
"A-ah maafkan saya, saya seharusnya tidak menanyakan itu" Elly menundukkan wajahnya.
"Tidak ada apa-apa, Lee memang seperti itu...suka mengurung diri dan hanya berlatih pedang di rumah" kata Brian berbicara sambil melihat keluar ruangan, "Sebentar lagi pukul sepuluh, acaranya akan di mulai bukan?" Ucap Brian mengalihkan topik.
"Iyaa pangeran, sebentar lagi acara akan di mulai" Jawab Avilyn yang baru saja kembali setelah mengatur beberapa persiapan.
Ap-apa? tunggu sebentar, aku tidak mau acara di mulai sebelum ayah kembali! ayah sudah berjanji kepadaku.
Natasha memeluk Elly, Ia berharap Elly bisa mengerti bahwa ia ingin menunggu ayahnya kembali, "Eyi" mulutnya melontarkan nama perempuan itu, tetapi kata itu masih kurang jelas, dan membuat Elly sontak kaget.
"Nona!! Anda Memanggil nama saya? Hah saya senang sekali kata pertama yang di keluarkan mulut nona itu nama saya! tetapi..." Elly melihat kesamping, ternyata Avilyn menatap Elly dengan cemburu.
"Huf tidak adil!! Kenapa bisa nama mu duluan yang keluar dari mulut nona? Tuan pasti marah besar kalau tau kata pertama yang keluar dari mulut nona itu nama mu Elly" ucap Avilyn cemburu.
"HIIIIIII" Elly sontak merinding membayangkan ia dimarahi oleh Tuannya, "Be-benar juga ,Tuan pasti cemburu seperti mu" Kata Elly tersenyum sinis menatap Avilyn seolah berkata "Hehe aku menang"
Natasha melihat perkelahian mereka berdua dan hanya bisa menghela nafas, terkadang mereka terlihat kekanak-kanakan tetapi mereka menunjuk sisi baik mereka, ini membuktikan mereka sama sekali tidak stres telah bekerja disini.
Mereka sangat menyayangi Nonanya seperti adik mereka sendiri, Natasha beruntung memiliki mereka, Natasha bertekad pasti ia akan melindungi mereka jika sudah besar kelak, namun untuk saat ini ia hanya bisa tersenyum lelah karena selanjutnya Avilyn terus memaksakan mulut nona nya untuk bisa mengucapkan namanya.
"Nona, ayo coba sebutkan nama saya!! A-v-i-l-y-n" kata avilyn menyuruh Natasha.
Butiran keringat muncul di dahi Natasha, awalnya ia ingin meminta agar acara dilaksanakan saat ayahnya pulang, tetapi ia malah belajar menyebutkan sebuah nama.
"Hahaha sudah lah Avilyn, penyebutan namamu itu sulit, jangan memaksakan nona begitu dong" kata Elly meledek dan tertawa. Wajah Avilyn sedikit kesal dengan perkataan Elly "huhh" Avilyn memalingkan wajah.
Setelah perdebatan tadi, mereka berdua memutuskan untuk melaksanakan acara, "Ayo kita mulai acara nya nona" ucap Elly dan Avilyn.
"Ah ap-apa tu-tunggu sebentar, ayah belum datang" lalu Natasha teringat kata-kata ayahnya.
"Ayah akan pulang secepat mungkin, ayah berjanji"
Natasha menundukkan wajahnya dengan lesu, "Ayah berbohong" ucapnya kesal.
Lalu acara di mulai dengan di nyanyikan lagu ulang tahun, anak para bangsawan juga ikut bernyanyi dengan gembira.
"Selamat ulang tahun"
__ADS_1
Selesai menyanyikan lagu ulang tahun, sudah saat nya memotong kue. Sebelum memotong kue, pastinya Natasha membuat sebuah permohonan, "Semoga dengan versi dan wujud terbaruku yang sekarang, aku bisa mengubah alur cerita di dunia ini menjadi lebih baik, dan lindungilah orang-orang baik yang ada di sekitar ku, serta jauhkan lah kejadian-kejadian yang tidak di ingin kan!!" Setelah membuat permohonan saat nya memotong kue.
Saat ingin memotong kue.... "Brak" suara pintu tiba-tiba di dobrak. Suara dobrakan pintu itu sontak membuat semua orang yang berada di taman kaca itu kaget.
"Hah...hah..hah..maaf..aku sedikit terlambat" ternyata itu sang ayah, dengan nafas yang terengah-engah dan membawa sebuah hadiah.
A-ayah!!
Louis mendatangi putrinya dengan nafas yang masih terengah-engah karena berlari, lalu menggendong dan memeluk putrinya dengan erat.
Seisi ruangan terdiam, seperti melihat suatu adegan romantis, "Ayah sudah membeli hadiah yang kau ingin kan" lalu Louis memberikan nya kepada Natasha, Mata sang anak berbinar-binar dan mengeluarkan air mata kebahagiaan-memeluk sang ayah.
"Te-lima kacih" ucap Natasha yang membuat mata sang ayah membulat kaget mendengar perkataan itu , lalu menatapnya yang sedang menangis.
