Menikah Paksa

Menikah Paksa
Bab 15


__ADS_3

Seorang pria terlihat terengah-engah atas ulah tuannya, entah karena kesalahan apa yang dia perbuat sampai-sampai diturunkan di tengah jalan dan di tinggalkan begitu saja.


Satu pesan yang ia dengar dari tuannya dia harus menyusul dengan berlari dan tidak boleh menggunakan kendaraan umum.


Dengan terpaksa dia melakukan perintah itu hingga akhirnya dia dapat menyusul tuannya.


"tuan tunggu" belum sempat dia mengatur napasnya sekarang harus mengejar tuannya lagi yang kini masuk ke dalam perusahaan.


"ck lamban!" maki tuannya yang sekilas menoleh ke belakang.


astaga sabar, orang sabar jidatnya lebar batin si sekertaris yang mengekor di belakang tuannya, dan terlihat gemas ingin memukul tuannya dari belakang.


Setelah sampai di sebuah ruangan pria itu duduk di kursi besar miliknya, dimana tepat di depannya terdapat meja yang bertumpukan berkas-berkas dan sebuah laptop di atasnya.


Dan tidak lupa sebuah papan nama bertuliskan LUCAS VAN CLAIRE yang menunjukan sebuah jabatan sebagai seorang CEO di perusahaan tersebut.


Lucas yang biasa di panggil Luc oleh kakeknya sedang menyandarkan kepalanya, kini kepalanya itu terasa pusing dengan semua masalah yang terjadi karena kakeknya itu yang sangat menginginkan dirinya segera menikah dengan wanita pilihannya.


"Oh come on, my brain." sambil memejamkan mata dan memijit kepalanya Lucas mencoba memikirkan cara untuk keluar dari masalah yang dihadapinya apalagi semua yang bersangkutan dengan kakeknya tidak akan mudah di lewati begitu saja.

__ADS_1


Notifikasi pesan masuk membuat Lucas tersadar dari lamunannya, sebuah e-mail di kirim dari orang suruhannya untuk mencari keberadaan Selena.


Raut wajah bahagia karena mendapatkan informasi keberadaan kekasihnya hilang begitu saja dan berganti penuh dengan kecewa.


Pasalnya orang suruhan itu mengirimkan foto dimana terdapat gambar Selena di bandara dan sebuah bukti penerbangan menuju Rusia tadi pagi.


"Sam come here!! NOW"


Sam yang mendengar teriakan dari ruangan bosnya hanya menghela napas panjang, dan segera beranjak dari duduknya.


"Iya tuan, ada yang bisa di bantu?" dengan senyum dipaksakan Sam memasuki ruangan menghadap bosnya.


"Tuan dapat informasi ini dari B.O? kenapa tidak suruh saya saja atau jangan-jangan tuan sudah berpindah ke lain hati?" cecar Sam yang merasa dikhianati oleh tuannya karena lebih memilih rivalnya untuk mencari keberadaan Selena daripada menyerahkan pada dirinya.


"Hah sungguh tegaa" Sam dengan gemulai menjatuhkan dirinya pada kursi di hadapan Lucas yang tengah menatapnya jijik.


"Sok dramatis, mau dikirim ke pusat teater?" sebuah gulungan kertas meluncur menuju kepala sebagai reaksi dari Lucas untuk sekertarisnya yang sedikit gila itu. Image cool dan berwibawa yang Sam tunjukan hanyalah sebuah image belaka. Aslinya somplak gini


"Jangan tuan, memang tuan tega?" jawab Sam yang semakin kemayu.

__ADS_1


Huek... walaupun tidak bersuara namun cukup dimengerti oleh Sam hanya dengan postur atasannya yang semakin merasa jijik padanya dan itu semua membuat Sam tertawa terbahak. Karena dirinya sudah tahu atasannya itu akan memberikan respon seperti dugaannya.


"Si*lan kau!" Lucas melemparkan beberapa lembar kertas pada Sam namun yang di lempari malah semakin terbahak.


"Diam!! Segera kirimkan orang untuk mengikuti Selena dan pastikan dia aman disana suruh mereka melaporkan setiap kegiatan Selena padaku setiap jam-nya!"


"Dan kalau sampai terjadi sesuatu pada Selena kau pun juga harus menanggung akibatnya" Sam yang mendengar kalimat terakhir yang atasannya lontarkan itu langsung terdiam dan memperbaiki posisi duduknya.


"Sebentar kenapa saya juga ikutan tuan? kan saya tidak ada kaitannya."


"Kalau di bilang ikut ya ikut kan saya bosnya"


Sam menyipitkan matanya pertanda tidak setuju dengan perkataan tuannya namun apa daya Lucas sudah membawa jabatan sungguh tidak seru huuuuu....


"Sudah sana kembali bekerja hush hush!" dengan gerakan tangan Lucas mengusir Sam keluar ruangannya.


Sam yang masih mempertahankan ekspresi diwajahnya segera bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan dengan menutup pintu dengan keras.


"Sam kau sengaja?" teriak Lucas yang terkejut dengan tingkah sekertaris luar biasanya itu.

__ADS_1


"Maaf tuan tangan saya licin." balas Sam dari luar yang membuat Lucas berdecak setelah mendengar alasan klise Sam.


__ADS_2