
Saat malam hari, Natasha menatap batu itu dengan teliti.
"Hemm terlihat bagus, cara menggunakannya bagaimana ya? Apa dengan cara di gosok?"
Natasha mencoba untuk menggosok batu itu dengan pakaian yang dikenakannya. Putus asa karena tidak terjadi apa-apa, Natasha pun memutuskan untuk meletakkan batu itu di sebelah tempat Natasha berbaring.
Dan akhirnya Natasha tertidur dengan pulas.
Sring.
Sinar yang terang memancar dari batu itu, dan keluarlah sesosok kucing dari dalam batu musim dingin itu.
"Dasar! kenapa menggosoknya terlalu kasar sih!" keluh kucing itu.
Keesokan paginya Natasha memutuskan keliling rumah untuk mencari angin segar. Di belakang rumah terdapat sebuah sungai yang arusnya cukup deras dan dalam.
Namun terlihat indah karena airnya bersih dan jernih.
Natasha memutuskan untuk berjongkok di tepi sungai itu. Di tengah lamunan nya yang sedang melihat ikan di dalam air, ia pun teringat dengan batu musim dingin yang ia bawa.
Ditepi sungai itu Natasha mulai mencoba untuk menggosok batu itu, kali ini secara perlahan.
Namun tangan Natasha berkeringat hingga membuat batu itu tergelincir jatuh ke dalam air sungai yang dalam itu.
"Aaaaaa apa yang ku lakukan" ucap Natasha panik dan tidak tau harus berbuat apa.
Bagaimana cara mengambilnya, sedangkan aku tidak bisa berenang. Benar-benar ceroboh kau Natasha!
Tanpa berpikir panjang, Natasha melompat ke dalam air sungai itu.
Byurr.
Menyelam di kedalaman air sungai, kini baju Natasha sudah sepenuhnya basah. Di dalam air Natasha tidak bisa melihat dengan jelas di mana letak batu itu.
Oksigen yang berada di paru-paru Natasha pun mulai habis, Natasha tidak bisa bertahan lama lagi di dalam air dan mencoba naik ke permukaan.
Ia berpikir bahwa yang di lakukan nya itu sia-sia.
bagaimana cara muncul kepermukaan ughhh.
Air sudah mulai masuk kedalam mulut nya, Natasha terus mencoba untuk naik kepermukaan dengan sekuat tenaga yang ada, namun tidak bisa.
__ADS_1
Ayah tolong aku.
Natasha mulai kehilangan kesadaran di dalam air, kini ia hampir tenggelam kebagian terdalam sungai.
Namun takdir berkata lain, tiba-tiba saja sebuah tangan memegang erat tubuh Natasha Dan mencoba membawa Natasha naik ke permukaan.
"Huahhhhhh ohok-ohokk" akhirnya Natasha bisa bernafas namun masih terengah-engah.
Natasha dibawa ke tepi sungai dan seseorang itu menyandarkan Natasha di sebuah batang pohon besar, lalu berjongkok dengan pakaian yang basah.
"Kau tidak apa-apa?" tanya orang itu dengan nada sedikit khawatir lalu berdiri.
"Ughh" Natasha yang masih lemas mencoba untuk melihat dengan jelas siapa yang telah menyelamatkannya.
Sesekali Natasha mengedipkan matanya agar dapat melihat dengan jelas.
Setelah bisa melihat dengan jelas ternyata yang menyelamatkannya adalah seorang anak laki-laki, ber bola mata merah dan berambut hitam.
"S-siapa kau!" tanya Natasha kepada anak itu yang sedari tadi menatapnya.
"Bukannya berterima kasih..." Ucap anak itu lalu melanjutkan percakapannya "kau tidak perlu tau siapa aku" Jawab anak laki-laki itu dengan ketus.
Natasha mencoba untuk menjelaskan apa yang terjadi.
"Aku menjatuhkan sebuah batu ke sungai tanpa sengaja, aku harus mengambilnya! Batu itu sangat berharga, dan itu adalah pemberian ibuku! Jika aku tidak mendapatkan nya maka, aku akan sangat sedih." anak laki-laki itu terdiam mendengar penjelasan Natasha.
"Maksud mu batu ini?" tanya nya sembari mengeluarkan batu itu dari saku celananya.
