Menikah Dengan Penjahat

Menikah Dengan Penjahat
Bab 35 Villa Anderson


__ADS_3

Di perusahaan, Alex dan Rena telah selesai makan. “Alex tadi sebelum aku kesini ada seseorang yang datang kerumah kita,” ucap Rena sambil bersandar di sofa.


“Siapa?” tanya Alex.


Rena sedikit melirik Alex. “Fany,” ucap Rena.


Alex tertegun sejenak. “Ada perlu apa?” tanya Alex.


“Tidak tahu.” Rena menyandarkan dirinya kebahu Alex.


“Dia bilang dia akan merebut suamiku,” ucap Rena sambil membuat lingkaran dengan jarinya dilengan Alex.


Rena mengangkat kepalanya dan melihat Alex. “Apa suamiku adalah orang mudah direbut?” tanya Rena dengan nada bercanda.


“Tentu saja tidak,” jawab Alex serius.


“Apa menurutmu aku orang yang seperti itu?” tanya Alex mengerutkan kening menatap Rena.


Rena melihat wajah Alex yang begitu serius. “Hahahaha … iya aku tahu kamu tidak akan seperti itu,” ucap Rena Tertawa dan mencubit pipi Alex.


“Ayo katanya mau pergi melihat kakek,” ucap Alex berdiri meninggalkan Rena.


“Hei tunggu … hahaha … apa kamu marah?” tanya Rena mengejar Alex.


“Tidak.” Alex membuka pintu dan menunggu Rena tanpa menatap Rena.


“Tunggu … kotak makan kakek.” Rena berbalik dan mengambil kotak makan kakek.


Rena berlari menuju Alex dan menggandeng tangan Alex. Mereka berdua menuju mobil yang berada diparkiran dan berangkat kerumah kakek. Saat mobil melaju, Rena melihat keluar jendela dan kemudian melihat Alex.


“Hei … apa menurutmu kakek baik-baik saja?” tanya Rena.


Rena khawatir dengan kakek, didalam novel kakek saat ini sedang sakit parah dan juga Rena penasaran kenapa sampai sekarang masih membiarkan Ren na disisinya? Kakek tidak memberi tahu Alex yang sebenarnya.


Alex diam sejenak. “Yah dia pasti baik-baik saja,” jawab Alex.


“Aku selalu menanyakan kabar kakek kepada Ren na,” ucap Alex.


Rena melihat Alex dengan tatapan mencurigakan. “Hmmm … kalian saling berkomunikasi?” tanya Rena.


“Hanya menanyakan kabar kakek,” jawab Alex.


Rena melihat ekspresi dan reaksi Alex yang biasa saja dan tidak mencurigakan. “Hmm … baiklah,” jawab Rena sedikit tidak rela.


“Apa kamu cemburu?” tanya Alex.


“Tidak … untuk apa?” jawab Rena.


“Hmmm … benarkah?” tanya Alex lagi.


“kendarai mobil dengan benar,” ucap Rena mengalihkan pembicaraan.


Alex tersenyum kecil. “Aku menanyakan kabar kakek pada kepala pelayan bukan Ren na,” ucap Alex.


Rena langsung menatap Alex dengan tatapan kesal. “Apa kamu sengaja?” tanya Rena.


“Hahaha … ternyata benar-benar cemburu,” tawa Alex.


Rena kesal dan mulai memukul ringan Alex. “Hei hei … hentikan … aku sedang berkendara,” ucap Alex.

__ADS_1


Rena berhenti dan menyilangkan tangannya diperutnya sambil melihat jendela. “Hmph … menyebalkan,” ucap Rena kesal.


“Hahaha … aku minta maaf,” ucap Alex.


“Hei apa kamu benar-benar marah?” tanya Alex dengan tawa kecilnya.


“Perhatikan jalan,” ucap Rena.


“Hahaha ….” Alex terus tertawa karena menurutnya Rena yang cemburu sangat lucu dan membuatnya merasa dimiliki.


Rena melihat Alex tertawa, meskipun Rena kesal tetapi Rena sangat senang melihat Alex tertawa.


Saat ini di villa Anderson, kakek yang sedang duduk dikursi roda sedang berada ditaman melihat bunga-bunga.


“Kakek,” panggil Ren na.


“Bawa aku kekamar,” ucap kakek.


Ren na diam dan menggenggam erat pegangan kursi roda. “Ada apa?” tanya kakek.


“Ah … tidak ada.” Ren na mendorong kakek masuk kedalam.


“Ingat yang aku katakan … aku membiarkan kamu tetap disini karena untuk melindungi Rena,” ucap kakek dengan dingin.


“Jika Alex tahu … kamu tahu apa yang akan terjadi,” lanjut kakek.


“Iya kakek,” jawab Ren na dengan murung.


Diperjalanan menuju kamar kakek bertemu Reza dan Rani. “Kakek … “ Panggil Reza dan Rani.


Kakek mengerutkan kening saat melihat Reza dan Rani, lalu dengan cepat menenangkan dirinya. “Kalian sudah pulang?” tanya kakek.


“Tidak perlu … biar Ren na saja,” ucap kakek acuh tak acuh.


“Em … baiklah,” jawab Reza dengan senyuman sedih.


