
Alex beberapa minggu ini sangat sibuk menyempurnakan game baru dengan Liam Lee serta asistennya Albert. Alex sangat serius dalam pengerjaannya kali ini dan juga dia tidak melibatkan banyak karyawan. Hanya beberapa karyawan handal dan bisa dipercaya.
Pada saat diskusi Alex melihat jam ditangannya. “Menurutku ini sudah hampir sempurna … kita harus istirahat dulu,” ucap Alex.
Alex mengeluarkan kartu dari dompetnya. “Albert kalian makanlah apa yang kalian mau dengan ini,” ucap Alex sambil memberikan kartunya.
“Bagaimana denganmu?” tanya Albert.
Alex melihat layar handphone dan terenyum. “Rena akan mengantarkannya untukku,” ucapnya.
“Baiklah … Ayo,” ucap Albert mengajak Liam Lee.
Liam Lee sedikit kecewa karena Alex tidak makan bersama mereka, tetapi dia sangat bersemangat saat memikirkan istri bossnya. Dia belum pernah melihat istri bossnya, tetapi banyak yang mengatakan kalau istri boss adalah wanita yang sangat cantik.
“Hei apa yang kamu tunggu?” teriak Albert.
“Ah iya baiklah … permisi boss,” ucap Liam Lee.
Liam Lee berjalan bersama Albert dan terus memikirkan apa yang dia pikirkan tadi. Melihat kearah Albert dengan tatapan penasaran tetapi tidak berani berbicara. Albert merasakan tatapan Liam Lee dan meghela nafas tidak berdaya.
“Apa ada yang ingin kamu tanyakan?” tanya Albert.
Liam kaget dan mengalihkan pandangannya, lalu perlahan melihat Albert. “Em … itu apakah benar kalau istri tuan sangat cantik?” tanya Liam.
Albert terdiam dan melihat Liam dengan wajah tidak percaya. “Apa hanya itu?” tanya Albert.
Liam Lee menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat. Albert berpikir sambil memejamkan matanya, “Hmm … banyak yang bilang begitu,” ucap Albert dengan nada biasa.
“Bagaimana menurutmu?” tanya Liam.
Mendengar pertanyaannya Albert hanya diam, terus berjalan dan perlahan mengangkat kepalanya melihat keatas, memikirkan wajah Rena yang mirip dengan ibunya. “Yah aku rasa dia sangat cantik,” ucap Albert dengan senyum sedih samar diwajahnya.
“Oh … aku sangat pensaran,” ucap Liam Lee dengan mata berbinar.
Albert hanya diam dan memikirkan rencana selanjutnya untuk merebut hak keluarganya. Albert telah memikirkannya dan ingin mendiskusikannya dengan Alex.
Disisi lain, Rena sedang sibuk bersiap untuk pergi kekantor Alex. Setelah sekian lama akhirnya dia bisa mengunjungi perusahaan suaminya. Rena berpikir untuk menanyakan apa yang terjadi dengan perusahaan dan melihat sendiri keadaan Alex, apakah dia telah menurunkan berat badan karena sibuk bekerja.
Setelah bersiap Rena turun kebawah dan berlari kedalam mobil sambil membawa makanan yang telah dia siapkan untuk Alex. Setengah jam berlalu, akhirnya Rena tiba di perusahaan Alex. Rena turun dari mobil dengan semangat dan memeluk bekalnya dengan erat.
Saat Rena memasuki pintu perusahaan Rena melihat menyapa wanita yang ada didepan dengan senyum cerah. Namun wanita yang ada didepan terlihat kaget melihat Rena.
“Ny-nyonya … sudah lama tidak melihat anda,” tanya wanita itu dengan kaku.
__ADS_1
“Yah … suamiku sangat sibuk akhir-akhir ini,” jawab Rena dengan sedih.
Rena berjalan menuju lift dan kembali melihat wanita tadi, memikirkan reaksi wanita itu Rena sedikit bingung namun Rena tidak terlalu memikirkannya.
Di kantor Alex.
“Jadi apakah kamu tidak tertarik dengan tawaranku tadi?” tanya seorang pria paruh baya.
Alex melihat pria paruh baya tersebut dengan tatapan tegas dan dingin. “Terimakasih Tuan Golden telah datang menemuiku secara pribadi … namun maaf aku tidak bisa menerima tawaranmu,” jawab Alex.
Alex mengepalkan erat tangannya. Beberapa menit yang lalu setelah Albert dan Liam pergi keluar, Alex menerima telpon kalau ada tamu yang datang ingin menemuinya. Alex tidak menyangka bahwa keluarga Golden akan datang kepadanya untuk menawarkan tawaran yang begitu menguntungkan.
Alex melihat seorang gadis yang ada disebelahnya dan mengerti maksud kedatangan Tuan Golden. Alex menarik nafas agar menenangkan pikirannya.
“Em … itu Tuan Alex m-menurutku tawaran ayah sangat bagus dan juga-“
“Maaf aku tetap akan menolaknya,” Alex memotong omongan gadis itu.
