
Sekarang Natasha sedang berada di kamarnya, dengan setumpuk hadiah di samping tempat tidurnya yang masih sama sekali belum dibuka.
Ia sudah tidak tidur di box bayi lagi, Natasha duduk di tempat tidurnya dan melihat-lihat hadiah dengan berbungkus warna-warni. Ia tidak sabar ingin membuka nya satu persatu.
"Kira-kira apa saja ya isinya?" Tanyanya penasaran sambil menebak-nebak isi hadiah-hadiah yang menarik itu.
Terdengar suara pintu terbuka, Natasha tidak menghiraukan siapa itu, mungkin saja itu Elly dan Avilyn karena ini sudah waktunya makan malam.
"Permisi nona" Natasha sontak kaget mendengar suara Pria di belakangnya, dan suara itu baru pertama kali ia dengar, "Deg" Natasha yang sedang memandangi hadiah di samping tempat tidurnya dengan cepat membalikkan tubuh, takutnya orang tersebut adalah orang jahat yang ingin menyerangnya.
Sring.
Sangat bersinar sampai Natasha tidak bisa melihat wajah nya, "Ahh silau" Natasha menutupi matanya menggunakan tangan agar silaunya sedikit tertutupi.
"Saya Vallen Reldric yang sekarang bertugas sebagai pengawal setia nona, mohon kerja sama nya" Pria itu membungkuk di hadapan Natasha lalu kembali menegakkan tubuhnya dengan senyuman manisnya.
Pria berambut kebiruan dan bermata ungu gelap itu berdiri di hadapan Natasha, "Ap-apa yang?" Natasha sontak kaget lalu mundur hingga ke ujung tempat tidur.
"Anu...Nona jangan takut pada saya, ini perintah dari tuan...sa-saya tidak bisa membantahnya" ucap pria itu panik diakhiri mengeluh.
"Dia Vallen?" Natasha memperhatikan wajah pria itu dengan seksama, "Ughhh pantes saja mereka berdua (Elly dan Avilyn) kegirangan sampai-sampai menggeliat seperti ulat bulu, ternyata beneran tampan" pikirnya dengan wajah datar.
Melihat wajah Natasha yang tidak berekspresi, Vallen tiba-tiba bertanya dengan nada sedih, "Nona tidak menyukai saya?" Tanya Vallen dengan air mata yang hampir keluar.
Ee-ehhh bu-bukan begitu, apa kelihatan sekali aku sedang mengeluh?
Vallen meminta izin untuk duduk di tempat tidur Natasha, "Maaf lancang Nona, saya ingin menceritakan sedikit kejadian tadi di ruangan tuan Duke" ucap Vallen sembari menghela nafas
Beberapa menit yang lalu, "Vallen aku ingin memberimu suatu tugas, ini sedikit berat namun kau pasti bisa melakukan nya" ucap Louis duduk sambil bersedekap dada sambil sesekali jarinya mengetuk lengannya.
Sedang kan Vallen, ia bersandar di tembok, "Tugas apa itu tuan? Kelihatannya penting." tanya Vallen bingung, dia sudah tahu kalau ini pasti tugas yang aneh-aneh.
"Jadilah pengawal putriku" ucap Louis serius.
__ADS_1
"Ap-apa tuan? jadi saya di panggil kembali ke sini untuk menjaga nona? apa saya terlihat seperti pengasuh bayi?" Vallen tidak setuju dengan perintah Tuannya, Melihat Vallen tidak mau menjadi pengawal Natasha, dengan tatapan tajam Louis berkata, "Jangan banyak bertanya!! Jadi kau tidak mau menjadi pengawal putriku?" Louis tersenyum kesal.
"Bu-bukan begitu tuan, ucapan anda adalah perintah, saya akan melakukannya sesuai perintah anda, k-kalau begitu saya permisi" ucap Vallen menunduk lalu buru-buru pergi keluar ruangan.
