Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan

Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan
Chapter 25: Kekuatan


__ADS_3

Pedang itu Natasha arah kan pada leher Caesar dengan berani. Ia melakukan ini karena sesuatu dan lain hal.


Tidak ada ekspresi panik maupun takut di wajah Caesar, "Haha berani-berani nya mengarahkan pedang itu dengan orang yang lebih ahli dari mu."


Caesar menatap Natasha dengan wajah datarnya, dia tahu bahwa Natasha tidak dapat melakukan lebih dari ini dan hanya sekedar mengancam nya dengan pedang.


"Jujur saja, sebenarnya apa tujuan mu kemari? Bukannya aneh, anak usia 17 tahun seperti mu sudah memiliki banyak pekerjaan?" ucap Natasha dengan tegas.


Caesar menghela nafas nya, "Tidak aneh. Di desa, anak-anak remaja sudah memiliki pekerjaan seperti ku. Dan satu hal yang harus kau tahu, di sana pendidikan saja susah. Makanya anak-anak susah seperti kami ini memutuskan untuk mencari pekerjaan."


"Apa kau mencurigai pekerjaan ku? Di sini aku hanya ingin menjadi pelatih pedang mu. Itu saja. Jika kau sudah lebih jago dari ku, pekerjaan ku selesai." Ucap Caesar menjelaskan.


Natasha menurunkan pedang itu, rasa iba dan bersalah muncul di dalam hatinya. Hanya satu kata yang muncul di mulut Natasha.


"Maaf" ucapnya sambil menundukkan kepala.


Caesar hanya menjawab dengan anggukan dan senyum tipis di bibirnya.


Dia tidak bisa memarahi Natasha atas kelakuan nya itu. Caesar mengerti dengan perasaan takut dan curiga berlebihan yang Natasha alami. Salahnya juga tiba-tiba saja melamar menjadi penjaga sekaligus pelatih pedangnya Natasha.


Sejak itu Caesar mengetahui bahwa Natasha adalah seorang anak yang memiliki rasa tahu yang tinggi, dan sikap waspada.


"Sudah lah, angkat kepala mu. Aku tidak mempermasalahkan hal itu." Ucap Caesar.


Walau begitu Natasha masih memiliki rasa bersalah di hatinya, "Sebagai tanda permintaan maaf ku, aku akan membelikan mu apa saja di kota."


Caesar menatap mata Natasha dengan tidak percaya, "benarkah?" tanya Caeser.


"Ya, tapi tidak sekarang. Aku akan meminta izin terlebih dahulu pada ayah. Semoga saja ayah mengizinkan ku." ucap Natasha.


"Kenapa harus menunggu izin dari ayah mu?kita bisa pergi tanpa ketahuan oleh ayahmu" ucap Caesar.


Natasha terkejut dengan ucapan Caesar, "A-apa? Bagaimana bisa? Disini banyak penjaganya kau tau!"


Caesar menertawakan tingkah laku Natasha, "Sudah lah, kau masuk sana. Sudah malam, anak kecil seperti mu harus tidur tepat waktu."


Natasha kesal dengan ucapan Caesar, lagi pula ucapan Caesar benar. Dia sudah sangat mengantuk sedari tadi cuman, dia menahannya agar dapat menanyakan pertanyaan yang dia penasaran kan kepada Caesar.


"Ya, aku akan tidur." ucap Natasha berlalu dari hadapan Caesar.


Sedangkan Caesar masih melanjutkan mengasah pedangnya itu sambil berpikir tentang melatih Natasha besok. Sesekali dia menguap karena mengantuk.

__ADS_1


"Anak itu akan kuat seperti ayahnya"


"Non...nona, bangun lah"


Natasha membuka matanya perlahan, melihat siapa yang membangunkan nya pagi-pagi ini. Ia sangat mengantuk karena tidur larut malam.


"Elly aku masih mengantuk, boleh kah aku tidur satu jam lagi?" tanya nya dengan sedikit nada merengek.


"Aduh tidak bisa nona, nona harus belajar kan hari ini?" ucap Elly.


Natasha hanya menjawab dengan anggukan. Ia tidak peduli karena waktu tidurnya itu sangat penting baginya.


Elly masih berusaha untuk membangunkan nona nya itu "Non, ayo bangun. Tuan Duke sudah menunggu di depan pintu."


Mendengar ucapan Elly, seketika Natasha langsung terbangun dari tidur nya itu.


"A-ayah"


Terlihat ayah nya yang sedang menyandar di salah satu pintu sambil bersedekap. Dan melihat ke arahnya yang baru saja terbangun dari tidur, dengan masih menggunakan baju Piyaman berwarna biru tua itu.


