Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan

Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan
Chapter 13: Negeri musim dingin


__ADS_3

Vallen mengantar para pencuri ke kerajaan sedangkan aku dan ayah langsung pergi ke rumah Nenek.


Yup benar saja, aku langsung di titipkan ke rumah Nenek.


"Kelihatannya seru, aku baru tau juga kalau aku masih punya Nenek" ucap ku.


Perjalanan nya cukup panjang hingga memakan waktu 2-3 hari ,luka ku dan ayah juga sudah di obati.


Ayah menyuruh ku untuk tiduran di pangkuan nya, sedangkan Ayah tidak tidur karena ingin berjaga.


"Ayah kelihatan lelah" ucapku yang masih belum tertidur.


Aku berpikir, hukuman apa yang akan di dapatkan para pencuri itu nanti, hukum mati?penjara? entah lah, semoga saja mereka mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatan mereka.


Lalu aku memilih untuk tidur.


Di sepanjang perjalan Louis hanya melamun melihat ke arah jendela, entah apa yang ia pikir kan.


"Sebaiknya Natasha tinggal di rumah ibu dulu biar aman, sementara aku akan menyelesaikan masalah di rumah " batin Louis sambil merenung.


"Ntah apa yang nanti dia pikirkan soal ibu nya " sambung Louis.


Keesokan pagi nya,Sesampainya di Negeri Musim Dingin. Sesuai dengan nama nya, musim di negeri ini adalah musim dingin.


...ASAL USUL NAMA NEGERI MUSIM DINGIN...


Negeri Musim Dingin di sebut demikian karena sebagian besar di negeri itu mengalami musim dingin berkepanjangan.


Hanya sesekali dalam 1 tahun mengalami musim panas,itu pun tidak berlangsung lama.


Dan ada juga cerita dari masyarakat tentang asal usul Negeri Musim dingin itu.


Di ceritakan seorang Raja pertama yang jatuh cinta kepada rakyat biasa pada musim dingin.


Keduanya sangat dekat, tetapi peristiwa yang tidak terduga dan luar biasa memaksa mereka untuk berpisah.


Selama bertahun-tahun dan jarak, keterlibatan itu berubah menjadi cinta muda yang dialiri oleh pertemuan ratusan surat. Dan pada akhirnya Raja dan rakyat biasa itu pun menikah. Lalu menamakan Negeri yang di kuasai nya dengan nama Negeri Musim Dingin.


Mayoritas Negeri Musim dingin ini adalah penyihir.


Kereta kuda berhenti, bertanda sudah sampainya tujuan.


Louis turun sambil memimpin tangan Natasha.


Tok tok tok.


Louis mengetuk pintu rumah.


Natasha bersembunyi di belakang Ayah nya.


"Ya siapa?" ucap orang di dalam rumah itu lalu membuka pintu.


Kriett


Seorang wanita paruh baya muncul di balik pintu.


"Oh Louis?"Ucap wanita paruh baya itu sembari Mata nya melebar.

__ADS_1


"Ibu...aku ingin menitipkan putriku untuk beberapa hari, apa kah boleh?" kata Louis


Natasha muncul dari belakang Louis karena bersembunyi.


"Tentu saja...!! Aku juga sudah sangat rindu pada cucu ku " Ucap wanita itu tersenyum kepada Natasha.


"Ayo masuk dulu" ucap wanita itu.


"Maaf Bu...aku sedang terburu-buru nanti akan aku ceritakan." ucap Louis lalu mencium putrinya.


"Ayah akan menjemputmu nanti, bersikap baiklah pada nenek dan kakek yaa" ucap nya lalu pergi.


Natasha dan wanita itu hanya menatap kepergian Louis.


"Natasha, di luar dingin...ayo masuk" ucap wanita itu lalu memimpin tangan Natasha.


...DI DALAM RUMAH...


Nenek memimpin tangan ku hingga ke ruang tamu lalu duduk


"Kau sudah besar Natasha" ucap nenek sambil memeluk ku.


"Mirip sekali dengan ibu mu" sambung nya lagi lalu mencium kening ku.


Krukkk krukkk perut ku berbunyi.


Saat itu aku dan Nenek saling tatap-tatapan


"Hahaha kau lapar? Ayo, Nenek sudah memasak sesuatu" ucap Nenek lalu menggendongku ke dapur dan mendudukkan ku di kursi.


"Anak-anak biasanya menyukai cupcake bukan?" ucap nya sembari meletakkan cupcake di depan ku.


"Makan lah hingga kenyang, itu semua untuk mu Natasha" ucap Nenek lalu duduk bersebrangan dengan ku.