"Dasar anak itu, harus di marahin dulu baru mau dengar ucapan ku" Ucap Louis, "Aku mempercayai mu karena aku tau kau bisa menjaga putri ku, perilaku mu saja yang konyol. Disaat kau serius kau akan sangat berbeda, aku sudah melihatnya waktu itu."
"Jadi begitu nona...apa saya terlihat seperti pengasuh bayi?" ucap Vallen sedih. Ia tidak bisa melawan perintah Tuannya.
"Hah jika kau tidak mau jangan dipaksakan" ucap Natasha kesal.
"Tapi..." tiba-tiba Vallen menggenggam tangan Natasha, "Saya akan mencoba menjadi pengawal terbaik Nona, saya akan melindungi nona apa pun yang terjadi" ucap Vallen serius.
"Ughh tadi kau mengeluh, sekarang kau begini...terserah mu saja deh" ucap Natasha lelah. Vallen berdiri dari tempat tidur dan berjalan ke samping tempat tidur untuk melihat hadiah ulang tahun Nonanya, lalu meletakkan hadiah darinya untuk sang Nona.
"Emm... selamat ulang tahun nona, maaf saya telat mengatakan nya" ucap Vallen tersenyum, lalu meletakkan hadiah itu di samping Natasha. Natasha hanya terdiam melihatnya.
"Vallen terlihat ngeselin, ternyata disisi lainnya dia sangat baik, aku bisa melihatnya" Natasha yakin dengan ucapannya.
"Nona...ayo saya bantu membuka hadiah-hadiahnya" Vallen mengangkat semua hadiah dan meletakkan di tempat tidur Natasha, Mereka mulai satu persatu membuka hadiah, bungkusan hadiah berserakan di mana-mana, berbagai hadiah telah Natasha dapatkan, ada yang memberi mainan, cemilan, jimat keberuntungan dan sebagainya. Natasha sangat senang, dan sekarang tersisa hadiah dari Elly, Avilyn, Vallen dan Ayahnya.
"Itu terlihat cocok untuk nona, jadi saya membelinya disaat perjalanan menuju kemari" ucap Vallen sembari menerka-nerka apakah pita itu cocok atau tidak dengan Natasha.
"Te-lima kasi" ucap Natasha sembari memberi senyuman,"Sama-sama" jawab Vallen bangga. Vallen tiba-tiba kaget lalu menatap Natasha tidak percaya, "No-nona mengatakan terima kasih tadi? Tanya Vallen tidak percaya, sungguh ia baru menyadari nona nya itu mengatakan terima kasih.
"Te-lima kasi?" ucap Natasha sekali lagi sambari menggaruk pipinya karena heran.
"Ti-tidak mungkin, SA-SANGAT MENGGEMASKAN!!!" wajah Vallen memerah lalu memalingkan wajahnya dari Natasha.
"Di-dia kenapa?" ucap Natasha heran lalu lanjut membuka hadiah yang tersisa. hadiah dari Elly dan Avilyn. Ternyata isi hadiah dari Elly adalah foto Natasha waktu dilahirkan hingga sekarang. Dan hadiah dari Avilyn adalah gelang dengan inisial nama Natasha di sana. "Arghhh terima kasih Elly, Avilyn... aku pasti akan menjaga dan memakai nya" ucap Natasha terharu serta kegirangan dalam hati.
Dan terakhir saatnya membuka hadiah dari ayahnya. Natasha membuka hadiah itu dan sesuai janji ayahnya kemarin yaitu memberikannya mainan dan cemilan.
Ada satu lagi hadiah yang ketinggalan di dalam kotak yang di berikan ayahnya.
__ADS_1
"I-ini kalung dengan tempat foto yang tergantung di kalungnya?" Natasha membuka tempat foto yang ada di kalung itu dan terdapat foto perempuan dengan menggendong seorang bayi. Di sebelah foto itu ada foto ayahnya. "Apa ini?..." Natasha memandangi foto itu dengan seksama, "...Perempuan yang di foto itu berambut putih seperti ku" ucap nya bingung.
