Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan

Mengubah Takdir Sebuah Komik Kerajaan
Chapter 19: Surat untuk Louis


__ADS_3

Di istana, Louis dan ayah mertuanya bertemu dengan sang Raja, lalu meminta izin untuk melihat Viscount Baul Chester, Sang Raja mengizinkan dan ikut mengantarkan mereka.


Entah mengapa terlihat di wajah sang Ayah sebuah amarah yang sedang di pendam. Setelah tiba di penjara, Amarah sang ayah meluap-luap dan tidak dapat tertahan lagi.


Sang ayah memegang sel penjara itu dan berteriak.


"JUJUR SAJA, KAU MEMBUNUH ANAKKU DEMI MEMBALAS DENDAM MASA LALU KAN?"


Viscount yang sedang duduk di dalam sel pun tersenyum.


"Jika itu benar adanya, kenapa? apa yang bisa kau lakukan?"


Mata sang ayah membesar "BAJINGAN ! AKAN KU BUNUH KAU! NYAWA TETAP HARUS DI BALAS DENGAN NYAWA!" teriak sang ayah dengan sorot mata emosi yang meluap-luap.


Louis melihat apa yang sang ayah katakan pun terdiam "Jika itu benar...Yang mulai izinkan saya untuk membunuhnya dengan tangan saya sendiri" ucap Louis yang tersulut amarah.


Raja tersenyum seakan hal itu sangat menyenangkan jika ia menonton pertikaian ini.


"Baiklah akan ku izinkan, balaskan dendamku juga padanya" ucap sang Raja tidak sabar dengan tindakan Louis selanjutnya.


Viscount sama sekali tidak terlihat takut, ia terus tersenyum dan tertawa sendirian.


"BUNUH SAJA JIKA KAU BISAA" Teriak Viscount lalu ia kembali tertawa keras.


Louis dan sang ayah pun keluar dari istana.


"Hahh ternyata dia dalang dari semua masalah kita yah?" tanya Louis pada sang ayah.


"Benar, maaf aku tidak menceritakan padamu sebelumnya, ini surat yang ditulis oleh Christia dan menitipkannya pada ku" ucap sang ayah sembari memberi sebuah kertas.


"Kau pria yang tangguh, aku bangga padamu" ucap sang ayah sambil menepuk pundak Louis yang lebar.


"Kapan-kapan bawalah Natasha ke rumah neneknya, aku tidak keberatan. Dia adalah cucuku dan anak dari putri ku" ajak sang ayah lalu ia pamit untuk pulang.


Louis tersenyum mendengar ucapan ayahnya, ia tau walaupun sang ayah terlihat tidak peduli padanya, kenyataannya ia lah orang yang paling peduli, orang yang selalu berjalan dibelakang layar tanpa ia ketahui.

__ADS_1


Sesampainya Louis di rumah, ia membuka kertas yang di berikan sang ayah padanya, perlahan ia membuka kertas itu dan membacanya.


...Untuk Louis pria ku yang ku sayangi...


...Sayang, aku sudah memiliki firasat yang tak baik setelah sekumpulan orang itu menanyakan tentang batu musim dingin, jika kau ada di sana saat itu mungkin kau akan mengerti gerak gerik mereka selanjutnya....


...Jika kau membaca surat ini, mungkin saja aku sudah tiada? namun percayalah meskipun aku tidak lagi bersama mu, aku akan selalu di sisimu dan di sisi anak kita....


...Kau tau betapa rewelnya Natasha saat kau pergi untuk bekerja? kau harus selalu melihat Natasha dan bermain dengannya! agar dia tidak bosan dan kesepian!...


...Ayo berjanjilah padaku Louis!...


...Dan kau tidak boleh bersedih jika aku tiada, aku melarangnya! kerena itu akan membuatku sedih kau tau! kau masih muda, kau bisa saja menikah lagi jika kau mau....


...Carilah istri yang jauh lebih baik dariku, yang paling penting, ia harus menyayangi Natasha dan mengasuhnya serta melindunginya!...


