
Seorang ksatria yang sangat dipercayai dan terkuat di negeri ini, bernama Zay Katelyn.
Benar, dialah ayah dari Louis Katelyn dan kakek dari Natasha Katelyn.
Memiliki rupa yang tampan serta di juluki ksatria pedang hitam, sangat tidak dipungkiri bahwa Zay memiliki banyak musuh dari luar maupun dalam negerinya sendiri.
Rasa iri dan kebencian dari sekelompok orang sudah sangat sering dirasakan oleh Zay.
Setiap orang pasti ingin kehidupan tanpa adanya rasa iri, dendam bahkan kebencian dari orang lain, begitu pula dengan Zay.
Semenjak ayahnya wafat, ialah yang menggantikan sang ayah.
Pilihan yang sangat berat, ia tahu musuh ayahnya sangat banyak di luar sana dan juga saat itu Zay masih berusia enam tahun.
Tidak ada pilihan, ia tetap harus menjadi ksatria, ia akan menanggung semua rasa iri dan kebencian dari musuh-musuh ayahnya, ia juga akan menghabisi semua musuh-musuh ayahnya bahkan musuhnya sendiri.
Ia ingin keturunan nya hidup damai dan aman tanpa orang-orang yang tidak menyukai dan ingin menyakiti mereka.
Penyergapan, pembunuhan, bahkan kasus pencurian sudah sangat sering terjadi di kehidupan Zay. Pada saat Zay lahir, Ibunya di curi lalu menghilang tanpa jejak, lalu ayahnya terbunuh dalam peperangan.
Karena berbagai macam kejadian itu, pundak Zay di paksa kokoh untuk berdiri.
Setelah 20 tahun menjadi Ksatria, tentu saja ia menjadi sangat ahli dengan pedang, banyak pencapaian yang telah di raih oleh Zay salah satunya ia dapat menuntaskan peperangan yang dapat menghancurkan negeri ini dengan strategi bijaknya.
Zay menikahi seorang wanita biasa, bukan keturunan bangsawan atau bahkan berasal dari kalangan tinggi.
Ia hanya seorang wanita penjual bunga di ujung perbatasan kota.
Hingga lahirlah Louis dalam kehidupan mereka.Karena ia seorang anak laki-laki, Louis sangat tidak bisa diam diri.Louis memiliki sifat penasaran yang sangat tinggi.
Setiap keluar rumah, Louis pasti menghilang entah kemana.Terkadang Zay dan Istrinya sangat kesulitan menjaga Louis.Saat Louis mendatangi kediaman neneknya, ia keluar diam-diam dari rumah lalu berjalan kearah pasar meninggalkan ayah dan ibunya yang sedang berbicara dengan neneknya.
Louis menghampiri penjual coklat dan ingin membeli 1 buah coklat.
"Pak aku mau membeli satu buah coklat" ucap Louis dengan wajah imutnya.
"Kau mau membeli? apa kau punya uang?" tanya penjual coklat.
Louis mengeluarkan uang dari saku nya, "ini pak, apa itu cukup?" tanya nya.
Penjual coklat itu mematung sejenak, ia terkejut karena anak sekecil ini membawa uang yang sangat banyak.
"Aku ingin membeli satu, ambil uang itu sesuai harganya, jangan curang"
__ADS_1
"B-baik" Penjual langsung menyiapkan coklat pesanan Louis.
Saat Louis ingin pergi, penjual coklat itu mencegatnya.
"Nak kau mau kemana? di sana berbahaya, jika kau sembarangan masuk, kau akan ditangkap" ucap penjual coklat itu menakut-nakuti.
Mendengar ucapan penjual coklat itu, Louis bukannya takut, malahan ia semakin bersemangat untuk berjelajah.
"Tolong menyingkir" Louis melanjutkan perjalanan sedangkan penjual itu terus memanggil Louis agar tidak kesana.
Awalnya sepanjang perjalanan itu aman-aman saja, hingga ia melihat orang-orang yang tergeletak di tempat kumuh dan ada dua orang pengawal yang sedang menjaga pintu itu.
Mata Louis membesar, ia mulai mundur secara perlahan dan segera berlari kembali kerumah neneknya.
"Ayah-ayah!" teriak Louis dari kejauhan lalu memeluk ayahnya yang sedari tadi sedang mencarinya.