"Kau belum mandi?" Ucap ayahnya dengan wajah datar.


Sekarang Natasha sedang berada di dalam ruangan belajarnya, lagi-lagi menunggu sang ibu guru yang datang agak sedikit terlambat.


Sambil menunggu, Natasha memutarkan pulpen yang ada di tangannya.


Geletak.


Pulpen itu terjatuh dan menggelinding ke arah kaki seseorang. Seseorang itu pun mengambil pulpen itu.


"Kau ini, sangat ceroboh"


"Caesar? kenapa kau disini?" tanya Natasha penasaran.


"Tenang lah, aku sudah meminta izin pada tuan Duke untuk melihat mu belajar. Aku juga ingin melihat beberapa buku di ruangan ini" ujar Caesar.


Natasha memutuskan untuk tidak menghiraukan keberadaan Caesar di ruangnya itu, dan memilih untuk tiduran di atas mejanya sambil menunggu ibu guru datang.


"Tidak belajar?" tanya Caesar yang sedang memegang buku.


"Belum, ibu guru belum datang."

__ADS_1


Caesar menghampiri Natasha yang masih tiduran di atas meja, "Jika kau menunggu ibu guru mu datang, sampai kapan pun kau tidak akan belajar karena harus menunggu ibu guru mu datang terlebih dahulu. Setidaknya kau harus Inisiatif sedikit untuk belajar tanpa ibu guru." gerutunya lalu meletakkan sebuah buku di atas kepala Natasha.


Salah besar dia mengganggu Natasha yang sedang menahan kantuk nya itu, Natasha perlahan bangun dari tempat duduk nya dengan wajah tertunduk kesal.


"Husss jangan berisik, aku sedang mengantuk kau tau!" teriak Natasha lalu mengagetkan ibu guru yang baru datang.


Natasha dan Caesar secara bersamaan melihat ke arah ibu guru.


Astaga Natasha, kenapa kau berteriak di waktu yang tidak tepat batin Natasha.


"B-bu guru sudah datang? hehe" Natasha terkekeh untuk menutupi rasa malu nya tadi.


"Nak Natasha, maafkan ibu karena terus-terusan terlambat" ucap Ibu guru dengan ekspresi tidak enak.


"T-tidak apa-apa Bu" Jawab Natasha lalu mempersilahkan ibu guru duduk.


Bu guru melihat Caesar yang sedari tadi berdiri di sebelah Natasha dengan memegang sebuah buku.


Nak Natasha membawa penjaganya ya.


Bu guru pun memulai pelajaran, "Baiklah hari ini kita akan memulai mengaktifkan kekuatan Nak Natasha" ucap ibu guru lalu menyuruh Natasha untuk berdiri.


"Coba nak Natasha memejamkan mata, lalu tariklah nafas dengan santai dan hembuskan secara perlahan."


Natasha mengikuti ucapan ibu guru secara perlahan-lahan, sebenarnya ia sudah tidak sabar untuk mengaktifkan kekuatan yang ia miliki itu.


Perlahan Natasha membuka matanya dan melihat di seluruh tubuh nya mengeluarkan cahaya berwarna biru terang.


"Coba fokuskan pada bagian yang nak Natasha mau."


Natasha memilih untuk memfokuskan kekuatan itu pada jarinya, dan benar saja kekuatan itu pindah ke jari nya. Namun sebentar saja kekuatan itu muncul, kekuatan sihir itu banyak mengambil energi dari tubuh Natasha sehingga tubuh Natasha masih belum bisa mengontrol sihir itu dengan baik.


"Nah sudah aktif, Nak Natasha mempunyai kekuatan sihir yang sangat mirip dengan nyonya Christia. Nak Natasha harus terus menerus melatih kekuatan energi nak Natasha. Karena, sihir itu memerlukan energi yang sangat banyak dari dalam tubuh" ucap Ibu guru.


Bohong jika Natasha tidak terkejut dengan ini semua. Karena sebelumnya ia adalah manusia biasa, dan sekarang ia adalah seseorang yang memiliki kekuatan sihir.


Ia melihat tangan nya dengan tidak percaya, "Bu, apakah kekuatan ini bisa ku salurkan pada benda-benda apa saja?" tanya nya penasaran.


"Tentu, asalkan Nak Natasha memfokuskan kekuatan itu pada satu titik seperti tadi." jawab Ibu guru lalu terkekeh pelan melihat tingkah Natasha yang kagum karena pertama kali melihat sihir di depan matanya.


"Persoalan energi, saya yang akan mengajarkan nya pada Natasha nanti" Ujar Caesar yang membuat Natasha sedikit terkejut mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2