
POV LOUIS KATELYN
Flashback
Suatu hari aku bersiap-siap untuk pergi menghadap yang mulia Raja. Pada saat itu usia ku masih 20 tahun. Ayah ku sudah 2 tahun lama nya meninggal, dan pada saat itu lah aku di utuskan oleh Raja untuk melanjutkan tugas ayah ku.
Mau tidak mau, itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab serta kewajiban ku sebagai keluarga yang di percayai oleh Raja. Pada saat itu Raja Elrand masih memimpin kekuasaan, ayah ku sangat patuh pada perintah Raja Elrand dan aku juga harus begitu.
Setelah sampai nya di sana, yang mulia Raja melantik ku menjadi ksatria pedang namun tidak dengan memimpin wilayah.
Yang memimpin wilayah adalah Viscount Baul Chester, saat itu aku sangat heran kenapa Raja tidak memberikan sepenuhnya tugas ayah ku padaku namun memberikan nya separuh ke orang lain.
Namun hal itu tidak terlalu aku pikirkan, aku menyadari bahwa aku masih sangat muda untuk memimpin wilayah dari pada Viscount Baul Chester yang kelihatan nya sangat ahli dalam memimpin wilayah.
Saat selesai di Lantik, aku memutuskan untuk pulang karena tidak mau terlalu berlama-lama di sana. Namun Raja memanggil ku untuk bertemu dengan Permaisuri, aku pun segera menemui permaisuri.
Sesampainya di sana permaisuri menyambut ku dan ada seorang wanita di sampingnya.
"Saya Louis Katelyn menghadap yang mulia permaisuri" Ucap ku sambil sedikit membungkuk kan badan.
"Apa kabar ksatria Louis?" tanya permaisuri
Aku menegakkan tubuh ku " saya baik, seperti yang anda lihat yang mulia" jawab ku.
"Aku mempunyai suatu tugas untuk mu" ujar permaisuri.
Aku yang kebingungan pun bertanya "tugas apa itu yang mulia?".
Permaisuri tersenyum "aku akan menugaskan mu untuk membantu dan melatih pedang pada prajurit yang ada di negeri musim dingin, serta menjadi penghubung kedamaian antara negeri kita dan negeri musim dingin" jawab permaisuri.
"Apa kau bersedia?" sambung permaisuri.
Aku pun segera menjawab " Baiklah yang mulia."
"Dan juga ini penyihir kepercayaan ku Christia Amber, yang berasal dari negeri musim dingin" tunjuk permaisuri kepada wanita itu.
Aku hanya menatapnya sebentar lalu melihat kembali ke arah permaisuri "Dia akan menjadi partner mu selama di Negeri musim dingin" sambung permaisuri.
Aku sedikit terkejut dengan itu namun tidak ku sangka wanita ini bisa di andalkan.
Selama aku bertugas di negeri musim dingin, Christia sangat membantu dalam banyak hal.
Seperti membantu ku mengajarkan pedang kepada prajurit baru, aku juga membantu nya untuk mengajarkan anak-anak sekolah di sana.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit Christia memberikan perhatian nya kepada ku, namun aku tidak menyadari akan hal itu.
"Louis bisakah kau istirahat? kau terus-terusan berdiri di sana dari tadi, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Christia.
Aku hanya membalik kan badan, berjalan lalu duduk di samping nya, selalu saja Aku bersikap dingin kepadanya.
Perhatian nya membuat ku luluh sedikit demi sedikit.
"Louis kau mau kemana?" tanya Christia
"Pergi" jawab ku
"Louis kau tidak makan?" tanya Christia sambil membawakan makanan.
"Sudah" jawab ku.
Namun suatu saat aku tidak bisa menahan perasaan ku. Suatu hari aku duduk termenung di kursi taman, tiba-tiba saja ia datang dengan wajah yang khawatir.
"Louis di sini dingin, kenapa kau memakai baju yang tipis begitu" ucap Christia lalu menyelimuti ku dengan kain baju yang tebal.
"Hei kenapa kau memperhatikan ku secara berlebihan" tanya ku sambil menatap mata dan hidung nya yang memerah akibat kedinginan.
"Aku hanya mengkhawatirkan mu, maaf jika kau tidak suka dengan sikap Ku" ucap nya sambil menggosok tangan nya yang kedinginan.