"Ayah, aku melihat suatu tempat yang kumuh di sana" ucap Louis tergesa-gesa.
Zay berjongkok di hadapan Louis dan menyuruhnya untuk berbicara secara perlahan.
"Hey tenanglah, kenapa kau begitu tergesa-gesa dan dari mana saja kau?"
Louis mulai mengatur nafasnya "Ayah, disana ada sekelompok orang yang tergeletak di tempat kumuh, seperti diasingkan. Tempatnya juga di jaga oleh pengawal!"
Zay menatap kebingungan dan segera menyuruh Louis agar mengarahkannya ketempat itu.
Zay mendekati pengawal yang berdiri
"Hey tempat apa ini?" tanyanya sambil bertatap tajam.
"D-duke Zay Katelyn? bagaimana anda bisa disini?" ucap pengawal itu terkejut.
"JELASKAN PADA KU" teriak Zay sambil menarik kerah pengawal.
Louis bersembunyi di balik tubuh ayahnya karena takut. Baru pertama kali ini ia melihat ayahnya yang sangat-sangat marah. Bagaimana tidak ayahnya marah, sedangkan di depan mereka terlihat banyak sekali orang yang meminta tolong, orang-orang itu sangat kurus, Bahkan ada anak bayi yang menangis karena kehausan.
"Ayah...ayaaaahh" Natasha berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar ayahnya dengan tidak sabar.
Louis terbangun dari tidurnya "mimpi ini lagi?"
Ia segera membukakan pintu karena sangat berisik. Louis ingin memarahi Natasha, namun anaknya itu langsung menarik lengannya dengan tidak sabar.
"Hey kita mau kemana?" tanya Louis kebingungan.
__ADS_1
"kemana lagi ayah? kita akan berlatih pedang bersama-sama!" teriak Natasha bergembira.
Sesampainya di arena latihan, Caesar sedang bersiap-siap sambil memegang pedang nya, dan mencoba melawan salah satu Ksatria kediaman Katelyn.
"Ayahh, coba lihat" ucap Natasha sambil menunjuk kearah Caesar dan ksatria tersebut.
Pertarungan terlihat sengit, suara besi yang saling menghantam terdengar nyaring.Ksatria nampak kewalahan, namun ksatria itu tidak ingin menyerah, ia terus melawan.
Sringg
"Wahh keren" ucap Natasha sambil bertepuk tangan.
Sedangkan Louis, ia bersedekap dada sambil melihat pertarungan sengit itu.
Sringg
Pedang Ksatria itu terbang lalu tertancap di dinding karena di tepis kuat oleh Caesar. Caesar mengarahkan pedangnya tepat di dada ksatria itu. Hening sejenak, Caesar menurunkan pedangnya dari hadapan ksatria itu.
Ksatria itu menelan ludah melihat kehebatan Caesar.
"Caesar, kau sangat hebat!" ucap Natasha lalu berlari mendekati Caesar.
"Ajari aku dong, gaya menepis mu sangat keren, seperti ini" Natasha memeragakan gerakan menepis yang di lakukan Caesar tadi.
"Ayahmu juga hebat" ucap Louis lalu menepuk Pelan rambut Natasha.
"Benarkah? biasanya orang hebat diakui bukan mengakui" ucap Natasha sambil menurunkan tangan Louis dari kepalanya.
"Kau tidak percaya?" tanya Louis lalu duduk di sebuah bangku.
"Percaya sih, kan ayah seorang Ksatria.
Tapi aku belum pernah lihat ayah memegang bahkan mengangkat atau mengayunkan sebuah pedang" ucap Natasha.
"Ayah bahkan bisa mengayunkan dua pedang sekaligus, kau harus tau itu"
"B-benarkah?" Mata Natasha langsung berbinar-binar.
"Kalau begitu...tunjukkan pada ku!" ucap Natasha tidak sabar.
"Lain kali saja, aku sedang sibuk. Ayah ingin kembali ke kamar" ucap Louis berlalu.
Terlihat wajah kesal pada Natasha, rasa ingin tahu nya belum terjawab oleh ayahnya.
__ADS_1
Kalau tidak ingin menunjukkan sekarang, lebih baik jangan di beri tahu pada ku! Bikin penasaran saja.
"Hey Caesar, ayo ajarkan aku gerakan-gerakan berpedang itu"