Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan

Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan
Chapter 9: Bangunan Megah


__ADS_3

Keesokan paginya Natasha terbangun karena sinar matahari yang masuk dan mengenai wajahnya. Ia mengusap matanya dan melihat sekeliling mencari keberadaan sang ayah dan ternyata ayahnya masih tertidur di sebelahnya dengan nyenyak.


"Ayah" ucapnya sambil menepuk pipi sang ayah dan ternyata tepukan itu membangunkan ayahnya, perlahan sang ayah membuka matanya sambil sesekali mengedipkan mata.


"Ayah" ucap Natasha sekali lagi yang membuat ayah terbangun, Louis memegangi tangan mungilnya Natasha.


Melihat kemampuan Natasha untuk berbicara sepatah atau dua patah kata, ayahnya cukup bangga dengan itu, "Astaga putriku sudah besar" ucap sang ayah lalu menggendongnya, "Hemm sepertinya ayah telat bangun karena pekerjaan semalam, lain kali ayah akan bangun terlebih dahulu sebelum mu" ucap ayahnya lalu membawa sang putri keluar dari kamar.


Di tengah perjalanan sang ayah mengingat sesuatu "Oh iya kita hari ini mau pergi ke suatu tempat bukan?kalau begitu kamu harus mandi Natasha!" Sambil berjalan menuju tempat Elly dan Avilyn berada, sesekali sang ayah berhenti untuk berbicara kepada pelayan dan pengawal.


Sang ayah juga bertemu dengan Vallen, "Vallen...hari ini aku dan Natasha akan pergi ketempat itu, sebaiknya kamu ikut dan menjaga Natasha di sana" ucap Louis memberi perintah. Lalu di jawab oleh Vallen, "baik tuan...saya akan menjaga nona dengan mempertaruhkan nyawa saya" Vallen menunjukkan wajah seriusnya, "Dan satu lagi..." ucap Louis sambil melihat putrinya dan menatap kembali ke Vallen, "...jangan membiarkan Natasha bertemu orang itu" Vallen hanya mengangguk.


Mereka pun segera bertemu dengan Elly dan Avilyn yang sedang beberes.


Tersirat kesenangan di wajah Natasha yang tidak sabar bertemu Elly dan Avilyn, Ia segera mengulurkan tangannya-meminta untuk di gendong.


Elly pun menggendong nonanya "up nona, selamat pagi" ucap Elly dan Avilyn memberi salam, "Elly, Avilyn tolong segera mandikan Natasha lalu antar Natasha ke Vallen" ucap sang ayah dan langsung dibalas siap oleh Elly dan Avilyn.


Louis pun segera pergi untuk bersiap-siap.


Selesai Natasha mandi dan mengenakan pakaian, Elly dan Avilyn mengantarnya ke Vallen, "Allen" teriak Natasha memanggil Vallen dari kejauhan, namun Vallen salah tingkah, "a-anu.. nona manggil saya?" ucap Vallen bertanya-tanya.


Ughhh siapa lagi kalau bukan kau Batin Natasha kesal.


"Astaga nona...saya jadi bahagia hikss" ucap Vallen terharu, Huhh dasar...dia ini beneran pengawal bukan sih? Sifatnya kenapa begini batin Natasha heran melihat tingkah kekanakan Vallen.


Vallen pun menggendong nonanya dari Elly dan ia memuji-muji baju yang dikenakan nonanya. Pipi Natasha mengembung bagaikan butiran gelembung di air.

__ADS_1


Tidak lama itu, dari kejauhan terlihat Louis dengan pakaian jas hitam dengan rambut yang tertata rapi seakan ingin bertemu orang penting. Sambil berjalan jas itu ia kancing kan satu persatu, sungguh terlihat elegan. Entah mengapa hawa dingin muncul setelah Louis datang mendekat.


Apa ayah dari mesin pendingin? dingin sekali, lalu Natasha memasang wajah kedinginan.


Lupakan soal dingin tadi....


Louis segera mengajak Natasha dan Vallen ke kereta kuda yang sudah di sediakan depan gerbang rumah. Kereta kuda itu sudah terparkir rapi dengan pak kusir yang sedang duduk di bangku depan.


"Selamat pagi tuan dan nona" ucap pak kusir menyapa dan di balas anggukan oleh ayah. Ia segera turun dari bangkunya. Lalu pak kusir tersebut membukakan pintu kereta dan mempersilahkan mereka untuk masuk.


Di dalam kereta mereka tidak banyak berbicara, Natasha hanya memandang keluar jendela melihat-lihat sekitar dan merasakan angin yang menghembus pelan mengenai wajahnya.


"Natasha...kepala mu jangan terlalu keluar dari kereta..!! itu bahaya!" ucap sang ayah memberitahunya, lalu Natasha duduk diam di pangkuan Vallen.


