Menikah Dengan Penjahat

Menikah Dengan Penjahat
Bab 33 Tamu tak di undang


__ADS_3

Alex kembali kerumah dan jam sudah menunjukkan jam 2 pagi saat sampai dirumah. Alex mengganti pakaian dan tertidur disebelah Rena. Saat bangun di pagi hari sudah waktunya untuk pergi ke perusahaan, Alex bangun untuk bersiap-siap dan pergi tanpa membangunkan Rena.


“’Eeeeem ….” Rena bangun dan membuka mata.


“Alex sudah berangkat kerja?” Rena melihat kesamping dan kembali memejamkan mata dengan malas.


Saat Rena ingin tidur kembali, Handphone Rena tiba-tiba berdering dan itu sangat mengganggu Rena hingga membangunkan Rena.


“Halo?” jawab Rena dengan suara parau.


“Rena apa kamu belum bangun?” tanya pria yang ada di telpon.


“Kenapa?” tanya Rena sambil memejamkan mata.


“Apa kamu sudah lihat pemberitahuan?” tanya pria itu.


“Pemberitahuan apa? Dan juga kamu siapa?” tanya Rena setengah sadar.


“Aku Andrew … cepat lihat di akun resmi drama yang kamu ambil.”


“Kamu lolos audisi,” teriak Andrew dengan gembira.


“Benarkah?” Rena bangun dari tempat tidur dan tidak mengantuk lagi.


“Iya cepat Lihat … besok kita akan ke lokasi untuk mengambil foto sampul,” ucap Andrew.


“Baiklah … kalau begitu … hahaha … sudah kuduga aku akan lolos,” jawab Rena dengan sombong.


“Ya ya … kamu yang terbaik … besok aku akan menjemputmu,” ucap Andrew.


“Baiklah,” ucap Rena menutup telpon.


Rena turun kebawah untuk sarapan dengan senyuman diwajahnya. Ronald kepala pelayan sedang menyiapkan sarapan dan melihat wajah Rena yang bahagia.


“Nyonya sarapan sudah siap,” ucap Ronald.


“Baiklah … terimakasih Ronald,” jawab Rena dengan senyuman manis diwajahnya.


Ronald merinding melihatnya dan menatap Rena dengan tidak percaya. “Nyonya apa anda baik-baik saja?” tanya Ronald.


“Tentu saja … apa aku terlihat seperti orang sakit?” tanya Rena bingung dan masih dengan senyuman diwajahnya.


“T-tidak … hanya saja anda tampak tidak normal,” ucap Ronald.


“Apa maksudmu?” tanya Rena dengan nada dingin.


Ronald kaget. “Haha … saya salah bicara … silahkan lanjutkan sarapan anda nyonya.” Ronald segera pergi dari meja makan meninggalkan Rena.


“Apa-apaan Ronald merusak suaana saja,” ucap Rena kesal.


Rena melanjutkan sarapannya dengan bahagia dan memikirkan cara untuk merayakannya dengan Alex.


“Ah iya … ak terlalu sibuk dengan audisi sehingga melupakan kakek,” ucap Rena.


“Aku harus mengunjungi kakek … bagaimana kabarnya saat ini?”


“Apa Ren na masih berada disamping kakek?” Rena memikirkan kematian kakek di novel.


Rena menlpon Alex saat itu juga. “Halo Alex … apa kamu sibuk?” tanya Rena.


“Ada kamu menelpon pagi-pagi … tidak seperti biasanya,” tanya Alex.


“Bagaimana kabar kakek? apa kita bisa mengunjungi kakek nanti?” tanya Rena.


Alex melihat jam dan memikirkan jadwalnya hari ini. “Aku rasa hari ini bisa setelah makan siang … jadwalku hari ini tidak terlalu padat,” jawab Alex.


“Bagus kalau begitu … aku akan pergi kekantormu nanti siang dan membawa bekal makan siang dan makanan untuk kakek,” ucap Rena.


“Tida usah … aku saja yang menjemputmu,” jawab Alex.

__ADS_1


“Kenapa? apa ada wanita di kantormu?” tanya Rena dengan curiga.


“Tidak bukan begitu,” jawab Alex.


“Bagus kalau begitu aku akan ke sana nanti siang.” Rena menutup telpon dan melanjutkan sarapannya.


Alex yang berada di kantor terdiam melihat handphonenya dan menggelengkan kepalanya.


“Tuan ini laporan pagi ini,” ucap Albert.


Alex mengambilnya dan memikirkan rencananya siang ini dengan Rena. “Rapat siang ini dibatalkan saja … aku hari ini ada rencana lain,” ucap Alex sambil memeriksa dokumen.


Albert kaget, tetapi mengingat apa yang Alex katakan di telpon Albert tidak berusaha untuk menghentikan Alex.


“Baik kalau begitu,” jawab Albert.


di rumah, Rena mulai mencari-cari resep makanan untuk siang ini. setelah melihat beberapa resep akhirnya Rena telah menemukan beberapa makanan yang ingin dibuatnya untuk kakek.


Rena pergi ke dapur dan melihat beberapa barang yang ada di dapur.


“Hmmm … bagus semuanya lengkap,” ucap Rena senang.


“Nyonya apa yang anda cari? apa butuh bantuan,” tanya kepala koki.


“Tidak ada … aku akan memasak untuk suamiku dan kakek nanti jadi aku hanya melihat-lihat bahan,”njawab Rena.


“Baiklah kalau begitu nanti kami akan membantu,” ucap kepala koki.


“Baiklah kalau begitu … terimakasih banyak,” ucap Rena sambil tersenyum dengan kepala koki.