Aku menatap langit rasanya wajah dan jantung ku hampir meledak saat memeluk nya.
"J-jantung mu berdetak kencang sekali Louis" ucap Christia gugup.
Aku diam saja dan mengeratkan pelukan ku pada nya.
Semenjak itu aku sudah menjalin hubungan dengan Christia sekitar 1 tahun lamanya, Suatu malam aku dan Christia pergi untuk berjalan-jalan karena di pusat kota sedang ada suatu acara tahunan.
Disana Christia membeli sebuah batu sihir yang di juluki batu musim dingin, Dia cukup senang dengan hanya membeli itu.
"Kau terlihat senang membeli itu, memang nya itu apa?" tanya ku.
"Ini batu sihir musim dingin, aku akan menggunakan nya untuk menolong orang-orang yang ku sayangi" jawab nya lalu tersenyum ke arah ku.
Tidak bisa ku pungkiri senyuman nya itu sangat indah, mungkin saja Es yang melihat nya tersenyum bisa meleleh menjadi air bahkan sampai menjadi uap karena senyuman nya yang begitu hangat.
"Sekarang kau mau kemana?" tanya ku karena sejak dari tadi kami memutari tempat bermain yang sama.
"Aku bingung ingin bermain yang mana dulu" ucap Christia bingung.
__ADS_1
"Baiklah, bagaimana dengan permainan ini dulu" jawab ku sambil menunjuk permainan melempar karet ke dalam kayu yang tegak.
Lalu sebagai hadiah menang nya akan mendapatkan sebuah boneka yang cukup besar.
Tentu saja dengan syarat tidak menggunakan sihir yang di kuasai.
Christia memainkan nya, satu persatu karet masuk kedalam kayu itu. Tidak ku sangka Christia sangat ahli dalam hal ini.
"Yeyy menang" ucap nya bergembira sambil tersenyum manis ke arah ku.
"ku akui kau cukup hebat" Puji ku lalu mengusap rambut nya pelan.
"Iya kan aku memang hebat, bahkan lebih hebat dari mu" ucap nya bangga sambil mengejek ke arah ku.
Aku cukup kesal mendengar ucapan nya.
"Baiklah ayo kita lomba, siapa yang lebih banyak memenang kan pertandingan. Yang kalah akan memenuhi semua permintaan yang diinginkan si pemenang." ujar ku sambil tersenyum menantang ke arahnya.
"Ayo siapa takut..!!" jawab nya sambil menggembungkan pipinya.
Aku dan Christia bermain berbagai macam permainan dan semua permainan itu di menangkan oleh Christia.
"hahaha aku menang...yeyy aku menang. Sesuai syarat yang tadi, yang kalah akan memenuhi semua permintaan yang diinginkan oleh si pemenang" ucap nya sambil tertawa mengejek ku.
"Ya apa permintaan yang kau ingin kan?" tanya ku dengan wajah lesu.
Ia menatap ku sambil memegang dagu nya "Aku tidak menginginkan banyak hal, menikahlah dengan ku" jawab nya sambil tersenyum manis.
Aku terkejut dengan permintaan nya "K-kau ingin menikah dengan ku?" tanya ku sambil memegang tangan nya.
"Hemm" ucap nya sambil mengangguk.
Aneh apakah ini tradisi daerah nya? Wanita yang melamar Pria??
Aku memalingkan wajah ku karena tidak kuasa dengan wajah ku yang sudah memerah "U-untuk saat ini... sepertinya aku---"
Tiba-tiba saja tangan nya merangkul di leher ku dan Christia mencium ku tepat di bibir ku. Sejenak aku terkejut dengan yang ia lakukan. Namun saat aku melihat mata nya yang sayu, aku pun tenggelam ke dalam permainan nya.
Ia melepaskan ciuman itu lalu berkata " Aku akan menunggu mu hingga kau siap menikahi ku, kalau kau bertanya aku siap apa tidak, tentu saja aku selalu siap untuk mu" ucap Christia tersenyum lalu pergi meninggalkan ku.
Aku terdiam, jantung ku masih berdebar dengan kencang.
"Astaga apa yang dia lakukan...aku akan segera melamar mu dengan benar" ucap ku sambil menunduk lalu menutup wajah ku yang memerah.
__ADS_1