
Dalam suasana hati yang buruk Rimar pulang dari restoran hari ini ia tidak pergi ke tempat part time nya karena tempatnya sedang tutup.
Saat Rimar sampai di depan gerbang ia di kejutkan oleh sekelompok pria yang membawa keluar barang-barangnya dan mama tirinya.
"siapa kalian? kenapa barang-barang saya kalian bawa?" Rimar yang tidak mendapat jawaban langsung berjalan ke dalam rumah.
Didalam ternyata ada Madam Valen dan mama tirinya yang saat ini sedang berlutut sambil menangis.
"saya mohon jangan sita rumah ini " Sunja tengah berlutut mencoba meraih kaki Madam Valen.
"tidak bisa ini sudah menjadi kesepakatan bersama malam ini juga kalian harus keluar dari rumah ini karena besok saya akan menjual rumah ini untuk melunasi hutang kalian." sekarang apa yang di takutkan oleh Rimar terjadi juga, rumah peninggalan papanya akan disita lalu dimana dia akan tinggal bahkan kerabat pun sudah tidak ada mereka memutuskan hubungan karena tidak menyetujui niat papanya untuk menikahi Mama Sunja dulu.
"Madam berikan saya waktu lagi saya berjanji akan melunasi semuanya tapi jangan sita rumah ini." ucap Rimar yang ikut berlutut di depan Madam Valen.
"Halah uang segitu banyak mau cari dimana kamu? memang kalau saya kasih waktu kamu bisa cari uang kemana hah?"
"saya mohon Madam apapun akan saya lakukan asal madam tidak menyita rumah ini." dengan spontan Rimar mengucapkan kata itu entah dirinya sadar atau tidak namun satu yang harus dia sadari bahwa dia telah menyerahkan semuanya pada Madam Valen.
"kau yakin dengan perkataanmu? karena aku tidak ada waktu meladeni omong kosong itu." dengan sekali jentikan jari sekelompok pria itu menghentikan aktifitasnya dan berdiri di depan pintu.
__ADS_1
"iy iya saya yakin Madam." raut wajah ketakutan muncul ketika Rimar melihat senyum madam Valen kini dia sadar setelah mengalaminya sendiri bahwa berurusan dengan Madam Valen sangat mengerikan.
"dengar kebetulan aku membutuhkan pekerja baru untuk Bisnisku." bisik Madam Valen yang berjongkok dan meraih wajah Rimar dengan kasar.
Rimar yang sudah tidak mengerti bagaimana cara melunasi hutang hanya bisa pasrah dan menangis meratapi kenyataan pahit yang di menimpanya.
"hey kalian bawa gadis ini masuk mobil !!" pria yang memiliki tubuh berotot itupun membawa Rimar ke dalam mobil.
Sedangkan mama tirinya itu merasa lega karena rumah itu tidak jadi di sita dan dirinya tidak menjadi gelandangan.
Dia seolah mengikhlaskan Rimar di bawa pergi oleh Madam Valen begitu saja, dan Rimar pun hanya menuruti kemauan madam Valen demi rumah yang papanya wariskan.
***
Sementara itu di sebuah apartemen terdengar sebuah des*han dari pasangan yang kini tengah bercumbu.
Mencari arti dari sebuah kenikmatan dunia yang dapat memabukkan manusia.
Layaknya sebuah lomba mereka saling berpagutan dengan nafas yang yang memburu merasakan pertukaran sal*va satu sama lain yang semakin membangkitkan gairah mereka.
__ADS_1
Kegiatan yang sedang berlangsung cukup lama harus terhenti ketika tiba-tiba ada seseorang masuk ke dalam kamar dengan paksa.
"dasar baj*ngan tidak tahu malu." teriak seorang pria tua dengan lantang setelah melihat apa yang dilakukan pasangan tersebut.
Mereka berdua yang terkejut dengan kehadiran pria tua itu segera mengambil pakaian masing-masing dan wanita itu segera berlari ke dalam kamar mandi dengan membalut tubuhnya dengan selimut.
"kakek kenapa disini?" menghampiri yang dirinya panggil kakek itu dengan bertelanjang dada.
"diam kau memang kenapa jika aku disini? apa aku mengganggu kegiatanmu dan kekasihmu itu?" pria tua itu tampak tidak bisa mengendalikan emosinya lagi.
"memang kek padahal tadi tinggal gol tapi kakek merusak suasana." jawab pria itu dengan santai.
"LUCAS KAU.. " dengan kasar pria tua itu menarik telinga cucunya yang bernama Lucas tersebut.
"ini rasakan kau harus di beri pelajaran ."
" sshh sakit kek lepaskan!" kini terlihat seorang kakek yang tengah menjewer telinga cucunya dan sang cucu yang berusaha melepaskan tangan sang kakek dari telinganya.
"apa ini? tato baru lagi kau mau memenuhi badanmu dengan tato hah?" karena bertelanjang dada dengan terpampang jelas terdapat gambar abstrak di beberapa bagian tubuhnya dan tato baru yang dimaksud berada di dada sebelah kanan yang bergambarkan setangkai bunga mawar.
__ADS_1
"pakai bajumu dan segera turun kakek tunggu di bawah jangan lupa bawa kekasihmu itu." dengan sedikit penekanan kata kekasih itu membuat Lucas merasa akan ada perdebatan panjang yang ada terjadi.