Menikah Dengan Penjahat

Menikah Dengan Penjahat
Bab Spesial Tahun Baru


__ADS_3

Di sofa ruang keluarga Rena duduk termenung menatap langit-langit. “Nanti malam adalah malam tahun baru … apa yang harus aku lakukan?” ucap Rena masih menatap langit-langit.


Tidak terasa Rena telah berada didunia ini selama enam bulan dan sampai akhirnya tahun baru. Rena sangat menikmati berada di dunia ini sehingga dia tidak lagi memikirkan apa yang terjadi dengan tubuhnya didunia sana.


Rena tidur menyamping dan menatap kosong bunga yang ada diatas meja. dulu saat dia berada didunianya Rena sangat kesepian dan selalu melihat kembang api dari apartemennya. dari atas terlihat orang-orang merayakan tahun baru dengan keluarga mereka, sahabat dan kekasih. Rena sangat ingin mencoba hal-hal seperti itu dengan orang yang dia sayangi.


Memikirkan hal ini Rena dengan semangat mengambil handphonenya dan menelpon Alex. “Hei Alex,” panggil Rena.


“Em … ada apa?” tanya Alex.


“Apa yang biasa kamu lakukan ditahun baru?” tanya Rena dengan rasa penasaran.


Alex terdiam sejenak dan berpikir. “Bekerja,” jawab Alex singkat.


“Apa? selain itu apa lagi yang kamu lakukan?,” tanya Rena lagi.


“Hmmm … merawat kakek?” ucap Alex.


Rena diam tidak percaya apa yang dia dengar. “Kenapa hidupmu hambar sekali?” tanya Rena dengan tidak percaya.


Sebenarnya hidup Rena juga hambar tetapi dia tidak mau mengakuinya. “Baiklah kalau begitu … bagaimana kalau kita merayakannya dirumah kita bersama yang lain,” ajak Rena bersemangat.


“Bersama yang lain?” tanya Alex bingung.


“Iya tentu saja dengan pekerja yang ada dirumah kita,” jawab Rena.


“Oh jangan lupa mengajak temanmu dan kakek,” lanjut Rena.


Alex berpikir sejenak. “Em … baiklah aku akan menghubungi mereka,” ucap Alex.


“Bagus kalau begitu … kamu jangan pulang terlalu lama,” ucap Rena.


“Baiklah.” Rena menutup telpon dan dengan semangat ingin mempersiapkan malam tahun baru dengan semuanya.


Rena berjalan dan melihat Ronald yang sedang berbicara dengan pelayan lain. “Ronald,” panggil Rena.


Ronald berhenti berbicara dan melihat Rena. “Iya nyonya? ada apa?” tanya Ronald.


“Kamu tahu malam ini malam apa?” tanya Rena bersemangat.


“Ronald berpikir sejenak. “Malam minggu?” jawab Ronald.


“Tidak … selain itu,” ucap Rena.


Ronald bingung dan hanya diam melihat Rena dengan heran. Rena yang melihat Ronald tidak tahu apa-apa merasa sangat kesal.


“Apa kamu tidak punya kalender?” tanya Rena.


“Punya,” jawab Ronald.


Rena diam dan menarik nafas. “Huuf … sekarang adalah malam tahun baru,” teriak Rena dengan semangat dan mengangkat kedua tangannya.


Ronald tertegun sejenak dan melihat kedua tangan Rena yang terangkat. “Yeeey ... “ ucap Ronald dengan suara datar sambil bertepuk tangan.


Rena menghilangkan senyumnya. “Apa kamu pernah merayakan malam tahun baru?” tanya Rena.


“Tida pernah … karena menurut saya itu tidak penting,” jawab Ronald dengan wajah polos.


Rena terkejut dan mulai memikirkan semua pekerja yang ada dirumah ini. Apakah karena boss mereka adalah Alex? oleh karena itu mereka tidak pernah merayakan tahun baru? tidak bisa dibiarkan.


“Ronald,” panggil Rena dengan suara dingin.


Ronald merinding sesaat mendengar suara Rena. “I-iya nyonya?” jawab Ronald.


“Panggil seluruh staf yang ada dirumah ini,” perintah Rena.


“B-baik nyonya laksanakan.” Ronald berlari setelah mendengar apa yang Rena suruh.


Rena melihat Ronald pergi dan mulai menghela nafas. Setelah menunggu beberapa saat, semua staf berumpul dan berbaris sesuai profesi mereka.


Rena melihat semua pegawai dan melihat beberapa yang sudah berumur. “Halo semuanya … sebelumnya aku minta maaf karena telah memanggil kalian,” ucap Rena.


“Mungkin ada beberapa pekerja yang belum bertemu langsung denganku … jadi aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu.”


