Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan

Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan
Chapter 16: POV Louis Katelyn 2


__ADS_3

POV LOUIS KATELYN


"Christia Amber aku mencintaimu apakah kau bersedia menjadi istri ku?" ucap ku sambil berlutut di hadapan nya.


Christia cukup terkejut karena aku melamarnya di depan banyak para prajurit.


"Iyaaa aku bersedia" ucap nya bergembira.


Lalu aku memeluk tubuh Christia seerat-eratnya, aku bahagia dengan ini. Prajurit bersorak-sorai dengan lamaran ini.


"Selamat ya tuan...Selamat nona" ucap para prajurit.


2 Minggu kemudian kami menikah, pernikahan kami berlangsung secara meriah. Kegembiraan dan keceriaan terlukis di wajah masyarakat yang datang pada saat itu. Raja dan Ratu juga ikut serta dalam acara pernikahan kami.


Jujur saja aku tidak menyangka wanita yang akan menjadi istri ku adalah Christia, tetapi aku sangat bersyukur Tuhan telah menitipkan wanita cantik ini pada ku untuk ku lindungi dan untuk ku sayangi.


Aku sangat menyukai sifat nya yang optimis, penyabar, perhatian, terkadang kekanakan, kuat, dan penyayang. Aku diberkati karena memilikinya di sisiku dan aku tidak pernah bisa membayangkan memiliki orang lain dalam hidupku. Aku membutuhkan nya bersamaku, selalu dan selamanya.


Selesai acara pernikahan, malam nya kami beristirahat di kamar.


"Louis kau sangat tampan hari ini" ucap Christia menggoda ku.


"Jadi selama ini aku tidak tampan?" tanya ku lalu sedikit menaikkan alis ku.


"Kau selalu tampan, tetapi hari ini berbeda" ucap nya sambil tersenyum manis.


"Wahh kau menggoda ku ya" ucap ku sambil memeluk pinggang nya lalu tersenyum seakan menggoda balik.


"Tidak! aku berbicara jujur" ucap nya lalu mencubit pipi ku.


"Kalau begitu ayo nikmati ketampanan ku ini" ucap ku lalu menggendong nya ke tempat tidur.


Setelah 6 bulan kami menikah, dan aku sangat sibuk dengan tugas serta pekerjaan ku. Diam-Diam Christia datang ke ruang kerja ku lalu memeluk ku dari belakang.


"Louis kau mau tau tidak?" tanya nya pada ku.


"Emm ada apa?" tanya ku sambil membalik kan tubuh ku menghadap nya.

__ADS_1


"Aku hamil" ucap nya lalu tersenyum manis.


"A-apa?kau hamil?" ucap ku terkejut seakan tidak percaya, wajah kegembiraan ku tidak bisa ku sembunyi kan.


Tiba-tiba air mata ku keluar begitu saja


"E-ehh Louis? kok nangis" ucap Christia sambil memegang pipi ku.


Air mata tak selalu menunjukkan kesedihan. Terkadang bisa menunjukkan rasa bahagia dan bersyukur.


"Aku bahagia" ucap ku lalu memeluk nya dan menenggelamkan wajah ku di pundak nya.


"Cup...cup...cup" ucap nya menenangkan ku "aku tidak sabar anak kita lahir nanti" ucap nya sambil mengelus punggung ku.


Awalnya Christia baik-baik saja selama hamil, namun masalah perlahan terjadi. Sekelompok Pria datang menemui Christia di rumah tanpa sepengetahuan ku yang sekarang ada di wilayah timur untuk memantau atas perintah Raja.Jujur saja aku tidak ingin berjauhan dari Christia apa lagi dia sedang hamil.


Waktu itu Christia sedang di dapur bersama Elly, Avilyn dan Vallen. Katanya mereka sedang mencoba resep masakan baru.


Tiba-tiba saja seorang penjaga masuk ke dapur.


"Nona, ada sekelompok orang datang ingin menemui anda" ucap penjaga.


Sesampainya di sana.


"Ya...tuan ada apa anda mencari saya?" tanya Christia kepada orang itu.


"Apa benar anda yang memegang batu musim dingin itu?" tanya salah satu pria.


"Benar, ada apa ya?" tanya Christia sambil memegang perut nya.