Natasha langsung terbangun dari duduknya,
"Benar itu batunya!! kembalikan pada ku!" Natasha mencoba merampas batu itu namun Natasha kalah tinggi dari anak laki-laki asing itu.
"Kau ingin batu ini" ucap nya sambil mengangkat lengan nya tinggi-tinggi "Tentu dengan suatu syarat" ucap anak itu sembari menurunkan lengannya dan melihat batu itu dengan seksama. Menatap satu persatu detail yang ada di batu itu.
"Apa itu? aku akan mengabulkan nya, tetapi kau harus berjanji akan mengembalikan batu itu kepadaku. Jika tidak, maka habislah kau" Ancam Natasha sembari menatap anak laki-laki itu dengan sorot mata yang tajam.
"Baiklah-baiklah, aku akan menepatinya dengan suatu syarat yaitu jadikan aku sebagai penjaga mu dan kau harus terus menerus mengurus ku seperti memberi makan dan lain-lain, hemmm sangat mudah kan syaratnya".
Natasha termenung saking banyak nya syarat yang di berikan.
Anak laki-laki itu bersedekap dada dan berjalan perlahan ke arah Natasha yang sedang termenung di batang pohon itu. Hingga sedikit jarak menyisakan di antara mereka.
__ADS_1
"Ap-apa-apaan syarat seperti itu, kau bilang itu sangat mudah?" Tanya Natasha padanya lalu mendorong tubuh anak laki-laki itu dengan keras.
"Ohh?Jadi kau menolak syarat yang kuberikan?hemm..." anak itu berpikir sembari melihat batu musim dingin itu dan melanjutkan kembali pembicaraannya.
"Apa aku jual saja batu ini ya?" tanya nya dengan tatapan mengancam, "pasti sangat mahal bukan?"
Mendengar itu Natasha mendekati laki-laki yang sedikit lebih tinggi darinya itu, "Baiklah! Aku akan menerima syaratnya. Sekarang, kembalikan batu itu!" tegas Natasha.
Natasha sudah memikirkan nya. Dan berencana untuk menolak syarat itu saat batu musim dingin sudah berada di tangannya.
Anak laki-laki itu tertawa dengan keras, Natasha pun menatapnya dengan heran.
Apa yang dia tertawakan.
"Bagus, ini batunya ku kembalikan." ucap anak itu memberikan batu musim dingin. Lalu segera berjalan menuju rumah Natasha.
Belum sempat menolak syarat yang di berikan anak laki-laki itu. Tiba-tiba saja anak itu berjalan menuju rumah nya.
"HEIII KAU MAU KEMANA?" teriak Natasha dari kejauhan.
"Kemana? tentu saja kerumah kita" jawab anak itu dengan santai meninggalkan Natasha sendirian.
Muncul seperempat jalan di dahi Natasha,
"APA-APAAN! ITU BUKAN RUMAH MU. KEMBALILAHHH" teriak Natasha, tetapi anak itu tidak memperdulikan nya dan terus berjalan.
Saking lamanya mereka berbicara, baju yang semulanya basah pun sudah mengering seperti semula.
Natasha pun mengikuti anak itu dari belakang. Berani-berani sekali anak itu! Ia tidak tahu bahwa Louis sangat menyeramkan jika marah.
Anak itu terus masuk dengan santai kedalam rumah, melewati pengawal yang sedang berjaga. Natasha cukup terheran-heran, kenapa para pengawal tidak memberhentikan anak asing itu!
Lalu anak laki-laki itu berhenti di suatu tempat dan berbicara kepada pengawal.
"Permisi. Nama saya Caesar Kyle Martinez.
Saya sudah membuat janji temu dengan tuan Duke Louis Katelyn" ucapan anak laki-laki itu membuat Natasha sontak kaget dan bertanya-tanya, apa yang ingin di bicarakan anak laki-laki itu kepada ayahnya dengan membuat janji temu.
Natasha terus memandangi punggung anak laki-laki itu dari belakang.Hingga anak itu kembali berjalan.
Setelah memastikan kebenaran janji temu yang di bilang oleh anak laki-laki itu, pengawal kembali dan mengantar anak laki-laki itu menuju ruang Louis berada.
__ADS_1