Menikah Paksa

Menikah Paksa
Bab 14


__ADS_3

"heh siapa kamu? keluar dari mobil ku cepat!!" teriak seorang pria yang mendapati wanita berada di bagasi mobilnya.


Awalnya pria itu tidak menyadari ada seseorang yang sedang bersembunyi di dalam bagasinya.


Sampai saat terdengar suara mengaduh ketika mobil itu melewati polisi tidur buru-buru pria itu menghentikan mobilnya dan memutuskan untuk mengeceknya.


"hey apa kau tuli cepat keluar!!" karena wanita itu tidak segera beranjak keluar, pria itu memegang tangannya dan memaksa untuk keluar.


"kamu!!" yang tadinya ia memegang tangan wanita itu kini berganti menunjuk dengan tidak percaya kepada seseorang yang sedang mengaduh di hadapannya.


"kamu pelayan di resto itu kan?"


"oh aku tahu sekarang kamu jadi penguntit untuk menarik perhatian atau jangan-jangan memang ini pekerjaan kamu yang sebenarnya." Wanita itu yang sebelumnya hanya diam karena merasa tidak enak hati akhirnya meluapkan semua yang dipendamnya.


Plaaak....


Sebuah tamparan keras mendarat pada pipi pria itu membuatnya terkejut dengan sikap wanita itu.


"dengarkan ini baik-baik!! saya bukan wanita seperti itu, bahkan jauh dari yang apa pikirkan." dengan menunjuk balik pria yang ditamparnya.


"dari mata sebelah mana anda melihat saya seperti pe*acur? dan kalaupun memang iya tidak sudi saya berhubungan dengan anda."


Pria itu semakin menatap tidak percaya setelah mendengar ucapan wanita itu seakan tengah meluapkan isi hatinya. Bukankah seharusnya dia yang marah karena wanita itu masuk mobilnya tanpa ijin?

__ADS_1


"maaf dan terimakasih atas tumpangannya." wanita itu pergi begitu saja setelah menyampaikan isi hatinya yang dia tahan sejak kemarin saat pertama kali bertemu.


"hey.. tunggu!!" awalnya pria itu masih tercengang dengan apa yang di alaminya namun setelah melihat wanita itu menjauh dirinya segera tersadar Karena belum ada penjelasan dari wanita itu yang ada hanya sebuah luapan amarah.


"Rimar.. nama saya Rimar bukan hey" ucap Rimar karena risih dirinya terus-terusan di panggil 'hey'.


Tanpa memperdulikan wanita itu lagi Rimar melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi.


"kenapa jadi dia yang marah-marah" sambil menatap Rimar yang menghilang di sebuah kegelapan jalan.


"s*al... Selena." buru-buru ia memasuki mobilnya setelah mengingat kekasihnya yang belum ditemukan.


Benar pria yang dimaksud adalah Lucas, dia berhasil lepas dari pengawasan anak buah kakeknya karena bantuan dari sekertarisnya.


***


Suara dering ponsel membuat Lucas terkejut dari lamunannya. Seperti mendapatkan angin segar dan berharap yang menghubungi dirinya adalah Selena.


Buru-buru Lucas mencari keberadaan ponselnya karena terakhir kali ponselnya di ambil oleh Lim sebelum meninggalkan dirinya.


"oh **** " umpat Lucas ketika berjalan ke arah meja di mana ponselnya berada. Memang tangan Lucas di ikat tapi tidak dengan kakinya mungkin mereka lupa atau memang mereka bod*h.


Raut wajah Lucas berubah ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya, bukan Selena sang kekasih tapi Sam sekertarisnya.

__ADS_1


Walaupun sempat kecewa dengan segera Lucas meraih ponsel miliknya bermaksud meminta bantuan pada Sam agar segera membebaskan dirinya dari anak buah kakeknya.


"halo Sam cep.." belum sempat Lucas menyelesaikan ucapannya ingin menyuruh Sam cepat-cepat datang ke apartemen namun ponsel itu di ambil oleh Nic yang entah kapan datangnya.


"maaf tuan" satu kalimat dari Nic sebelum dirinya memutuskan sambungan telepon itu.


Lucas yang melihat ponselnya di bawa pergi segera memikirkan cara agar dirinya bisa mendapatkan ponselnya kembali.


Namun segala upaya yang di lakukan Lucas untuk mengelabuhi anak buah kakeknya itu sia-sia bahkan Lim yang dikenal ceroboh itu pun tidak berhasil dia tipu.


Sampai pada saat Lucas sudah menyerah akan nasibnya yang akan di jodohkan dengan wanita tidak dikenalnya. Terdengar suara seperti seseorang yang sedang berkelahi di luar dan selang beberapa lama tampaklah seorang pria muncul dari balik pintu.


"maaf tuan saya terlambat." segera Sam menghampiri Lucas dan membuka ikatan tuannya itu.


"ini bukan salahmu tapi salah kakek tua dan antek-anteknya itu"


"oh ya bagaimana dengan mereka?" Lucas menunjuk ketiga anak buah kakeknya dengan dagu.


ihhh sok cool... batin Sam yang melihat tuannya yang sok berwibawa padahal sebelumnya dia yakin bahwa orang yang berada di depannya itu ingin meminta bantuan padanya.


"beres tuan" jawab Sam sambil mengacungkan jari jempolnya.


Lucas yang puas dengan jawaban Sam mengembangkan senyum mengejek melihat ketiga anak buah kakeknya tergeletak di lantai.

__ADS_1


"ayo kita segera pergi sebelum kakek datang."


"baik tuan" kedua pria itu keluar dari unit apartemen dan meninggalkan ketiga orang yang sedang pingsan itu sendirian.


__ADS_2