
Ibu guru mengangguk setuju dengan ucapan Caesar yang menandakan bahwa Caesar boleh melatih energi Natasha. Natasha hanya bisa pasrah mengikuti keinginan ibu guru.
Setelah belajar Natasha ingin menunjukkan kekuatannya pada Elly dan Avilyn, tidak lupa dengan Caesar yang masih mengikutinya dari belakang.
"Hei jangan mengikuti ku" titah Natasha membalikkan badannya menghadap Caesar yang sedari tadi mengikutinya.
"Aku ingin makan" ucap nya menatap datar ke arah Natasha.
Caesar berlalu dan meninggalkan Natasha sendirian di lorong rumah. Natasha melihat Caesar yang mulai melangkah jauh dari nya, sesekali Natasha memaki nya dari kejauhan.
Sambil berjalan di lorong, Natasha mengingat kembali tujuan Ia di dunia komik ini. Natasha berfikir karena ia terlalu di manjakan di dunia ini, ia menjadi sangat lemah dengan segala hal.
"Ayo... ingat tujuan mu Catherine, umur Natasha sudah hampir masuk delapan tahun. Dan kau masih bermanja-manja?" ucap nya pada diri sendiri.
"Kira-kira apa yang membuat ayah membunuh semua pelayan dan penjaga saat di cerita itu ya, apa aku harus menghentikan itu? hahh aku membutuhkan penjelasan dari seseorang" ucap Natasha lalu mempercepat jalannya.
Tidak jadi memamerkan kekuatannya pada Elly dan Avilyn, Natasha memutuskan untuk kembali ke ruangan belajarnya. Ia ingin mencari buku dan membacanya agar bisa memperluas wawasan nya.
Satu persatu Natasha membaca buku nya itu, dan di antara banyaknya buku itu. Natasha melihat satu buku yang sangat menarik baginya.
"Reinkarnasi?" Natasha perlahan membaca buku itu.
"Melalui Reinkarnasi seseorang akan berusaha untuk mencapai tujuan hidupnya." ucap Natasha yang sedang membaca buku.
Dia berpikir keras dengan kalimat itu.
Apa aku masuk ke komik ini karena keinginan Natasha?apa yang dia inginkan dari ku batin Catherine kebingungan.
Srakkk
Tiba-tiba saja angin berhembus kuat di dalam ruangan, membuat lembaran-lembaran kertas berpindah halamannya. Dan suara dentuman yang membuat Natasha jatuh dari kursinya.
Brakk
Suara nyaring memenuhi pikiran Natasha.
Natasha terbangun di ruangan hampa serba putih di sekelilingnya. Natasha yang sedang terduduk di ruangan itu mundur secara perlahan.
"Ap-apa yang terjadi" ucap nya dengan khawatir.
Muncullah suara perempuan yang entah dari mana berasalnya, yang membuat Natasha terkejut dengan kedatangan suara itu.
"Natasha" ucap nya dengan lembut sedangkan Natasha masih kebingungan dengan keberadaan pemilik suara itu.
__ADS_1
"S-siapa?" tanya Natasha dengan gugup.
"Ibu mu Natasha."
Ungkapan dari suara itu membuat Natasha terkejut tidak karuan, karena ia tahu bahwa ibunya sudah lama meninggal.
"Aku tau kau bukan anak ku yang sebenarnya, karena anak ku sudah lama tiada. Kau pasti sangat terkejut saat tiba-tiba saja kau berada di dunia ini kan?" tanya nya.
"Itu karena ku memilih mu sebagai pengubah nasib anak ku dan ayahnya."
"Ja-jadi kau tau? lalu bagaimana dengan tubuh ku di dunia asli ku?" tanya nya dengan nada khawatir dan penasaran.
Suara itu tiba-tiba diam sejenak dan melanjutkan percakapannya, "Kau memiliki seorang ayah bukan? Dia membunuh mu."
"A-apa? T-tidak mungkin." Catherine menggeleng kan kepalanya tanda tidak percaya.
Perlahan ia menitik kan air matanya dengan rasa kecewa yang sangat dalam, ia tidak sanggup mendengar ungkapan dari wanita itu yang katanya dia adalah ibu dari Natasha.