“Tidak masalah nyonya,” jawab kepala koki.


setelah melihat bahan makanan, Rena keluar dari dapur dengan gembira. “Kira-kira apa yang akan dibuat nyonya kali ini?” tanya Sony sang koki.


“Mana aku tahu,” jawab Dimas sang koki.


“PLAAK,” suara pukulan terdengar.


“Auuu … kenapa kepalaku dipukul?” tanya Sony.


“Cepat kerjakan pekerjaan kalian,” ucap kepala koki.


Sony memegang kepalanya untuk meredakan rasa sakit. “Apa salahku kali ini?” tanya Sony kesakitan.


Dimas terdiam sementara dan melihat kepala Sony. “Itu karena kamu banyak berbicara.” Dimas pergi meninggalkan sony sendirian.


“Ha?” ucap Sony Bingung.


“Sudahlah … aku selalu salah,” jawab Sony sambil membereskan barang dengan sedih.


Rena saat ini pergi ketaman belakang dan melihat tanaman. beberapa bulan ini Rena telah menanam sayuran dan buah-buahan. Dengan bantuan pengurus taman buah-buahan dan sayuran yang Rena tanam tumbuh dengan subur dan terlihat segar. Rena sangat puas dan mulai memetik sayuran yang diperlukan untuk masakannya nanti.


setelah melihat jam pukul sebelas. Rena mulai memasak dibantu dengan para koki di dapur. makanan untuknya dan Alex berbeda dengan kakek. Rena memasak makanan yang menurutnya Alex suka dan membuat makanan sehat untuk kakek. sayuran dan buah-buahan Rena masukkan kedalam kotak makan siang. setelah beberapa jam memasak, akhirnya Rena selesai memasak.


“Hahaha … akhirnya selesai,” ucap Rena.


“Aku harap mereka menyukainya.”


“Terimakasih telah membatuku … kalian sudah bekerja keras,” ucap Rena kepada koki di dapur dan tersenyum puas.


“Tidak masalah nyonya … ini sudah menjadi tugas kami,” jawab kepala koki.


Rena tersenyum mendenngar apa yang kepala koki katakan dan meletakkan kotak makan siang di lemari. lalu Rena lanjut membereskan dapur.


Melihat apa yang akan Rena lakukan, kepala koki menjadi panik. “ Nyonya … apa yang anda lakukan?” tanya kepala koki panik.


“Tentu saja aku akan membereskan dapur,” jawab Rena dengan santai.


“Tidak perlu nyonya … biar kami saja,” ucap Dimas sang koki.

__ADS_1


“Benar nyonya biar kami saja yang membersihkan,” ucap Sony.


Rena melihat mereka semua dan berpikir, dia adalah nyonya dirumah ini. tetapi apakah salah jika ikut membantu pekerjaan mereka?


“Baiklah bagaimana kalau kita membereskan bersama-sama?” tanya Rena.


“T-tapi,” ucap kepala koki ragu.


“Kalau kalian tidak mau … tidak apa-apa,” ucap Rena sambil membereskan dapur.


“Baiklah nyonya biar kami bantu,” jawab mereka semua.


Rena tersenyum melihat tingkah mereka dan mulai membereskan dapur bersama-sama. saat membersihkan dapur, Rena melihat Sony dan Dimas.


“Hei … nama kalian Sony dan Dimas kan?” tanya Rena.


“I-iya Nyonya,” jawab Dimas.


“berapa umur kalian? kalian terlihat muda,” tanya Rena.


“Saya 20 tahun nyonya,” jawab Dimas.


“Saya 19 tahun,” jawab Sony.


“Kalian masih sangat muda,” ucap Rena dengan mata lebar.


“Kalian beberapa tahun dibawahku.”


“Apa kalian punya pacar?” tanya Rena penasaran.


“Tidak nyonya,” jawab Sony dan Dimas.


“Carilah pacar … di usia kalian seharusnya menikmati kencan,” ucap Rena.


saat sedang berbicara, tiba-tiba Ronald sang kepala pelayan masuk kedapur mencari Rena.


“Nyonya … ada tamu yang ingin bertemu dengan anda,” ucap Ronald.


“Siapa?” tanya Rena.


“Dia berata namanya adalah Fany,” ucap Ronald.


“Fany?” teriak Rena.


Rena kaget dan mulai mengerutkan kening. “Apa yang wanita itu lakukan disini?” bisik Rena.


“Baiklah aku akan segera menemuinya,” jawab Rena.


“Kalian lanjutkan pekerjaan kalian,” ucap Rena kepada para koki.


“Baik nyonya,” jawab para koki.


Rena pergi keluar bersama Ronald meninggalkan dapur. saat Rena pergi keruang tamu, Rena melihat Fany bersama asistennya duduk dengan elegan dan berpakaian sangat mewah menonjolkan kecantikannya. Fany yang sedang duduk melihat Rena menghampirinya.


“Kamu?” ucap Fany kaget melihat Rena.


Rena tersenyum melihat Fany. “Ada perlu apa kamu datang kemari?” tanya Rena.


Fany melihat penampilan Rena dari atas samapai ke bawah. “Apa kamu bekerja di rumah Alex sebagai pelayan?” tanya Fany.


“Pantas saja kamu tahu kue kesukaan Alex … apa Alex yang menyuruhmu mmbelinya?” tanya Fany.


“Ha?” wajah Rena mulai gelap.


Rena yang berpakaian biasa dengan celemek yang lupa dia lepaskan sangat kesal mendengar perkataan Fany.


"Hahaha," Rena mulai tertawa lalu menatap Fany. "Apa yang kamu katakan?" tanya Rena kesal.


Akhir dari Bab 33

__ADS_1


__ADS_2