
Hari dimana mereka akan pergi Reunian kelas pun datang, karena akan menginap untuk beberapa hari Arkan dan Violet membawa cukup banyak barang bawaan. Mereka sampai membawa satu koper berisikan baju-baju mereka, Violet memasukkan kopernya ke dalam bagasi sedangkan Arkan sudah menunggunya di mobil.
Tidak perlu waktu lama mereka sampai di villa bogor, di sana belum datang semuanya baru ada beberapa orang termasuk Mawar dan Julian. Arkan membawa koper dan tasnya ke kamar lalu setelah itu kumpul di ruang tengah menunggu yang lainnya datang juga.
"Eh gimana enak enggak nikah?" tanya Caca menatap Arkan dan Violet yang sedang duduk berdampingan.
"Iya nikahnya sama mantan lagi," sindir Maudy sambil senyum-senyum.
"Eh tapi kalian nikahnya karena ketauan lagi berduaan di kamar apartemen yah?" ujar Gino.
"Oh iya, ngapain kalian berduaan di apartemen. Jangan-jangan kalian emang berhubungan lagi yah?" mereka terus saja menyudutkan Arkan dan Violet.
Violet tersenyum, "Bukan..... Gue enggak hubungin dia lagi setelah kita putus, yah biasalah pulang mabuk salah masuk apartemen orang," jelas Violet tanpa beban.
"Kebiasaan deh lu kalau mabuk kek gitu, tapi seneng kan nikah sama Arkan?" tanya Maudy sembari meledek.
"Enggak juga sih," Violet bercanda sambil tersenyum.
Seketika Arkan langsung menatap Violet seakan kecewa dengan apa yang di ucapkan Violet barusan.
"Eh lu yang bayarin Villa ini?" tanya Andin menatap Violet.
"Oh iya, uang yang ada di elu buat yang lain aja takutnya nanti kurang," balas Violet.
Mawar terdiam karena marah, ia kesal mengapa semua orang yang ada di sana malah terus memperhatikan Violet dan Arkan tanpa memperdulikan perasaannya.
Ana datang dan menyapa semua orang di sana, sementara tampaknya Mawar masih kesal dengan Ana saat itu membuatnya tidak begitu merespon saat Ana malah memilih duduk di sebelahnya.
"Pergi dari sini yuk," anak Ana kasihan melihat Mawar.
Violet yang tau bagaimana Mawar sekarang segera bangkit dan memilih pergi ke dapur untuk menikmati secangkir teh hangat sambil menenangkan perasaannya yang sedikit gelisah.
"Kenapa lu pergi?" tanya Julian yang ternyata mengikutinya ke dapur.
Violet bersandar di meja sambil memegang cangkir, "Entahlah," balasnya malas.
"Ke belakang yuk," ajak Julian.
"Enggak ah males," balasnya sambil menyimpan cangkir yang ia pegang ke meja di belakangnya.
Tiba-tiba Arkan datang dan pergi ke hadapan Violet, "Ngapain pergi?" tanyanya.
__ADS_1
"Enggak papah haus aja," balas Violet dengan nada malas.
"Ah pusing," Violet memegang kepalanya karena terasa sangat pusing, pandangannya bahkan mulai kabur dan menghitam. Tubuhnya hampir tumbang hanya saja Arkan dan Julian langsung menopang nya.
Tanpa mereka sadari Mawar dan Ana melihat kejadian itu karena mereka hendak pergi ke dapur, Mawar terdiam memandangi hal itu.
"Enggak minum obat yah?" tanya Julian.
"Belum sih," balas Violet dengan suara lemas.
Arkan menggendong Violet dan segera membawanya masuk ke kamar, sementara Julian mengambil minum untuk nanti Violet minum obat. Arkan berjalan begitu saja melewati Mawar tanpa melihatnya sama sekali.
Ana mengelus pundaknya Mawar, semua yang ada di ruangan utama ikut panik saat melihat Arkan menggendong Violet masuk ke kamarnya mereka mengikuti Violet ke kamar.
