Menikahi Mantan

Menikahi Mantan
Olahraga Pagi


__ADS_3

Waktunya tidur pun tiba, Arkan dan Violet masuk ke kamar utama sementara yang lainnya tidur di ruang tamu dan ruang tengah.


"Jangan lewatin garis ini," Violet menyimpan sebuah guling di tengah.


"Lagian siapa juga yang mau lewatin," balas Arkan dingin.


"Bagus lah," Violet membelakangi Arkan dan mulai memejamkan matanya.


"Inget yah pokoknya gue lakuin semua itu karena kita lagi akting aja," ucap Arkan menekankan setiap ucapannya.


"Iya gue juga tau, tapi bagus juga akting lu."


"Ya-ya emang baguslah," Arkan membelakangi Violet juga.


Hari semakin malam sampai mereka berdua benar-benar tertidur pulas, tanpa mereka sadar mereka tidur berpelukan. Guling yang di tengah bahkan sudah ada di bawah.


Singkatnya waktu sudah mulai pagi, Andin hendak membangunkan Arkan dan Violet karena pagi ini ada acara olahraga bersama.


"Lah kok enggak mereka kunci?" Andin membuka pintu kamar karena tidak di kunci.


Saat ia masuk ia malah menutupnya kembali sambil senyum-senyum sendiri menatap yang lainnya yang ada di belakangnya, "Wah...... Pengantin baru lagi peluk-pelukan tuh, jadi enggak enak banguninnya," ujarnya sambil pergi menjauh dari pintu.


Di dalam kamar Violet perlahan membuka matanya dan berteriak saat sadar kalau ia tengah berpelukan dengan Arkan, Arkan sontak bangun dan menatap Violet dengan mata yang masih mengantuk.


Pintu tiba-tiba di buka oleh Julian dan yang lain, "Ada apa?" tanya Sherin karena mendengar teriakan Violet.


Violet dan Arkan langsung menatap mereka, "Enggak kok enggak papah," balas Violet tersenyum malu.


"Ganggu aja sih kalian," balas Arkan malah kembali tidur dan menutupi wajahnya dengan selimut.


"Kalian cepetan bangun kita ada olahraga pagi ini," ucap Andin sambil mengusir yang lainnya keluar.


"Lu ngapain peluk gue?" tanya Violet menarik-narik selimut.


"Apaan sih? Lu kali yang peluk gue," bantah Arkan.


"Lu..... Lu yang peluk gue ngapain jadi salahin gue sih, pasti semalam lu curi-curi kesempatan buat meluk gue."


Arkan tiba-tiba bangun dan mendorong Violet sampai tertidur, Arkan menindih tubuh Violet dengan tubuhnya. Pintu kembali di buka oleh Andin, ia membulatkan matanya sambil cengengsan, "Sorry HP gue jatuh tadi," Andin mengambil ponselnya di lantai lalu kembali ke luar.

__ADS_1


Violet mendorong Arkan menggunakan kakinya, "Ah.... Sakit tau," teriak Arkan mengelus perutnya.


Violet bangun dan turun dari kasur, "Tau ah cepetan bangun," Violet salting dan segera ke kamar mandi.


Wajah Violet memerah dan sangat panas, sebelum Arkan sadar dengan itu makannya Violet pergi buru-buru. Beberapa saat kemudian semuanya sudah kumpul di taman belakang untuk melakukan olahraga pagi yang di komandai oleh Sherin dan Dika.


Selesai olahraga mereka berenang bersama dan sarapan roti panggang sambil bercanda-canda, "Hey nanti malam acara barbeque kita sambil bikin api unggun kecil yah di sini," ujar Malvin.


"Lu aja yang bikin, emang ada rantingnya buat bikin api unggun," timpa Caca.


"Yah kita beli aja," tambah Malvin menatap Caca sambil mengedipkan matanya.


"Iya juga sih, pasti seru," setuju Sherin.


"Nanti malam terakhir kan? Seninnya kembali ke aktivitas masing-masing," ucap Andin.


"Yah begitulah, males banget deh gue harus kerja lagi," Dika menghela nafas beratnya.


