Menikahi Mantan

Menikahi Mantan
Kafe


__ADS_3

Sore pun tiba, Julian sampai mengantuk menunggu Arkan keluar. Arkan kini hendak pulang namun ia menghampiri Julian karena resepsionis di sana mengatakan ada seseorang yang ingin menemui Arkan di ruang tunggu.


"Julian," panggil Arkan sambil menyentuh Julian.


Julian yang mengantuk langsung menatap Arkan dengan wajah yang kusut, "Lama banget sih lu keluarnya," kesal Julian bangun.


"Ngapain ke sini?" tanya Arkan bingung.


"Ikut gue bentar, ada yang mau gue bicarain," ajak Julian.


"Ngomong apa sih? Di sini aja kali," balas Arkan.


"Atau ke ruangan gue aja," tambahnya.


"Males ah, ke kafe aja gue mau sambil minum kopi ngantuk nungguin lu enggak keluar-luar," Julian berjalan duluan ke pintu keluar.


Arkan berjalan mengikuti Julian, ia penasaran dengan apa yang ingin Julian obrolkan dengannya. Di sisi lain sepasang bola mata tengah memperhatikan mereka, dia adalah Andy yang tersenyum senang.


Andy memotret mereka berdua lalu mengirimkannya pada Mawar, "Semoga aja enggak ada sesuatu setelah ini," Andy mengirimi Mawar pesan seperti itu bersama foto Arkan dan Julian.


Sementara itu di rumah Violet tengah tertidur di temani ibunya, "Sayang maafkan Mama karena tidak bisa berbuat lebih untukmu," ucapnya sambil meneteskan air matanya mengingat semua rasa sakit yang selama ini Violet tanggung.


Di tempat lain Mawar panik karena menerima pesan dari Andy, "Brengsek, lu coba gagalin mereka atau lu apain kek," pesan balasan dari Mawar.


"Gue enggak tau mereka kemana, jadi gue enggak bisa gagalin mereka," balasan dari Andy.


"Ah sialan."


Mawar keluar dari kamarnya untuk mencari Arkan, Mawar juga menelpon Arkan beberapa kali namun tidak di angkat oleh Arkan, Mawar memutuskan mencari Arkan sekarang ia khawatir kalau Julian akan ngomong tentang masa lalunya pada Arkan karena melihat kondisi Violet yang sedang tidak baik-baik saja.


Kembali ke Arkan dan Julian, karena kafe dekat kantor Arkan penuh mereka memutuskan untuk pergi ke kafe lain yang jaraknya agak lumayan jauh dari kantor Arkan.


"Mau bicara apa sih sampai harus kek gini segala?" tanya Arkan agak malas, mereka memesan dia minuman dingin.

__ADS_1


"Gue mau tanya lu masih cinta gak sama Violet?" tanya Julian.


"Apaan sih? Ngapain juga nanyain kek gitu? Lu udah tau jawaban nya apa kan?"


"Lu tinggal jawab aja apa susahnya, jawab iya atau enggak."


"Enggak lah, kemarin gue khawatir aja karena secara enggak langsung Violet kambuh gara-gara gue."


"Beneran? Enggak ada sedikit rasa yang tersisa di hati lu?"


"Ngapain gue masih suka sama Violet, setelah apa yang Violet lakuin sama gue dulu."


"Oke, lu harus tau satu hal sampai sekarang Violet masih sayang dan cinta sama lu."


"Lu enggak usah ngomongin omong kosong, gue capek kalau lu cuman mau ngomong kek gitu mending gue pulang."


"Pulang aja, asal jangan sampai lu nyesel setelah ini. Violet masih cinta sama lu, Violet dulu enggak pernah tidur apalagi sampai ngelakuin hal aneh sama Andy di malam itu, dia di jebak oleh pacar lu yang sekarang," tegas Julian mengeluarkan kekesalannya ketika harus mengingat semua kejadian itu.


Arkan yang hendak pergi memutuskan untuk diam dan mendengar semua penjelasan Julian walaupun ia merasa sedikit bingung.


"Karena dia emang pengen lu ngebenci dia, dia enggak mau lu sedih saat dia meninggal nanti karena penyakitnya itu."