Tiba-tiba Vallen melihat foto di kalung yang Natasha pegang, sambil memperhatikan ia baru menyadari sesuatu, "Ah itu nyonya Christia, ibunya nona" ucap Vallen memberi tahu. Perkataan Vallen itu membuat Natasha kaget setengah Mati, ia merangkak dan menaiki paha Vallen lalu menatap kembali foto itu.
"Ap-apa ibu?" ucapnya kaget.
Di komik yang Catherine baca, tidak ada tentang ibunya Natasha juga tentang Vallen. Banyak sekali yang tidak Ia ketahui tentang komik ini.
Ia baru sadar selama Ia disini, Catherine tidak pernah melihat sok-sok ibunya, apa karena Ia sudah terbiasa tidak bersama ibu? Sejujurnya Ia sangat ingin melihat ibunya.
"Nona pasti sangat penasaran dengan ibu nona kan?" Setelah membicarakan tentang ibu, Vallen tidak ingin melanjutkan pembicaraan nya, Ia berdiri lalu meminta izin untuk keluar kepada Nona nya, "Saya permisi Nona Natasha, sepertinya saya terlalu lama disini, maaf saya membicarakan yang aneh-aneh, lupakan saja perkataan saya, saya membicarakan hal yang tidak harus saya katakan, selamat malam" ucap Vallen lalu keluar dari kamar dengan tergesa-gesa.
Natasha terpelongo melihat kepergian Vallen, ia sama sekali tidak mengerti apa yang di maksud oleh Vallen, "Pembicaraan yang aneh? Lupakan perkataannya? Membicarakan hal yang tidak pantas? Ughhh dasar...kalau mau memberitahu, jangan setengah-setengah dong!"
Sedangkan keadaan Vallen diluar, "Bodoh seharusnya aku tidak membicarakan hal itu tadi dengan nona" Ucap Vallen gelisah, "hahh sepertinya tidak masalah, lagi pula nona akan secepatnya mengetahui tentang ibunya"
Vallen meninggalkan kebingungan untuk Natasha, Natasha menatap foto itu sekali lagi, "Jika dia ibu ku, Ibu...cantik sekali seperti putri salju."
Setelah itu Elly dan Avilyn masuk ke kamarku, "KYAAA benar kata kamu Elly, Vallen makin tampan." Ucap Avilyn tergila-gila, ia salah tingkah karena waktu dalam perjalanan tadi ia berpapasan dengan Vallen lalu saling bertegur sapa.
"Hahaha benarkan?" ucap Elly terkekeh melihat tingkah Avilyn yang tidak bisa menahan kebahagiaan nya.
Natasha menatap Elly dan Avilyn dengan tatapan kesal, "Ughhh orang ini, benar-benar!! Mau ngasih aku makan atau tidak sih?? aku sudah lapar tau!!" Seperempat jalan muncul di dahi Natasha.
"Nona sedang apa tadi dengan Vallen? wahh hadiah nya sudah di buka? bagaimana dengan hadiah dari kita berdua, apa nona suka?" Avilyn bertanya penasaran.
Tolang tanya satu-satu Avilyn!
Elly penasaran dengan kalung yang sedari tadi Natasha pegang, ia mengambil kalung itu lalu membuka tempat yang dalamnya terdapat foto, "ini...?!" Elly sedikit kaget dan menatap kalung itu cukup lama, "Ah nona kalung ini pasti cocok untuk nona, ayo di pakai" ucap Elly sambil tersenyum.
"???" Natasha heran dengan perubahan sikap Elly waktu melihat foto itu. Elly memasang kalung itu kepada Natasha.
Elly membisikkan sesuatu kepada Avilyn , Avilyn juga kaget lalu menatap kearah kalung yang Natasha kenakan, "Nona..Ayo kita Makan!! tuan Duke mengajak Nona makan bersama." ucap mereka berdua.
__ADS_1
Ap-apa?? tumben sekali.