“Perkenalkan namaku adalah Rena , aku adalah istrinya Alex dan juga nyonya dirumah ini,” ucap Rena dengan senyuman.


“Jadi tujuan kalian dipanggil kemari adalah karena masalah tahun baru,” ucap Rena.


Semua pekerja bingung dan mulai membisikkan sesuatu sehingga membuat suara yang cukup berisik.


“Oke … oke … “ ucap Rena sambil menepuk tangannya agar semua diam.

__ADS_1


“Aku tahu kalian masih bingung … tujuanku adalah ingin merayakan tahun baru bersama kalian,” ucap Rena.


“Jadi sebelum itu aku ingin menanyakan … siapa disini yang memiliki keluarga?” tanya Rena.


“Silahkan acungkan tangan kalian,” lanjut Rena.


Para pekerja mulai melihat kanan kiri dan sedikit ragu untuk mengacungkan tangan. Setelah beberapa saat ada salah seorang yang mengangkat tangan.


“Apa kamu ingin merayakan tahun baru disini atau ingin merayakannya dengan keluarga?” tanya Rena.


Para pekerja terkejut mendengar pertanyaan Rena dan saling tatap.


“A-aku ingin merayakannya dengan kelurga,” jawab pekerja yang mengacungkan tangan tadi.


“Baiklah … kamu aku kasih waktu libur satu hari dan pulanglah,” ucap Rena.


Pekerja tersebut kaget dan menatap Rena dengan tidak percaya. “T-terimakasih banyak nyonya,” ucap pekerja tersebut dengan sangat bahagia.


Setelah itu ada beberapa pekerja yang mulai berbicara dan memilih ingin merayakan tahun baru dimana. Mereka yang memilih untuk merayakan dengan keluarga mereka mulai pergi dan membereskan barang mereka.


“Baiklah jadi yang tersisa hanya kalian,” ucap Rena.


Rena melihat ada seorang gadis kecil yang memilih untuk tinggal. “Apa kamu bekerja disini?” tanya Rena.


“I-iya nyonya,” jawab gadis itu.


“Berapa umurmu?”


“14 Tahun nyonya,” jawab sang gadis.


Rena kaget. “Baiklah mari kita merayakan tahun baru bersama,” ucap Rena sambil mengusap kepala gadis itu.


“Baik nyonya,” ucap gadis itu dengan senyum bahagia.


“Baik semuanya ayo kita siapkan semuanya,” ucap Rena dengan semangat yang tinggi.


Rena membagikan semuanya masing-masing pekerjaan. “Tolong siapan semua daging jagung dan lain-lain untuk keperluan tahun baru,” ucap Rena kepada para koki.


“Baik nyonya,” jawab semua koki.


Rena tersenyum dan melihat ke taman dan mulai melihat-lihat dekorasi di handphonenya. “Ronald ayo kita pergi membeli barang untuk dekorasi,” ucap Rena.


“P-permisi nyonya … apa yang harus aku lakukan?” tanya gadis kecil.


Rena melihat gadis kecil itu dan memikirkannya. “Siapa namamu?” tanya Rena.


“R-rose,” jawab gadis itu.


“Nama yang bagus … Rose ikut denganku kita pergi mencari barang untuk dekorasi,” ucap Rena sambil tersenyum.


“Baiklah.” Rose mengikuti Rena dari belakang dengan bahagia.


Rena melihat Sony yang hanya berdiri disebelah Dimas yang sedang bekerja. “Sony!” teriak Rena.


Sony kaget dan tanpa sadar berdiri tegap menghadap Rena. “Kamu ikut dengan kami,” ucap Rena.


“A-apa? Baik nyonya,” jawab Sony.


Mereka berempat memasuki mobil dan pergi ke mall terdekat. Setelah tiba di mall Rena memberi list kepada Ronald dan Sony.


Ronald mengambil list dengan senang hati dan menarik Sony dengan paksa untuk berbelanja.


“Nah … ayo kita juga melihat sekeliling,” ajak Rena.


“Em … “ jawab Rose menganggukkan kepalanya.


Disisi lain Ronald dan Sony mencari barang yang ada dilist.


“Hei apa menurutmu barang ini berguna untuk tahun baru?” tanya Sony.


“Lebih baik ikuti saja yang ada dilist,” jawab Ronald.


Sony mencari dan melihat barang-barang yang ada disekitarnya. “Hei lihat.” Sony memakai topeng hantu.


Ronald berbalik dan terkejut melihat Sony. “Bangs-”


“Sial Sony apa yang kamu pakai?” teriak Ronald.


“Hahaha … aku akan membeli ini,” tawa Sony.


“Barang yang tidak berguna.” Ronald melanjutkan mencari barang-barang.