"Begini...kami di perintahkan untuk mengambil batu musim dingin itu, karena anda telah melanggar aturan di negeri ini" ucap nya lalu menatap tajam ke arah Christia.


"Maaf batu ini sangat berharga buat saya...lagi pula masih banyak orang yang menggunakan batu sihir untuk melindungi keluarga nya, saya juga sudah membuat perjanjian kepada makhluk yang ada di batu sihir itu" ucap Christia membantah.


"Tetapi batu sihir musim dingin sangat berbahaya jika di pegang oleh orang yang salah." ucap mereka.


"Apa keliatan nya begitu? saya mau tau anda sekalian ini di perintahkan oleh siapa?dan anda sekalian tau dari mana kalau saya yang memegang batu musim dingin itu?" tanya Christia.

__ADS_1


"Saya tidak pernah melihat wajah anda sekalian di divisi mana pun, apa kalian sedang menyamar?" ucap Christia sambil menatap dingin ke arah sekelompok orang itu.


Sekelompok orang itu terdiam begitu lama


"Baiklah, tetapi anda jangan menyesal untuk ke depan nya" ucap mereka kepada Christia lalu pergi begitu saja.


Christia kembali masuk ke dalam rumah, ia cukup khawatir dengan apa yang terjadi tadi.


"Nona apakah anda baik-baik saja" ucap Vallen khawatir sebab Terlihat jelas raut cemas di wajah Christia.


"Emm iya aku baik-baik saja, namun Vallen...aku mau menanyakan sesuatu. Benarkah ada aturan baru mengenai batu sihir?" tanya Christia.


"Tidak ada nona, sebenarnya saya pernah mendengar cerita bahwa batu musim dingin yang anda gunakan itu kekuatan nya cukup besar, anda beruntung mendapatkan nya sebab banyak yang mengincar batu itu demi kepentingan masing-masing" ucap Vallen.


"Hemm jadi begitu ya" ucap Christia mengerti.


"Vallen sepertinya orang itu mengincar batu sihir musim dingin" ucap Christia dan membuat Vallen terkejut.


"Nona harus berhati-hati, syarat jika ingin mengambil batu sihir dari si pemiliknya, pemilik sebelum nya harus mati atau melepaskan perjanjian" ucap Vallen.


"Apa nona sudah membuat perjanjian?" tanya Vallen.


"Ya aku sudah membuat perjanjian sejak lama, dan aku akan menurunkan perjanjian nya ke anak ku" ucap Christia.


"Jadi Vallen... aku mohon. Jika terjadi sesuatu pada ku nanti, jagalah anak ku dan tolong jaga Louis juga" ucap Christia tersenyum kecil lalu pergi kembali ke dapur.


"Nona..." ucap Vallen tertahan.


Kematian adalah takdir kehidupan dan tidak ada satu pun yang tahu tentang kematian yang akan tiba kapan saja. Orang yang telah pergi tidak akan dapat kembali meskipun kau terus memohon dan berharap agar Ia segera kembali.


Menangis hingga membuat batin tersiksa akan semua itu, dan melupakan segala hal keluarga, lingkungan, orang-orang yang menyayangimu. Mengunci diri dalam kerinduan yang dalam, menyalahkan diri sendiri akan semua hal, itu adalah hal yang sangat sia-sia.


jika kau terjebak dalam kerinduan, keterpurukan, bangkit lah karena masih banyak orang yang menyayangimu di luar sana, dan orang yang mengkhawatirkan kesehatan mu.


Orang yang sudah pergi mungkin menyisakan bekas di hatimu, tenang saja walaupun ia tidak hidup di hadapan mu tetapi ia hidup jauh di hati dan pikiran mu.


Tidak ada yang merasakan kesedihan orang lain, tidak ada yang mengerti sukacita orang lain. Orang-orang membayangkan bahwa mereka dapat saling memahami. Pada kenyataannya, mereka hanya saling berlalu.

__ADS_1


Kita bisa saja kehilangan seseorang dalam semalam. Seluruh hidupmu bisa berputar 360 derajat. Hidup begitu pendek. Semuanya bisa datang dan pergi seperti sebuah bulu dibawa terbang angin.


__ADS_2