"Gue enggak bakalan percaya kalau lu enggak kasih gue bukti, lu enggak tau sih gimana rasanya di kecewain orang yang lu sayang."


"Lu juga enggak akan tau gimana rasanya enggak di percaya sama orang yang lu sayang," Julian mengeluarkan ponselnya lalu mengirim Vidio yang ia dapatkan dari Andy.


Jadi Andy juga pernah menemui Julian dan memperlihatkan vidio itu, Andy dengan gampangnya memberikan vidio itu pada Julian tanpa meminta bayaran apapun.


Arkan melihat ponselnya lalu melihat vidio yang di kirimkan Julian, ia kaget melihat vidio itu sampai tidak percaya. Apalagi setelah perlakuan ia pada Violet di masa lalu, Arkan bahkan menampar Violet saat dulu ia mengacuhkan Violet dan mempermalukan Violet di depan teman sekolahnya.


Arkan menatap Julian.


"Apa? Masih enggak percaya juga? Gue sayang sama Violet makannya gue bilangin semuanya sama lu, Violet butuh lu orang yang masih dia cintai sampai saat ini," ujar Julian dengan tatapan wajah sedih.

__ADS_1


"Violet mau maafin gue enggak yah?" tanya Arkan murung dan menyesal.


"Gue udah terlalu jahat sama dia," tambahnya.


"Violet udah maafin lu bahkan tanpa lu minta maaf, sesayang itu dia sama lu. Sekarang mending lu pergi ke rumah Violet dan ngomong baik-baik sama dia."


Arkan berdiri hendak ke rumahnya Violet namun ia di kejutkan oleh kedatangan Mawar yang sudah ada di belakangnya, Mawar tertunduk kecapean karena mencari Arkan, "Sayang kok kamu ada di sini?" tanya Mawar pura-pura tidak tau sambil mencoba menstabilkan nafasnya.


Plak, satu tamparan mendarat di pipi Mawar membuat seluruh isi kafe kaget dan menatap ke arahnya. Julian segera menghalangi Mawar takutnya Arkan menampar Mawar lagi, "Lu ngapain sih? Ini di tempat umum," tanya Julian marah.


"Arkan kamu kenapa?" tanya Mawar memegang pipinya yang memanas.


"Jangan pura-pura bodoh lagi di depan gue, gue enggak nyangka yah lu sejahat itu," bentak Arkan menarik Mawar agar tidak terhalangi Julian.


Julian mencoba melepaskan tarikan tangan Arkan, "Gue bilang apa jangan di sini," ujarnya.


"Aku enggak ngerti kamu ngomongin apa sih?" tanya Mawar masih pura-pura tidak tau.


"Gue udah tau semua kebusukan lu sekarang, jadi jangan pura-pura lagi bikin gue muak aja," bentak Arkan.


"Tau apa?" tanya Mawar masih ngeyel.


Arkan dengan penuh emosi membuka ponselnya dan memperlihatkan vidio yang di berikan Julian tadi, "Masih mau pura-pura?" tanya Arkan.


Setelah itu Arkan pergi dari sana di ikuti oleh Julian, "Mulai hari ini jangan pernah muncul di hadapan gue," teriak Arkan tanpa rasa malu, padahal kan itu di tempat umum.


Mawar berlari mengejar Arkan dan menarik lengan Arkan, "Dengerin dulu aku, aku bisa jelasin semuanya."


Arkan menghempaskan tangan Mawar sampai Mawar terdorong jatuh, Arkan tidak peduli dan tetap meneruskan jalannya ia harus ke rumah Violet sekarang untuk minta maaf dan mengatakan semua perkataan yang sejak dulu ingin ia katakan pada Violet.


Andy berjalan melewati Mawar sambil melambaikan tangannya pada Mawar, "Emang enak," ledek nya tersenyum kemenangan.


Sebenarnya Andy mengikuti Arkan dan Julian, namun ia tidak bilang pada Mawar karena Andy tidak ingin obrolan Arkan dan Julian terganggu.

__ADS_1


"Dasar brengsek," umpat Mawar saat melihat Andy.


__ADS_2