__ADS_1


“Tik Tok Tik Tok.” Sony dan Ronald melihat mainan anak-anak yang menarik perhatian mereka.


“Hei apa kita harus membeli ini?” tanya Sony.


Ronald hanya diam dan pergi meninggalkan Sony. Sony terus melihat mainan itu seakan terhipnotis, Sony tanpa ragu membelinya.


Saat kembali ke titik kumpul, Ronald dan Sony bertemu dengan Rena. Tetapi Rena belum kembali dan mereka duduk sambil menunggu Rena dengan barang-barang yang mereka bawa.


Beberapa saat kemudian Rena dan Rose kembali. Rena yang membawa beberapa barang melihat Sony dan Ronald yang membelakangi mereka.


“Sony … Ronald … apakah semua barang ada?” teriak Rena dari kejauhan.


Mendengar suara Rena, Sony dan Ronald berbalik badan. Rena kaget melihat mereka berdua.


“A-apa yang kalian kenakan?” tanya Rena.


“Ah ini … kami membelinya karena sangat menarik,” jawab Sony menggunakan topeng hantu.


“Dan ini aku memberikannya kepada Ronald karena dia kalah taruhan,” ucap Sony menunjuk ke topeng Ronald.


“Ini adalah topeng monyet nyonya,” jawab Ronald dibalik topeng.


“Pfffft … hahaha,” tawa Rena.


“Sampai kapan kalian akan memakai topeng itu?” tanya Rena.


“Sampai akhir tahun baru nanti nyonya,” jawab Sony dengan semangat.


“Hahahaaha … baiklah lakukan sesuka kalian,” tawa Rena.


Sony berjalan dibelakang Rena dengan percaya diri menggunakan topeng kebanggaannya. Sedangkan Ronald terus menundukkan kepala membawa barang-barang dengan rasa malu.


“Ibu ada topeng monyet.” Tunjuk seorang anak kepada Ronald.


“Sssst … tidak sopan menunjuk seperti itu.” Sang ibu menarik anaknya dengan paksa.


Ronald yang mendengar perkataan anak itu berlari pergi mendahului Rena dan Sony masuk ke mobil.


“Ada apa dengannya?” tanya Rena.


“Tidak usah dipikirkan nyonya,” sahut Sony.


Setelah sampai dirumah, Rena dan yang lainnya mempersiapkan semuanya dengan sangat antusias. Beberapa saat kemudian tibalah waktu puncak untuk malam tahun baru. semua telah siap dengan dekorasi yang cantik dan juga Alex dan Viktor baru saja tiba.


“Alex!” teriak Rena sambil belari memeluk Alex.


“Hihi … bagaimana menurutmu?” tanya Rena dengan wajah penuh harap.


“Alex melihat dekorasi dan makanan yang telah disiapkan. “Sangat bagus … kamu telah bekerja keras,” jawab Alex mengelus kepala Rena.


Rena tersenyum mendengar pujian Alex dan melihat kearah Viktor. “Dimana Leon?” tanya Rena.


“Dia tidak bisa datang,” jawab Viktor.


Rena hanya diam, sebelumnya Rena sudah menebak kalau Viktor tidak akan datang.


“Nyonya sudah saatnya,” teriak Ronald yang masih memakai topeng monyet..


“Baik semuanya … ayo bersiap,” teriak Rena.


“3.”


“2.”


“1.”


“Piiiiuuuu Krak krak krak.” Kembang api sudah mulai diluncurkan dimalam tahun baru.


“Happy New Year semua!” teriak semua orang yang hadir dengan gembira.


Rena melihat kembang api lalu melihat Alex dan mencium pipi Alex. Alex kaget dan melihat kearah Rena sambil memegang pipinya. “Alex selamat tahun baru,” ucap Rena sambil tersenyum menatap Alex.


Alex melihat Rena tersenyum dan menundukkan kepalanya untuk mencium Rena tepat dibibir. “Selamat tahun baru Rena,” ucap Alex.


Rena kaget dan melihat sekeliling karena takut ada yang melihat tindakan mereka. Semua orang fokus melihat kembang api, Rena merasa lega. Alex yang melihat Rena yang sangat khawatirpun tertawa kecil.


“A-apa yang kamu tertawakan?” tanya Rena dengan wajah memerah.


Alex menundukkan kepalanya lagi dan mulai mencium Rena. Rena ingin menolak karena takut ada yang melihat tetapi kali ini Rena membiarkannya begitu saja dan mulai melingarkan tangannya dileher Alex. Mereka berdua saling berciuman di bawah kembang api yang bersinar indah dilangit malam.


Akhir dari Bab Spesial Tahun Baru

__ADS_1


__ADS_2