"Sama-sama" jawab ayahnya tersenyum menatap putrinya sambil mengelus helaian rambut sang putri.
Sontak seisi ruangan bertepuk tangan karena melihat kejadian yang luar biasa di depan mata mereka.
Lalu sang ayah membantunya untuk memotong kue yang sempat tertunda tadi, dan menyuapi kue itu kepada putrinya.
Hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagi Natasha, ia ingin terus seperti ini, apa ia egois menginginkan ini semua? andai saja di dunianya yang asli seperti ini.
"Nyam-nyam-nyam enak nya" Natasha memakan kue hingga mulutnya berantakan dengan krim kue.
Elly yang sedari tadi khawatir melihat Nonanya, mengambil kain lap lalu mengelap mulut Natasha yang penuh krim dengan sangat berhati-hati, "Makan nya pelan-pelan nona, saya ingin menyuapi tetapi nona tidak mau" ucap Elly lesu.
Sisa kue yang ada, di bawa oleh para pelayan untuk di simpan. Natasha hanya bisa menatap sisa kue yang di bawa oleh pelayan dengan sedikit memberontak.
Arghhhh aku mau lagi kue itu!!!
Ayahnya menghampiri putrinya "Ada apa Natasha? apa kamu mau kue lagi?..." Tanya sang ayah, "...tenang saja kue itu semuanya milik mu, jika kamu menginginkannya...minta saja." ucap sang ayah sambil mengusap sisa krim di bibir putrinya.
Mata Natasha berbinar-binar, "Benarkah semua kue itu untuk ku? Mwheee aku pikir...aku tidak akan boleh memakan kue lagi."
Acara selesai, anak para bangsawan satu persatu menghampiri Natasha untuk mengucapkan selamat dan memberi hadiah, pangeran Brian juga menghampiri, sepertinya Ia mau pulang.
"Selamat ulang tahun nona kecil, ini hadiah dari saya! Semoga anda menyukainya" Brian memberikan hadiah-Avilyn mengambil hadiah itu lalu meletakkan di tempat hadiah yang di kumpulkan.
__ADS_1
"Terima kasih pangeran, anda sudah berkenan datang ke acara nona, hati-hati di jalan ya~"ucap Elly tersenyum dan sedikit menunduk.
Brian hanya mengangguk "sampai jumpa lagi nona, kita akan bertemu lagi bukan?" ucap pangeran Brian sambil tersenyum lalu melangkah pergi. Natasha hanya menatap kepergiannya dengan kebingungan yang di tinggalkan.
"kita akan bertemu lagi?"
Suasana di ruang taman kaca sudah sepi tersisa hanya Natasha dan Avilyn, hari juga sudah menjelang sore.
Sedangkan ayahnya pergi ke ruang kerja karena ada hal yang harus ia lakukan. Natasha masih melamun memikirkan kata pangeran itu, saat memikirkan itu Avilyn membuatnya tersadar.
"Nona hadiah ini saya akan menaruhnya di kamar Nona ya~" ucap Avilyn sembari menunjukkan hadiah yang bertumpuk namun sudah tersusun rapi olehnya.
"Hadiah ini banyak sekali, akan ku buka hadiah itu satu persatu nanti." Ucap Natasha sambil menatap hadiah yang menumpuk.
Sementara Avilyn sibuk dengan hadiah, Natasha tidak melihat Elly, "Elly di mana ya" Natasha melihat kesana-kemari mencari keberadaan wanita berkacamata itu. Tidak ada siapa-siapa selainnya dan Avilyn.
"Eyi" ucapnya mencari Elly. Mendengar Nonanya memanggil Elly, Avilyn pun menghampiri nonanya.
"Nona mencari Elly? Elly tadi di panggil oleh tuan ke ruangan kerja" ucap Avilyn.
Tidak lama setelah itu Elly kembali dengan wajah letih, "Huhh tadi aku dan Vallen di suruh mengangkat kertas-kertas, banyak sekali" ucap Elly mengeluh.
"Vallen?? dia Sudah kembali? bukan kah dia di perintahkan Tuan Duke untuk menjaga perbatasan?" ucap Avilyn kaget lalu cepat-cepat menghampiri Elly, "Bagaimana kabar nya? sehat? apa dia semakin tampan?" Pertanyaan Avilyn memburu wanita berkacamata itu.
"Dia sudah kembali, aku juga sempat terkejut, anu... Vallen semakin tampan saja tauu heheheh." Elly tertawa geli, semburat merah muncul di pipi Elly.
"Kyaaa aku ingin melihatnya!! di mana dia?" Tanya Avilyn yang sama halnya dengan Elly pipi mereka berdua kini memerah.
"Dasar orang dewasa" ucap Natasha mengeluh.
Natasha mendengar perkataan Elly tentang Vallen itu pun juga penasaran, "Siapa Vallen ini?"
...***...
"Vallen bagaimana keadaan perbatasan?" tanya Louis sambil duduk di meja kerja dan meminum teh.
"Keadaan di sana sangat aman tuan, sesuai perintah anda bahan makanan dan minuman sudah di antar ke perbatasan" ucap Vallen berdiri di hadapan Louis.
__ADS_1
"Bagus" ucap Louis mengangguk.