"Kalian tunggu di luar aja, Violet nya kecapean kayaknya," karena takut ganggu Julian melarang yang lain masuk.
Julian menutup pintunya dan berjalan ke arah Violet dan Arkan yang sudah ada di kasur, "Nih air nya," Julian memberikannya pada Arkan.
"Mana obatnya?" tanya Arkan panik.
"Di tas," balas Violet lemas.
"Bahagia banget yah kayaknya kalau jadi Violet," ucap Andin sambil tersenyum.
"Iya, banyak banget yang peduli," tambah Maudy.
"Oh lu mau di peduliin?" tanya Digo pacarnya Maudy sembari menyenderkan kepalanya ke pundak Maudy.
"Dih...... Apaan sih berat tau," ucap Maudy menyingkirkan kepala Digo.
Mawar yang ada di taman belakang semakin kesal dengan apa yang barusan ia lihat, "Nih minum dulu," Ana memberikan segelas minuman untuk membuat Mawar tenang.
Mawar mengambil air itu lalu meminumnya beberapa tegak, setelah minum ia mengembalikan gelasnya pada Ana.
"Gue yakin Arkan cuman lagi akting barusan, dia pasti lagi pura-pura jadi suami yang baik aja biar semuanya enggak curiga," Mawar tersenyum sambil menyakinkan dirinya sendiri.
"Yah mungkin begitu," balas Ana memutar bola matanya malas, ia malas menjelaskan semuanya lagi pada Mawar karena Mawar terlalu keras kepala untuk di peringati.
Kembali ke Violet, "Lu istirahat di sini aja sampai agak baik," ucap Arkan menyelimuti tubuh Violet dengan selimut yang ada di sana.
"Gue ke luar dulu," Julian pamit pergi karena ingin membiarkan Violet dan Arkan berdua.
__ADS_1
Julian duduk di tempat tadi.
"Gimana kondisi Violet? Baik-baik ajakan?" tanya Andin.
"Baik-baik aja, cuman perlu istirahat sebentar doang. Dia cuman kecapean aja," balas Julian.
"Oh bagus deh, takutnya kenapa-napa."
Setelah beberapa jam yang lainnya sudah datang semuanya, hari pun mulai sore. Andin dan beberapa wanita lainnya sedang masak untuk makan sore sementara para pria tengah bersantai di taman belakang, ada yang renang juga ada yang hanya bersantai saja.
Arkan memapah Violet ke dapur karena ia ingin membantu yang lainnya masak, Andin mengantikan Arkan memapah Violet.
"Duduk aja, nanti kenapa-napa," ucap Andin mendudukkan Violet di kursi.
"Enggak papah gue udah baikan, abis minum obat juga tadi," balas Violet yang kekeh ingin membantu memasak.
"Ya udah nih potong sayuran aja biar sambil duduk," Sherin memberikan pekerjaan pada Violet, ia akan membantu yang lainnya.
"Oke," balas Violet sambil langsung memotong sayuran-sayurannya.
"Udah lu sana pergi aja sama yang lainnya di luar, Violet udah ada kita yang jagain," Andin mendorong Arkan pergi.
"Nitip," Arkan pergi ke arah taman belakang menghampiri yang lainnya.
"Dasar bucin, iya tenang aja enggak bakalan kita makan kok," ledek Maudy.
Mawar masak sambil cemberut, ia sangat cemburu dengan apa yang Arkan lakukan. Ia kesal mengapa Arkan sampai setidak peduli itu padanya, Arkan tidak mau menjaga perasaannya sedikitpun.
"Udah sabar aja," ucap Ana.
"Mawar tolong ambilkan gelas di sana dong," pinta Andin.
"Oke," Mawar pergi mengambil gelas.
Sementara itu Arkan keluar dan duduk di kursi taman, "Renang sini," ajak Dika.
"Enggak ah males," balas Arkan.
"Nih minum," Julian memberikan minuman pada Arkan.
"Makasih," Arkan mengambil minuman dari tangan Julian.
__ADS_1