
"Tuan Duke Louis Katelyn sedang mengantar putri nya ke Negeri Musim Dingin Yang Mulia karena situasi di rumah belum kondusif" jawab Vallen.
"Oh baiklah kalau begitu" ucap Raja.
"Jadi apa yang harus aku lakukan untuk hukuman para bajingan ini?" tanya Raja sambil menatap ke arah Viscount Baul Chester.
"Hukuman gantung yang mulia,Sesuai permintaan Tuan Duke" Jawab Vallen
Raja memikirkan dengan seksama keputusan nya lalu menyetujui permintaan Louis.
"Satu lagi yang mulia, banyak sekali kesalahan yang di lakukan oleh Viscount pada zaman dahulu" Celetuk Vallen.
Rasa takut terlukis di wajah Viscount Baul Chester.Ia mulai menggigil ketakutan seakan hampir mati sekarang.
"Apa ada terkaitnya dengan kejadian waktu itu?" tanya Raja sambil bersedekap dada.
"Iya yang mulia" jawab Vallen.
"Ohhh jadi kau yang membuat kekacauan itu?haha bodoh sekali~.Kau tau?aku orang yang sangat kehilangan separuh nyawa ku pada saat itu." amarah Raja menjadi-jadi pada saat mengetahui nya.
"Viscount kau harus menjelaskan semua nya nanti" ujar Raja lalu menyuruh pengawal mengantar mereka ke penjara bawah tanah.
Perasaan puas dan tenang pun muncul di hati Vallen, ia pun berterima kasih kepada Raja dan pamit. Sesampai di rumah Vallen membereskan semua kekacauan yang ada di rumah.
"Vallen, apa yang terjadi, bagaimana keadaan nona Natasha?" tanya Avilyn dan Elly khawatir.
"hahhh" Vallen bernafas lega "syukurlah kalian baik-baik saja,Nona juga baik-baik saja" jawab nya.
"Saat penyergapan terjadi,kami bersembunyi di gudang lalu mengunci nya" Jawab Avilyn dan Elly.
"Elly, Avilyn bisakah kalian membantu ku?" tanya Vallen.
Nenek mengajak ku untuk memasak kue yang sangat enak, aku mau-mau saja jika itu semua untuk diriku makan. Membuat adonan,menggiling nya, membentuk nya lalu memasak nya. Aku hanya sedikit membantu nenek dengan menaburkan tepung lalu bermain tepung di lantai.
Setelah memasak, nenek mempersilahkan aku menyicipi nya. Tidak ku sangka kue buatan nenek memang yang terbaik, ini kali kedua nya aku memakan masakan nenek.
Kakek tiba-tiba saja datang dan duduk di samping ku dan hanya menatap aku dan Nenek yang sedang makan.
__ADS_1
Nenek menawarkan kue buatan nya, namun kakek tidak mau.
"Kau beneran tidak mau?jika kau tidak mau jangan menyesal ya jika habis" ucap nenek lalu hanya di balas diam oleh kakek.
"Hei kenapa kau menatap Natasha begitu" tanya nenek.
Aku yang mendengarnya langsung melihat ke arah kakek dan benar saja dia sedang melihatku dengan seksama.
"Dia...beneran anak Christia?" tanya nya tanpa ekspresi.
"Dasar kau ini...masak kau bertanya seperti itu.Yaa kau liat saja rambut dan mata nya itu,mirip sekali bukan dengan Christia?" jawab nenek.
"Ya" jawab kakek sambil mengambil 1 kue lalu memakannya.
Sejujurnya aku sangat ingin mendengar cerita tentang ibu, dan aku sangat penasaran dengan keadaan di rumah. Aku sangat khawatir tentang ayah, entah mengapa perasaan ku sangat tidak enak tentang ayah, semoga ayah tidak apa-apa.
"Apa anak ini mempunyai kekuatan seperti Kita?" tanya kakek.
"Aku tidak tau, emmm sesuai garis keturunan sih sepertinya Natasha akan mendapatkan kekuatan nya. Tapi lihat saja nanti" jawab nenek.
Kekuatan?kalau aku beneran bisa punya kekuatan berarti aku bisa melakukan apa saja? aku sangat bingung kekuatan apa yang akan aku dapatkan nanti.