"Aku tahu rasa sedih mu, tetapi sebagai gantinya nasib buruk kehidupan mu yang dulu, aku mempercayakan mu untuk mengubah takdir kematian anak dan suamiku."
"Kenapa!! kenapa harus aku" teriak Catherine yang masih menangis.
"Karena kau wanita yang kuat, aku yakin di dunia ini kau akan mendapatkan segalanya yang kau mau, dan orang-orang yang senantiasa membantumu. Maaf jika aku tidak dapat menjadi peran ibumu seutuhnya."
"Kau kuat, aku tau itu. Meski bagi mu ini berat, kau pasti bisa melewati nya. Aku sudah mengubah nya sedemikian baik, namun tidak bisa semuanya." ucapan itu terdengar jelas di telinga Catherine.
"Di sini adalah dunia mu yang baru, jadi jalani lah."
"Kau bertanya bukan? apa yang membuat ayah mu membunuh pelayan dan penjaga?"ucapan nya terhenti sejenak.
"Itu karena ayah mu terpaksa. Seseorang telah mengancam ayah mu dengan ingin membunuhmu jika ayah tidak mendengar ucapannya." ucap Christia lalu mengelus pelan rambut Natasha.
Christia melepas pelukannya dari Natasha, "Berjuang lah, hingga umur mu melewati tiga belas tahun. Hindarilah kematian mu." Ucap Christia lalu perlahan ia menghilang.
Suara dentuman kembali terdengar.
"Na"
"Nata"
"Natasha"
Suara panggilan namanya terdengar samar-samar.
__ADS_1
"Hahhh" Natasha terbangun dari pingsannya dengan nafas terengah-engah. Ya dia pingsan saat tertarik ke ruang hampa itu. Natasha melihat bahwa ia sudah di atas tempat tidur saat terbangun.
"Ak-aku kenapa?" tanya nya kepada Caesar yang sedari tadi duduk di sebelahnya.
"Kau pingsan, sekarang kau sedang di kamarku." ucapnya sambil mengupas buah apel.
"Aku?Aku pingsan?" tanya nya memastikan lagi.
"Iya kau pingsan" ucap Caesar dengan sedikit menekan kata-katanya.
Natasha mengusap wajah nya, ia masih memikirkan kejadian di ruang hampa tadi.
Apa yang harus kulakukan.
Caesar menatap Natasha dengan wajah heran, "Kau kenapa? kenapa wajah mu tertekan begitu?"
"Apa kau mengetahui tentang Reinkarnasi?" tanya Natasha tiba-tiba.
"Reinkarnasi? ya aku tau itu. Kenapa?" tanya Caesar dengan tampang datarnya.
"Apa kau percaya itu?" tanya Natasha sekali lagi.
"Hmm ya aku cukup percaya." Jawab nya lalu memberikan buah apel yang sudah ia kupas kepada Natasha.
Natasha ragu untuk memberitahukan pada Caesar bahwa ia adalah seseorang yang Ber- Reinkarnasi.
Apa Caesar akan percaya jika aku ini adalah orang yang ber-Reinkarnasi?
Natasha memilih untuk menghentikan topik yang ia mulai sebelumnya. Ia memakan buah apel yang telah di kupas oleh Caesar.
"Apa ayah tau aku pingsan?" Tanya Natasha.
"Tidak" jawab Caesar dengan singkat.
Natasha menghela nafas nya, bersyukur bahwa ayahnya tidak mengetahui bahwa ia pingsan. Jika ayahnya mengetahui ia tidak tahu secemas apa ayahnya nanti.
"Kau yang membawa ku kesini?" tanya Natasha lagi.
"Iya, aku tidak melihat mu sama sekali saat makan. Padahal kita bersama-sama ingin pergi ke ruang makan bukan? Setelah makan, aku memutuskan ke ruang belajar mu. Dan tiba-tiba saja melihat mu yang sudah tergeletak di lantai." jelas Caesar.
"Hahh aku berhutang banyak pada mu" ucap Natasha sambil memegang tangan Caesar.
"Ya-ya, kau harus istirahat dulu. Aku menunda latihan pedang mu." ucap Caesar lalu secepat mungkin melepaskan tangan Natasha yang memegang tangan nya itu.
__ADS_1