Aku memakan cupcake itu dengan berbinar-binar.


"Nyapp" paduan krim, stroberi dan roti yang lembut membuat ku sangat ingin menghabiskan semua nya.


"Gimana enak?" tanya nenek sambil melihat ku makan dengan lahap.


"Enyakk" ucap ku.


"Makan lah pelan-pelan, lihat lah...pipi mu di penuhi krim" ucap nenek terkekeh sambil mengelap krim itu.


Selesai makan melihat ke arah jendela,di luar sana di penuhi banyak salju.Nenek menggendong ku menuju masuk ke dalam kamar.


"Natasha, kamu di kamar saja ya?diluar sangat dingin" ucap nya.


"Nenek akan menemanimu tidur di sini ,ini kamar Ibu mu" Raut wajah Nenek berubah menjadi sedih ketika menyebut Ibu.


Aku yang melihat Nenek sedih pun terheran-heran sebenarnya ada apa dengan ibu ku?.


Aku melihat sekeliling dan terlihat sebuah foto besar seorang wanita berambut putih dengan mata biru yang mirip seperti ku.


"Ibu? " ucap ku sambil menunjuk ke arah foto.


"Ah kau mengenali nya langsung karena tau rambut mu sama dengan ibu?" tanya Nenek sambil tersenyum.

__ADS_1


"Benar,itu ibu mu sayang" lanjut nenek sambil memeluk ku.


"Dia sangat mirip dengan mu bukan?" tanya Nenek sambil menangis.


Aku memandang Nenek yang sedang menangis, lalu memeluk nya erat. Aku tidak tau apa yang terjadi, Namun rasa sakit melihat nenek menangis itu tersampaikan ke hati ku.


Tiba-tiba saja seorang Pria tua masuk ke kamar.


"Ada apa?kenapa kau masuk ke kamar Christia?" tanya pria itu.


Lalu nenek membalik kan badan nya, dan terlihat aku yang sedang duduk di atas tempat tidur.


Pria tua itu terkejut, menatap ku tidak percaya.


"Kenapa dia ada disini?" tanya pria tua itu.


"Louis menitip kan nya untuk beberapa hari karena pekerjaan" ucap Nenek lalu mengelus kepala ku pelan.


Pria tua itu menatap ku lalu pergi dari kamar.


"Nah itu kakek kamu" ucap nenek kepada ku.


"Dia memang sedikit tegas, tapi tenang saja hati nya sa~ngat baik" ucap Nenek tersenyum simpul.


Tatapan kakek tadi seperti tidak menyukai kedatangan ku di rumah ini.


Aku menatap kembali foto Ibu


"Ibu di mana ya?" batin ku.


3 hari yang lalu.


Kabar mengenai Natasha yang selamat dari penculikan itu pun tersebar luas di kota.


...KERAJAAN EILLEEN...


"Saya Vallen Reldric menghadap yang mulia Raja" Ucap Vallen sambil menunduk.


"Yang Mulia, orang-orang ini yang sudah mencuri serta mengancam Putri Duke Louis Katelyn.."sambil menunjuk ke arah Para Pencuri.


"...menurut saya tindakan membunuh,mencuri serta mengancam bisa mendapatkan hukuman yang besar, apa lagi yang melakukan nya orang seperti tuan Viscount Baul Chester, yang sejak awal sudah mengetahui hukum dan ganjaran yang di dapatkan akibat membunuh, mencuri dan mengancam." ucap Vallen sambil menatap dingin ke arah Viscount.


"Aku sangat kecewa dengan perbuatan mu Viscount Baul" ucap Raja sambil menatap dingin ke arah Viscount.


Wajah Viscount pucat Pasih, Ia menggigit bibir bawah nya menahan kesal.


"Bagaimana dengan kondisi Putri Duke?" tanya Raja kepada Vallen.


"Nona Natasha mengalami luka gores di lengan nya Yang Mulia dan trauma dengan kejadian ini" Jawab Vallen.


"Membunuh,melukai,mengancam,mencuri. sepertinya hukuman mu akan sangat berat Viscount Baul" cetus Raja yang membuat Viscount angkat bicara.


"YANG MULIA SAYA MELAKUKAN NYA DEMI KEDAMAIAN NEGERI INI" teriak nya.


"Demi kedamaian negeri?atau demi keuntungan mu sendiri?kau malah merepotkan dan memalu-malu kan negeri ini dengan melakukan hal-hal bodoh itu..!" celetuk raja sambil mendekat ke arah Viscount Baul Chester.


"Dimana Duke Louis Katelyn?" Tanya Raja kepada Vallen.

__ADS_1


__ADS_2