Huh dasar, orang hanya ingin melihat-lihat pepohonan!!,  Natasha mengeluh dan sedikit menggembungkan pipinya.


Sang Ayah yang melihatnya pun mengulurkan tangannya lalu menggendong sang putri "kau marah?" Tanya sang ayah sambil memegang pipi putrinya yang masih menggembung.


"Ya sudah sini, Kamu mau liat-liat keluar jendela bukan? biar ayah yang memegang mu." ucap Louis lalu mengarahkan Natasha menghadap ke jendela kereta kuda.


Angin terus berhembus mengenai wajah Natasha, langit hari itu sangat cerah, burung berterbangan melewati pohon-pohon. Sang ayah juga ikut melihat pohon-pohon yang mereka lewati.


"Bagaimana? Kau suka?" Tanya sang ayah sembari memandang lekat putrinya, "Sepertinya ayah harus sering mengajak mu jalan-jalan jika kamu menyukainya" ucap Louis sambil mencium pipi sang putri.


Tidak lama kemudian pepohonan yang mereka lewati berganti dengan orang-orang yang berdagang di sepanjang jalan. Louis memutuskan untuk membawa Natasha masuk kembali kedalam kereta dan menutup tirai jendela yang ada di dalam kereta.


Tentu saja hal itu membuat Natasha kebingungan, raut wajah ayah seketika berubah drastis, wajahnya kini menjadi tidak berekspresi.

__ADS_1


Tidak lama kemudian kereta kuda mereka berhenti, Natasha tetap di gendong oleh ayahnya sampai keluar dari kereta kuda. Terlihat sebuah bangunan yang megah terpampang di hadapan Natasha, raut wajahnya tercengang melihatnya megahnya bangunan di depannya.


Louis memberikan Natasha ke Vallen untuk di gendong. Seseorang keluar dari bangunan megah itu, "Selamat datang tuan Duke Louis Katelyn" ucap orang itu sembari tersenyum sumringah menyambut kedatangan mereka, "Apa anda sudah lama menunggu?" sambungnya lagi.


Louis menjawab sembari melipat lengan bajunya, "Tidak, baru saja kami tiba." Louis memberi isyarat kepada Vallen untuk segera pergi.


"Wah sepertinya anda membawa Nona Natasha" ucap pria itu lalu Ia ingin menghampiri Natasha namun tiba-tiba tangan Louis menghalangi nya untuk menghampiri Natasha.


"Kau mau kemana? bukankah urusan kita di dalam?" ucap Louis sembari memberi tatapan sinis. Pria itu langsung mundur dari tangan Louis yang menghalanginya.


"A-ahh baik lah, mari saya antarkan kedalam" pria itu mengarahkan Louis kedalam bangunan megah itu, sesekali Louis memandangi Natasha dan Vallen yang kian menjauh.


Natasha melihat kejadian tadi bertanya-tanya kenapa sang ayah seperti itu, huhh lagi pula aku tidak mau bertemu orang banyak, batin Natasha.


Vallen membawa Natasha berjalan menuju suatu tempat dan ternyata ia membawanya ke sebuah taman. Taman yang terdapat di dalam bangunan ini sangat luas, terdapat pula kursi taman yang di kelilingi berbagai macam bunga. Betapa kagetnya Natasha, melihat sebuah taman yang begitu megah di banding kan taman di rumahnya. Natasha masih belum mengetahui dimana ia sekarang.


Mereka pun duduk di kursi yang sudah tersedia di taman itu, "Nona kita disini saja ya, sepertinya disini tidak ada orang yang berlalu lalang kecuali kucing. Seperti yang tuan katakan saya harus menjaga nona dari orang itu dan dari keramaian." ucap Vallen menjelaskan.


Hemm terserah, lagi pula di sini sangat indah, batin Natasha masih menggebu-gebu melihat bunga indah itu.


Natasha ingin melihat bunga itu lebih dekat, Ia memutuskan untuk turun dari pangkuan Vallen, "Ehh??? nona mau kemana" ucap Vallen khawatir, Ia memegang tangan nonanya menuju ke bunga itu.


Natasha berjongkok di hadapan bunga itu, wah indahnya~ Natasha menyentuh bunga-bunga itu.


Vallen ikut berjongkok menemani Natasha yang asik memperhatikan berbagai macam bunga di hadapannya, "nona suka?" Tanya Vallen.


"Aku harus memberitahu tuan untuk menambah bunga yang ada di taman rumah" ucap Vallen tersenyum sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Mata Natasha membelalak karena kaget dengan ucapan Vallen, Astaga jangan terlalu berlebihan! Aku cuman mau liat-liat kok, lagi pula taman di rumah juga sudah sangat bagus, Natasha menatap Vallen dengan heran.


Lagi asyik-asyiknya melihat bunga, tiba-tiba seseorang muncul dari belakang mereka, "Kita bertemu lagi ya...nona kecil" ucap nya.


__ADS_2