Gadis itu terkejut dan sedih. Melihat wajah Alex yang menyeramkan dia hampir ingin menangis. Gadis itu menundukkan kepalanya dan menggenggam erat pakaiannya. Dia mengerti mengapa ayahnya membawanya kemari. Awalnya dia sedikit menolak namun setelah dia melihat Alex secara langsung dia jatuh cinta kepada Alex dan ingin segera menikahinya.
Tuan Golden melihat reaksi putrinya dan tersenyum. “Sepertinya putriku sangat malu sekarang, biasanya dia tidak seperti ini,” ucap Tuan Golden.
“A-ayah!” teria gadis itu dengan wajah memerah.
“Bukankah dia sangat menarik? Benarkan tuan Alex?” tanya Tuan Golden.
Alex memandang gadis itu dan gadi itu langsung mengalihkan pandangannya dengan malu-malu. Mengabaikan pertanyaan Tuan Golden, Alex melihat jam yang ada ditangannya. “Maaf Tuan Golden aku rasa pembicaraan kita cukup sampai disini … aku akan mengantarkan kalian,” ucap Alex.
“Apa kamu mengusirku?” ucap Tuan Golden dengan dingin.
Tuan Golden menyukai Alex tetapi jika Alex memperlakukan dia seperti ini maka dia tidak bisa menerimanya.
“Tidak bukan seperti itu … hanya saja istriku akan datang sebentar lagi,” jawab Alex.
“Apa?!” teriak gadis itu.
“Ap- apa kamu sudah menikah?” tanya gadis itu dengan tidak percaya.
“Ceklak,” terdengar suara pintu terbuka.
Gadis itu kaget melihat seorang wanita cantik memasuki ruangan dengan begitu anggun dan penuh semangat, tidak lupa senyuman mempesona diwajahnya yang bahagia membuat wanita yang memasuki ruangan itu semakin mempesona. Seakan waktu terhenti semua terdiam dan hanya Alex yang tersenyum lembut menatap wanita di pintu.
Rena terkejut melihat orang asing di ruangan Alex. “Em … ini-“
__ADS_1
Rena melihat Alex dan kemudian tamu Alex, dengan senyum canggung rena membuka mulutnya “Haha … sepertinya kalian sedang sibuk … Em … aku akan kembali.” Rena ingin menutup pintu tetapi melihat Alex melangkah kearahnya membuat Rena sedikit bingung, mengapa Alex melangkah kemari?
Alex mendekati Rena dan mengambil kotak makan siang yang ada ditangan Rena. “Sayang … aku telah menunggumu begitu lama,” ucap Alex sambil memegang pinggang Rena.
“Ha? Tapi-“ sebelum Rena sempat melanjutkan omongannya, Alex menekan pinggang Rena denan erat.
Rena kaget dan melihat Alex dengan tatapan bingung lalu melihat kearah tamu Alex. Rena melihat seorang gadis yang berada didepannya. Gadis itu cukup cantik dan imut dengan mata besar yang berair menatapnya dengan sedih. Tunggu? Sedih? Rena mengerti sekarang.
“Suamiku apa kamu masih sibuk? Siapa mereka?” Rena memeluk pinggang Alex sambil menatap manja pada Alex.
“Tidak … sudah selesai,” ucap Alex sambil mengusap rambut Rena.
“Maaf Tuan Golden … saya tidak bisa mengantar kalian karena istri saya sudah datang,” ucap Alex lagi.
Sebelum tuan Golden menjawab, gadis itu dengan cepat berlari sambil menahan airmatanya yang akan jatuh. “Ayah kamu keterlaluan,” teriak gadis itu.
“S-sayang tunggu ayah bisa jelaskan,” ucap Tuan Golden dengan cemas mengejar putrinya.
Setelah mereka pergi akhirnya ruangan menjadi sepi. “Auuu,” Teriak Alex.
“Kenapa kamu mencubitku?” tanya Alex dengan wajah sedih.
“Hmp … masih ada yang ingin menjodohkanmu setelah kamu menikah?” ucap Rena mengalihkan pandangannya.
“Aku juga tidak tahu … ini sangat tiba-tiba,” ucap Alex.
“Ya … ya … aku tahu bahwa ini adalah resiko memiliki suami yang tampan dan kaya raya,” jawab Rena dengan malas.
“Rena aku hanya milikmu,” ucap Alex memeluk Rena dengan manja.
“Bagaimana aku bisa membuktikannya padamu bahwa aku hanya tertarik padamu?” tanya Alex dengan sedih.
“Kruuuu~k.” Sebelum Rena menjawab terdengar suara perut Alex.
Rena melihat Alex dan menghela nafas. “Hah … baiklah bagaimana kalau kita makan dulu?” tanya Rena tidak berdaya.
“Apa kamu mempercayaiku?” tanya Alex dengan memelas.
Rena mencium kening Alex. “Iya aku percaya padamu,” ucap Rena sambil tersenyum lembut menatap Alex.
Setelah itu mereka berdua makan bersama dan tertawa bersama. Rena menceritakan apa saja yang terjadi dirumah dan menceritakan betapa kesepiannya dia tidak melihat Alex dalam beberapa hari ini. Alex hanya tersenyum mendengar cerita Rena dan merasa sangat bahagia karena ada Rena disisinya.
Akhir dari Bab 43.
__ADS_1