...Terakhir, aku ingin memberitahu padamu suatu hal, aku pernah dilamar oleh Viscount Baul Chester, namun aku menolaknya. Kau patut marah karena aku baru memberitahu padamu sekarang, Viscount berlaku kasar saat aku menolaknya....


...Jika kau ada di sana, mungkin saja kepalanya akan di penggal olehmu, karena ia berlaku kasar pada wanita kesayanganmu ini....


...Yah itu saja yang ingin ku sampaikan, ingat kau harus menjaga Putri kita ya, ku titip salam rindu untuk mu dan Natasha. Tak peduli seberapa jauh aku pergi, jarak tidak akan mampu menghapus semua kenangan indah. Ada begitu banyak hal menyenangkan yang kita lakukan bersama....


...Christia Amber...


Louis menggenggam erat kertas itu.


"Aku tidak akan menikah lagi, kau tau. kau satu-satunya! tidak ada yang lain" ucap Louis sambil menatap foto Christia.


Louis memutuskan untuk menghampiri Natasha yang sedang tertidur.


"Christia, aku berpikir kelak dia akan kesulitan mempelajari cara menggunakan batu itu tanpa mu, tenang saja aku akan membantu mengajarinya" ucap Louis sembari mengelus rambut Natasha.


6 Tahun kemudian


Peristiwa aku di curi oleh Viscount sudah lumayan sangat lama, dan yang paling ku sesali, Viscount kabur dari penjara dan menghilang entah kemana.

__ADS_1


Ayah ku sangat marah dan memukuli pengawal yang tidak becus menjaga tahanan sel. Dan pada akhirnya ayah meluapkan amarahnya pada anak buah Viscount yang di tinggalkan.


Menurut Analisis ayah, Viscount kabur di bantu oleh anak buah barunya. Dan meninggalkan anak buah lamanya akibat tidak becus menjalani tugas.


"Natasha, kau sedang memikirkan apa? Ayo makan" Ayah memanggilku untuk makan.


"Aku sedang tidak memikirkan apa-apa!" ucap ku sambil memeluk ayah, lalu bersama-sama pergi ke ruang makan. Di Sana Elly dan Avilyn sudah menyiapkan makanan yang sangat Lezat.


Aku sangat merindukan Vallen. Ia kembali di tugaskan oleh ayah untuk menjaga perbatasan, takut-takut Viscount kembali kesana untuk merencanakan suatu hal. Elly dan Avilyn sering sekali curhat kepadaku bahwa mereka juga sangat merindukan Vallen.


Vallen ayolah kembali!


Saat aku dan aya sedang makanan, ayah mulai membuka pembicaraan.


"Ayah mendapatkan undangan ke acara ulang tahun anaknya Marquees Herlens" ucap ayah sambil bertopang dagu.


"emm terus?" tanya ku sambil melanjutkan makan.


Ayah menghela nafas "Kau ini ya!" seru ayah sambil mengusap dahi nya " kau tidak mau ikut?" tanya ayah memastikan sambil menatapku yang sedang enak-enaknya makan.


"Apa aku harus ikut ayah?" tanya ku sambil mengelap sisa makanan di mulut ku


Dengan tenang ayah menjawab " tentu saja kau harus ikut, jangan berdiam diri di rumah saja, sesekali kau harus keluar mencari angin" pinta ayah dengan tegas.


Aku tidak mau memperpanjang masalah, ku iyakan apa yang ayah mau dan tidak ingin mengecewakan ayah jika aku menolaknya.


Pernah pada saat itu, aku menolak ajakan ayah dan berakhir ayah mendiami ku seharian penuh! Menyebalkan, aku tidak mau itu terjadi lagi!


"Baiklah, sekitar pukul delapan malam kau sudah harus siap-siap mengerti?" ucap ayah lalu bangun dari tempat duduknya dan pergi.


"Aku mengerti, tetapi kali ini saja! jika tidak seru maka harus pulang!" teriakku, namun di acuh oleh ayah.


Waktu sudah menunjukkan pukul enam setengah malam, aku sedang bersiap-siap di bantu oleh Elly dan Avilyn untuk pergi ke acara itu.


Aku berharap mendapatkan teman baru!

__ADS_1


__ADS_2