
Satu bulan berlalu, Arkan sedang mengunjungi pemakaman Violet sembari menggenggam bunga Anyelir. Setiap satu minggu sekali ia rutin mengunjunginya, ia terkadang bercerita mengenai hari-hari yang sudah ia lewati tanpa Violet.
Arkan menghela nafasnya dengan kasar, "Satu bulan yang berat yah, tapi aku untungnya bisa menjalani semuanya dengan ikhlas, kamu di sana pasti sudah bahagia dengan orang-orang baru."
Arkan tersenyum sembari menyimpan bunga, kemarin berita kematian Violet menjadi kabar yang penuh duka, bahkan kemarin-kemarin pemakaman selalu ramai di kunjungi fans dari Violet itu sendiri.
Wartawan juga selalu meminta Arkan angkat bicara, tetapi Arkan selalu saja menolaknya karena tidak mampu menceritakan apapun pada media. Di waktu bersamaan Julian juga ternyata pergi ke sana untuk melihat Violet, mereka berdiri berdampingan.
"Udah lama gak ketemu," ujar Julian memulai percakapan.
"Benar," balas Arkan singkat.
"Berat yah, kita sama-sama kehilangan orang yang kita cintai dengan begitu hebat."
__ADS_1
"Tidak ada kehilangan paling menyakitkan selain kematian."
"Benar," Julian membawakan Violet bunga violet.
"Aku pergi," Julian tidak ingin menganggu Arkan dan membiarkan Arkan sendirian.
Sementara itu Julian ke sana bersama Gersi dan Gersi menunggunya di mobil, Julian tau kalau di makam ada Arkan jadi ia meminta Gersi menunggu saja. Setelah itu mereka kembali pergi menuju kantor. Arkan juga beranjak pergi dari makam Violet.
Tentang penyesalan, rasa cintanya dan kesehariannya selama ini. Arkan memeluk buku itu lalu tertidur menatap langit-langit rumahnya, "Violet besok aku akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan hidupku di sana," ujarnya tersenyum.
"Sehebat apapun aku mencoba biasa aja tanpa kamu di sini sangat sulit, makannya sekarang aku ingin pergi di negara lain untuk menenangkan hatiku dan pikiranku."
"Ku harap kau hadir dalam mimpiku setiap saat, aku juga berharap di kehidupan selanjutnya kita hidup sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai dan hidup sampai kakek nenek."
__ADS_1
"Aku tidak bisa bayangkan bagaimana anak kita nanti."
*******
Itulah akhir cerita dari mereka, Arkan mulai bangkit dan belajar untuk hidup tanpa Violet lagi. Ia memegang perusahaan ayahnya yang ada di Amerika dan ia hidup sukses di sana, walaupun banyak yang suka pada Arkan namun Arkan tetap belum mampu kembali membuka hatinya.
Ia rasa cintanya habis oleh Violet, wanita sederhana yang luar biasa di matanya. Arkan meminta Julian untuk menggantikan dirinya mengirimi bunga Anyelir ke makam Violet setiap bulan, Julian juga sudah mulai dapat membuka hatinya untuk Gersi yang terkadang memang selalu teringat akan Violet.
Setelah kepergian Violet, Arkan memang tidak pernah menangis. Ia juga menjadi pribadi yang jauh lebih dingin dan hatinya seakan membeku, dia tidak menangis hanya untuk menepati janjinya pada Violet walaupun terkadang hatinya terasa sangat sakit dan dadanya begitu sesak.
Terimakasih telah membaca cerita singkat mengenai perjalanan Cinta Violet dan Arkan.
"Jika kita memang tidak dapat bersatu sekarang, maka mari kita bertemu di kehidupan selanjutnya sebagai sepasang kekasih yang direstui semesta dan Tuhan."
__ADS_1