"Enak yah kalau udah sukses kerjanya enggak usah capek-capek tapi dapet uangnya banyak," Naga mengeluh.


"Syukurin aja, di luar sana banyak yang pengen cari kerja tau," ujar Julian.


"Yah belum nemu yang pas aja sih," ujar Julian malah menatap Violet yang sedang makan bersama Arkan.


"Belum nemu yang pas atau belum nemu yang kayak Violet?" ledek Dika pelan karena ia di samping Julian.


"Apaan sih? Dia tuh cuman sahabat gue," bantah Julian memalingkan tatapannya.


"Eh kita semua tau kali kalau lu suka banget sama Violet, iya enggak?" Dika menatap yang lainnya dan mereka menganggukkan kepalanya.


"Kita sadar tau kalau lu suka sama Violet, Violet nya aja begi enggak sadar itu," timpa Andin ikut angkat bicara.


"Apaan sih lupain, pokoknya Violet sahabat gue," Julian ingin menghentikan obrolan itu karena benar-benar tidak ingin membahasnya.


"Lagi ngobrol apaan sih serius banget?" tanya Violet mendekati mereka.


"Enggak bukan apa-apa," Julian mendahului yang lainnya karena ia tidak ingin ada yang membocorkan pembicaraan ia.


"Oh, gue ke kamar mandi dulu yah," Violet pamit ke kamar mandi namun tiba-tiba Mawar mengikuti Violet ke kamar mandi tanpa di sadari orang-orang.

__ADS_1


Saat Violet akan masuk ke kamar mandi ia di dahului oleh Mawar, Mawar berhenti di hadapan Violet, "Lu cari perhatian banget sih dari kemarin," sinis Mawar menatap tajam Mawar.


"Apaan sih? Gue mau ke kamar jadi mending minggir," pinta Violet baik-baik.


"Enggak usah sok baik deh."


"Gue enggak sok baik, sekarang gue cuman mau ke kamar mandi," balas Violet mendorong Mawar dengan perlahan.


Mawar malah pura-pura terpental dan menabrak Tembok ia terjatuh ke lantai sambil merintis kesakitan, "Apaan sih pelan juga?" Violet terdiam tidak mau membantu Mawar.


Tiba-tiba Arkan datang dan yang lainnya, Arkan membantu Mawar bangun dan menatap Violet. Julian berdiri di samping Violet untuk membela Violet jika Arkan memarahi Violet.


"Ada apa sih? Ratu drama mulai deh," sindir Andin.


Ana datang dan membantu Arkan membangunkan Mawar.


"Ada apa ini?" tanya Arkan marah.


"Tanyain aja sama cewek di samping lu," balas Violet sinis.


"Gue ke kamar mandi dulu, lagian dari awal juga gue emang mau ke kamar mandi," Violet pergi ke kamar mandi.


"Violet kita belum selesai bicara," bentak Arkan.


Mawar tersenyum saat Violet menatapnya, ia merasa bahwa dirinya menang.


"Kan udah gue bilang tanyain aja sama cewek di samping lu, dia tau kok tadi gue ngapain," balas Violet tanpa menghentikan langkahnya.


Arkan menatap Mawar lalu mendorong Mawar menjauh darinya, "Lu apain Violet?" tanya Arkan kasar.


"Apaan sih? Tadi kamu liat sendirikan yang di dorong tuh aku," tanya Mawar tidak Terima karena Arkan malah menyalahkan dirinya.


"Yang ke toilet duluan itu Violet, kalau pun Violet dorong lu, berarti itu ada yang salah sama dirilu," bentak Arkan benar-benar marah.


"Jahat tau gak," Mawar pergi dari sana di ikuti Ana.


Julian dan yang lainnya kembali ke taman belakang, sebagian ada yang mulai siap-siap untuk melakukan aktivasi selanjutnya yaitu jalan-jalan di sekitaran Villa.


Violet keluar dari Villa, tiba-tiba Arkan menarik tangan Violet dan membawanya ke kamar untuk bicara berdua.

__ADS_1


__ADS_2