Menikahi Mantan

Menikahi Mantan
I Miss You


__ADS_3

Paginya Arkan sudah menyiapkan sarapan pagi untuk Violet dan juga keluarga Violet di bantu pembantunya di sana, selesai membereskan makanan Arkan pergi ke Violet untuk membangunkannya dan membawanya ke ruang makan.


Beberapa saat kemudian mereka datang dan duduk di kursi makan, yang lain sudah menunggunya di meja makan. Arkan menyiapkan makanan ke piring Violet, "Makan yang banyak yah," ucap Arkan.


Violet tersenyum menatap Arkan, mereka makan dengan tenang. Selesai makan ayahnya Violet pamit kerja sedangkan Arkan menemani Violet di ruang tengah untuk menonton Televisi.


"Nanti siang jalan-jalan yuk? Kalau kamu kuat itu juga, kita cari udara seger di luar," ajak Arkan yang duduk di sebelah Violet.


"Boleh juga," setuju Violet tersenyum.


"Oke, kamu mau mandi?" tanya Arkan.


"Mau."


"Aku mandiin."


"Enak aja."


"Kitakan udah Nikah."


"Ya emang cuman tetep aneh aja," Violet memalingkan wajahnya malu.


"Aku mampu mandi sendiri kok," tambahnya sembari bangun dan pergi ke kamarnya.


"Tungguin nanti kamu jatoh gimana?"


"Ya enggak gimana-gimana."


Saat mandi Arkan dengan khawatir menunggu Violet di depan toilet, "Udah belum? Cepetan mandinya," tanya Arkan sambil mengetuk-ngetuk pintu.


"Sabar aku lagi bersihin sabun," teriak Violet dari balik kamar mandi.


Tidak lama setelah itu tiba-tiba Violet berteriak sambil buru-buru membuka pintu, Arkan berlari ke arah pintu dan Violet loncat ke pangkuan Arkan dengan tubuh yang masih basah di balut handuk.


"Ah......." Violet melanjutkan teriaknya.


"Ada apa? Kenapa?" tanya Arkan panik setengah mati.


"Itu kecoa," Violet menunjuk kecoa yang ada di pojok kamar mandi.


Arkan bukannya membuang kecoa itu ia malah berlari sambil membawa Violet ke atas kasur, "Kamu lupa kalau aku juga takut?" tanya Arkan yang sudah berdiri di atas kasur.


"Ih...... Cowok macem apa sih kamu? Segala takut kecoa," Violet turun dari pangkuan Arkan.


Violet memanggil pembantunya untuk membantu membuang kan kecoa di kamar mandi, takutnya kecoa itu terbang ke kamar.


Violet kini mulai bersiap untuk pergi jalan-jalan dengan Arkan, "Keluar," titah Violet menunjuk pintu keluar.

__ADS_1


"Enggak mau," Arkan duduk di sofa sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku mau ganti baju."


"Kitakan udah suami istri, masa mau gitu terus?"


"Apaan sih?"


Arkan menarik Violet yang ada di depannya, Violet duduk di pangkuan Arkan, "Lepasin," Ujar Violet karena Arkan memeluk Violet sambil menyenderkan kepalanya.


"Aku kangen deh bau tubuh kamu."


"Ih mesum."


"Bukan mesum, pikiran kamu kotor mulu yah ternyata."


"Baru tau?"


"Ah geli," Arkan malah menggelitik Violet.


Violet lari dari pelukan Arkan, "Jangan bercanda mulu deh, kita kan mau pergi nanti keburu kesiangan."


"Ya udah iya aku mandi dulu juga," Arkan pergi ke kamar mandi di kamar itu untuk mandi.


"Jangan lama-lama."


Setelah beberapa menit Arkan keluar dari kamar mandi sambil telanjang dada, "Cepetan pakai baju nanti kesiangan," teriak Violet yang sedang dandan.


Arkan menghampiri Violet dan malah mengangkat Violet ke atas meja rias, "Ada apa lagi sih?" tanya Violet sudah lelah dengan kelakuan Arkan.


"Masih basah juga, lap nya yang bener dong kebiasaan banget deh," tambah Violet menatap tubuh Arkan.


Arkan tau bahwa Violet belum memakai lipstik, ia mengambil lipstik Violet dan memakaikannya pada Violet, "Asal aja kalau berantakan," ancam Violet menatap mata Arkan.