Ren na melihat Rani dan Rani hanya tersenyum saja, tidak seperti biasanya Rani selalu menjadi anak yang polos dan tertawa cerah setiap bertemu dengannya. Ren na terus menatap Rani dengan heran.


“Ayo jalan,” ucap kakek.


“Ah baiklah.” Ren na tersadarkan kembali dan terus mendorong kakek.


Rani yang tersenyum melihat kakek dan Ren na telah pergi dengan sekejap menghilangkan senyumnya. Rani tidak menyukai Ren na karena dibuku dituliskan bahwa Ren na membunuh kakek dan karena Ren na tidak bisa mendapatkan Alex, Ren na beralih ingin merebut Reza darinya. Untung saja Reza hanya menyukai dirinya sendiri.


“Rani apa yang kamu lihat?” tanya Reza.


Rani sadar kembali dan melihat Reza dengan senyum cerah. “Tidak ada … aku hanya ingin meliat kakek baik-baik saja,” jawab Rani.


Reza terenyum kecil dan memegang tangan Rani. “Baiklah ayo kita masuk,” ajak Reza.


“Em … ayo,” jawab Rani.


Beberapa jam kemudian, Rena dan Alex tiba di villa keluarga Anderson. Di villa ini keluarga besar tinggal disini kecuali Alex. Saat ini hanya ayahnya saja yang tinggal disini karena keluarga sepupunya tidak tahan dengan tingkah ayah dan ibu tirinya.


Rena dan Alex berjalan menuju villa. “Menurutmu apakah kakek akan menyukai masakanku?” tanya Rena dengan cemas menatap masakannya.


“Tentu saja … masakanmu sangat enak,” ucap Alex menggenggam tangan Rena.


“Em … kamu benar,” ucap Rena dengan senyum cerah.

__ADS_1


Saat memasuki halaman, kepala pelayan melihat Alex dan Rena. “Tuan muda Alex … anda datang,” sambut kepala pelayan.


“Nyonya juga disini,” ucap kepala pelayan.


“Ya …” jawab Rena dengan canggung. Rena masih belum terbiasa dengan orang-orang di villa ini.


“Dimana kakek?” tanya Alex.


“Kakek sedang berada dikamar bersama Ren na,”


“Mari saya antar,” ajak kepala pelayan.


Rena dan Alex mengikuti kepala pelayan. Awalnya kamar kakek berada dilantai dua, karena kakek harus memakai kursi roda kamar kakek dipindahkan kelantai bawah.


“Tok tok to.” Kepala pelayan mengetuk pintu kamar kakek namun tidak ada yang keluar. Saat kepala pelayan ingin mengetuk lagi, terdengar suara seorang wanita menghampiri mereka.


“Kakek sedang istirahat tidur,” ucap Ren na.


Rena dan Alex melihat Ren na. “Kapan kakek tidur?” tanya Alex.


“Baru saja … karena sekarang adalah jam kakek tidur,” jawab Ren na.


Ren na melihat jam, sekarang jam dua. Rena melihat Alex dengan sedih. Melihat Rena, Alex menghela nafas. “Baiklah … siapkan kami kamar untuk istirahat,” suruh Alex kepada kepala pelayan.


“Baik tuan muda,” jawab kepala pelayan.


“Ayo kita istirahat di taman sambil menunggu kamar selesai dibersihkan,” ucap Alex kepada Rena.


“Baiklah,” jawab Rena.


Alex dan Rena pergi begitu saja mengabaikan Ren na yang ada didepan mereka. Ren na sangat kesal dan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Melihat kamar kakek, Ren na membuka sedikit pintu dan melihat kakek yang tertidur pulas.


Ren na menaruh tangannya di dadanya, merasakan perasaan tidak enak karena Ren na telah mengikuti apa yang diperintah oleh nyonya Anderson. Beberapa hari ini kakek telah memakan obat yang dia berikan. Obat itu tidak langsung bereaksi tetapi perlahan merusak organ tubuh manusia.


Menutup pintu, Ren na berusaha untuk menghilangkan rasa bersalahnya. Jika dia tidak melakukan ini maka keluarganya akan hancur begitu saja.


“Maafkan aku kakek.” Ren na menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan kamar kakek.


Rena dan Alex saat ini sedang melihat bunga yang ada ditaman. “Waaah … ini sangat indah,” ucap Rena.


“Kakek sangat menyukai bunga … dulu kakek sangat rajin merawat taman ini sendiri,” ucap Alex menatap taman dengan tatapan nostalgia.


Rena memegang tangan Alex. “Kakek pasti akan sembuh,” ucap Rena.


“Iya … “ jawab Alex tersenyum.


“Tuan muda kamar telah dibersihkan.” Sang kepala pelayan menghampiri mereka.


“Ayo kita kekamar … kamu terlihat sangat lelah,” ucap Alex.


“Baiklah,” ucap Rena.


Saat mereka pergi tidak ada yang tahu bahwa ada seseorang yang mengawasi mereka dari balik pohon dengan tatapan kebencian.


“Rena … “ sambil menatap Rena, orang itu mengepalkan tangannya hingga terluka.


Akhir dari bab 35


Menurut kalian siapa orang itu?

__ADS_1


__ADS_2