul 12 malam.


"Sayang, tolong kau jaga Natasha. Aku akan menelpon Louis." Ucap nenek kepada kakek.


"Nenek mu akan menelpon ayahmu untuk segera menjenguk mu, kau pasti begini karena merindukan ayah mu bukan?" Ucap kakek.


Mendengar kabar bahwa anak nya sedang sakit, louis tergesa-gesa untuk segera menuju ke Negeri musim dingin.


Di dalam perjalanan rasa khawatir louis memuncak.


Melihat tuan nya yang sedang khawatir, Vallen berusaha menenangkan nya.


"Tuan, tenanglah nona akan baik-baik saja" ucap Vallen menenangkan.


Louis berusaha tenang namun semakin ia berusaha, rasa cemasnya semakin membesar, tangan nya bergetar, seketika ingatan masa lalu muncul, dan rasa takut akan kehilangan itu terus menghantui.

__ADS_1


Tuannya sangat jarang cemas, dan biasanya ia melakukan segala hal dengan tenang.


Sesampainya di negeri musin dingin, louis segera masuk kedalam rumah ibu mertuanya.


"Ibu...dimana Natasha" ucap louis terengah-engah, louis melihat anaknya yang sedang terduduk sambil memakan coklat.


Louis pun menghampiri lalu memeluknya


"Nak apa kau baik-baik saja?" Tanya nya sembari menyentuh kening Natasha.


Dan ternyata demam Natasha sudah menurun. Louis pun duduk di sofa samping ibunya.


"Hah syukurlah, Natasha sudah sembuh" ucap nya sembari menutup wajah nya dengan tangan.


"Ada apa Louis? Kau sangat tergesa-gesa saat mengantar Natasha waktu itu" tanya ibu mertuanya yang sejak lama penasaran apa yang terjadi.


Louis lalu mengangkat tangan yang menutup wajahnya.


"Sebenarnya Bu, Natasha di curi oleh seseorang yang bernama Viscount Baul Chester"


Terlihat di wajah sang ibu mertuanya yang terkejut mendengar nama itu.


"Viscount Baul Chester?" sahut ayah mertuanya.


"Benar, dia mencuri Natasha dan berencana menukar Natasha dengan batu musim dingin" ucapnya kepada ayah mertua.


"Sekarang dia dimana?" tanya sang ayah.


"Dia sedang di penjara istana, raja sudah memutuskan akan menghukum gantung Viscount dan anak buahnya" jawab Louis.


"Louis...aku akan ikut kau kembali ke sana" ucap ayah mertuanya.


Louis cukup terkejut lalu menjawab "baiklah"


Setelah keadaan membaik, Natasha pun kembali ke rumah.


Bisa di bilang ia sangat merindukan Avilyn, Elly, dan....Vallen sedikit.


Suasana di rumah tergolong baik, seperti tidak ada kejadian apa-apa, hemm ini karena Ayah nya yang mengaturnya.


Ayah dan kakeknya entah pergi kemana setelah pulang, katanya mereka ada sedikit urusan di luar.


Natasha sedang memikirkan mimpi yang ia dapatkan saat di rumah neneknya, apakah Natasha di beri petunjuk untuk mengetahui kejadian di masa lalu tanpa ia sadari? ia berpikir kalau mimpi itu hanya sebuah mimpi buruk.


"Hahh memikirkan ini rasanya tubuh ku kembali mendidih" ucap Natasha yang tengah berbaring.


"Meow" Seekor kucing masuk entah dari mana.

__ADS_1


"Hei kau..." ucapnya namun suaranya terhenti.


"B-bukan kah kau kucing hitam yang di rumah pencuri itu?kenapa kau ada disini?" tanya nya penasaran.


__ADS_2