"Tenang aja aku hati-hati kok," Arkan menatap bibir Violet sambil menelan ludahnya sendiri.


Selesai memakaikan lipstik Arkan menghapus sedikit lipstik yang belepotan, Arkan malah terpaku memandangi bibir Violet. Violet yang kesal dengan kelakuan Arkan yang lambat, ia mencium bibir Arkan sekilas.


"Udah cepat sana," bentak Violet.


Arkan yang kaget terdiam sejenak sebelum akhirnya ia malah membalas Ciuman Violet sambil ******* bibir Violet beberapa kali, Arkan menggigit bibir bawah Violet dengan pelan. Arkan menarik pinggang Violet agar lebih dekat ke arahnya.


Violet berusaha lepas dari Arkan karena Arkan membuatnya susah untuk bernafas, Violet mendorong Arkan sampai akhirnya ia bisa lepas dari Arkan, "Aku enggak bisa nafas," ucap Violet sambil berusaha bernafas dengan lega.


"Maaf," Arkan merasa bersalah, ia tidak bisa mengontrol keinginannya.


"Ya pelan-pelan," ucap Violet tanpa menatap Arkan, karena wajahnya sudah memerah sekarang.

__ADS_1


"Ya udah aku di baju dulu," Arkan juga terlihat salah tingkah sekarang.


Merekapun kini sudah siap untuk pergi, "Ma aku jalan dulu yah sama Arkan," pamit Violet pada ibunya.


"Iya hati-hati yah di jalannya," balas ibunya.


Sementara itu di tempat lain Mawar sedang makan di restoran sendirian, ia tengah menenangkan pikirannya sejenak. Julian tidak sengaja melihat Mawar lalu ia pun menghampiri Mawar dan duduk di depan Mawar.


"Kenapa lu?" tanya Julian dengan santai sambil tersenyum kecil.


Mawar menatap Julian dengan tatapan kesal, karena Julian lah yang telah membuat semua hidupnya berantakan.


"Apa yang lu dapetin dengan kebohongan, enggak akan pernah bertahan lama," ucap Julian.


"Lu enggak usah ceramahin gue deh, lu yang udah bikin semuanya kacau," tegas Mawar dengan marah.


"Yah..... Tanpa gue kasih tau juga gue yakin Arkan bakalan tau juga nanti."


"Terserah lu, ngapain juga sih lu di sini? Bikin suasana gue tambah rusak aja."


"Ya udah iya gue cabut," Julian pergi dari sana, saat keluar dari restoran tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang terjatuh.


"Mba enggak papah?" tanya Julian yang membantu wanita itu bangun.


"Saya enggak papah kok makasih udah mau bantuin saya," balas wanita itu sembari mengambil beberapa barangnya yang terjatuh.


"Enggak papah gimana itu lutut mba berdarah loh, gimana kalau kita ke rumah sakit dulu?"


"Saya lagi buru-buru mas maaf," wanita itu terlihat panik dan langsung berjalan dengan cepat dari sana, lalu terlihat dua pria berlari mengejar wanita itu.


Karena khawatir Julian ikut mengejarnya, kedua pria itu berhasil menangkap wanita tadi dan di bawanya ke sebuah gang kecil di sana. Julian menarik wanita itu dan menyembunyikannya ke belakang tubuhnya.


"Kalian mau ngapain?" tanya Julian.


"Lu enggak usah ikut campur deh, enggak ada urusannya sama lu," bentak salah satu pria yang mengejar wanita tadi.


"Mas, mas lebih baik pergi aja. Bener kata mereka ini bukan urusan mas," ucap wanita itu dengan suara yang bergetar.


"Mau apa sih kalian sebenarnya?" tanya Julian tetap tidak ingin pergi.


"Kita mau nagih hutang sama tuh cewek, bisa-bisanya dia belum bayar hutangnya padahal udah kita kasih waktu," bentak pria tadi tidak sabaran.


"Saya kan udah bilang nanti setelah saya punya uang dan kerjaan saya pasti bayar kok," balas wanita itu lagi.


"Berapa sih emang?" tanya Julian.


Kedua pria itu bukannya menyebutkan nominal ia malah ketawa meremehkan, "Emangnya lu mampu bayar, dari tampangnya sih enggak yah. Palingan juga sama, lagi cari kerjaan," ledek nya.

__ADS_1


"Lu berdua tinggal jawab susah banget."


__ADS_2