"Habis? pasti enak kan?" tanya nenek
Aku menjawab nya dengan anggukan.
"Hah kau ini...ya masakan mu memang paling enak" jawab kakek sambil meminum teh.
"AAa~ bisa saja kau ini" ucap nenek malu-malu.
Astaga percintaan orang tua memang begini, aku hanya bisa melihat kelakuan nenek dan kakek yang sedang bercanda, dan ternyata keluarga ibu sangat hangat, andai ibu di sini...pasti kita akan tertawa bersama-sama.
Nenek dan kakek berbicara hingga larut malam, hingga membuat ku tertidur di pangkuan Nenek.
"Hei sayang, aku meminta bantuan mu...tolong angkat Natasha ke kamar, dia sudah tertidur." ucap nenek yang menyuruh kakek.
"Hahh baiklah, aku habisi teh ini dulu" jawab kakek lalu beranjak dari kursi dan beralih mengangkat tubuh ku yang tertidur lelap.
__ADS_1
Aku tertidur di kamar dengan lelap,ku pejam mata ku dan memeluk erat tubuh ku.Jujur saja aku sangat tidak percaya dengan kejadian semua ini, dari awal semua ini hanya kisah belaka bukan?ini tidak nyata,ini hanya sebuah cerita yang sangat menyedihkan.
Sebuah mimpi muncul di kepala ku,terlihat padang bunga yang luas sehingga dapat membuat orang yang melihatnya menjadi tenang, tidak lama itu muncul seorang perempuan berambut putih dan seorang lelaki
yang sedang bercanda tawa di Padang bunga itu.Dengan seksama aku memperhatikan nya dan ternyata itu adalah Ibu dan ayah. Senyum ayah sangat indah menatap ibu, Ibu pun begitu.
Ibu memeluk erat Ayah dan berkata "Kau tidak akan meninggalkan ku bukan?" tanya ibu sambil tertawa.
"Tentu saja tidak akan" jawab ayah sambil mengelus lembut rambut ibu.
Cerita terus di ubah bagaikan aku menonton sebuah siaran. Kini ibu sedang memegang perut nya dan memberi tahu pada ayah bahwa ia hamil,Ayah memeluk ibu ku erat lalu berucap syukur.
Setelah itu suasana pun berubah, terlihat di sebuah kamar. Ada ibu yang terbaring serta aku yang masih bayi di sebelahnya.
Ibu sangat senang dengan kedatangan ku, begitu pun ayah. Ibu memeluk ku erat bagaikan berlian yang sangat berharga untuk nya.
"Louis aku akan menamakannya Natasha, bagaimana menurutmu?" tanya ibu.
"Nama yang indah" jawab ayah sambil mengusap pipi ku.
Suasana pun berubah lagi, kini menjadi kacau. Barang-barang seperti meja dan kursi berserakan di mana-mana. Terlihat aku di dalam sebuah box bayi,sedikit berlumuran darah di pipi ku. Dan terdengar teriakan ayah yang memanggil nama ibu dari kejauhan.
"CHRISTIAAAA" teriak nya.
Suasana selanjutnya, terlihat ayah yang sedang menangis dengan memegang sebuah batu yang kelihatannya unik di mata ku.
"Kau yang meninggalkan ku" ucap ayah sambil menangis terisak-isak.
Aku langsung terbangun dari mimpi ku, keringat dingin mengucur dari tubuh ku, tangan ku bergetar seakan takut akan suatu hal.
"Ibu kenapa?" gumam ku sambil menggenggam erat tanganku yang bergetar.
Aku takut akan kehilangan, aku takut semua nya. Tiba-tiba saja nenek terbangun dan melihat ku yang sudah menggigil ketakutan.
"N-Natasha kau kenapa?" tanya nenek sambil memegang tubuh ku.
"Astaga kau demam? S-sebentar nenek ambil kain dan air hangat" nenek segera keluar dari kamar.
__ADS_1
"Sayang, bangun cepat. Natasha demam, ayo bantu aku" cetus nenek.
"Hah? anak itu demam?" jawab kakek lalu menghampiri ku dan menyentuh kening ku.