Menikahi Mantan

Menikahi Mantan
Villa Bogor


__ADS_3

Violet terduduk di kasurnya, ia sudah pulang. Arkan menyenderkan kepalanya ke pundak Violet, "Besok ke Villa yuk, kita istirahat di sana," ajak Arkan.


"Boleh," setuju Violet.


Singkatnya hari sudah berlalu, mereka sudah pamitan untuk pergi ke Villa. Violet juga membawa susternya ke Villa untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang tidak di inginkan di sana.


"Hati-hati yah di sana," ucap ibunya Violet.


Mereka pun menjalankan mobilnya, sementara itu di tempat lain Julian pergi ke kantor untuk kerja. Gersi mulai bekerja di kantornya Julian. Hari ini ada rapat sementara Asisten pribadi Julian sedang sakit hari ini, dengan terpaksa ia mengajak Gersi ikut rapat dengannya.


Selesai rapat mereka memutuskan makan siang di sebuah kafe dekat tempat tadi ia rapat, "Kondisi Violet bagaimana sekarang?" tanya Gersi yang sudah penasaran sedari tadi.


"Dia sudah pulang, katanya mereka juga lagi ke Villa bogor," balas Julian.


Kembali ke Arkan, mereka sampai di Villa Violet duduk di kursi roda sambil menatap pemandangan indah di depan villa nya, "Wah...... Indahnya," gumamnya mengirup udara segar.


"Gimana kamu suka?" tanya Arkan.


"Suka, suka banget malahan," Violet tersenyum dengan sangat bahagia.


"Tunggu yah, aku mau bikinin coklat panas buat mu dulu," ujar Arkan.


Pria itu pergi ke dapur untuk membuatkan coklat panas, Violet terus celingukan memperhatikan pemandangan indah di depannya. Pikirannya sudah mulai membaik sekarang, ia senang dengan adanya Arkan di sisa hidupnya yang mungkin tinggal beberapa hari ini.


Tidak lama kemudian Arkan datang lalu memberikan secangkir coklat panas pada Violet, "Nih hati-hati minumnya masih panas."


"Makasih."


Mereka di sana sampai sore mengobrol-ngobrol kecil sambil sesekali bercerita, bagaimana mereka hidup dulu tanpa satu sama lain. Ternyata cinta sejati itu memang ada, buktinya sehebat apapun mereka mencoba untuk berpisah dan menjauh hati mereka tetap saling mencintai.


"Aku tidak pernah mencoba melupakan mu menggunakan orang lain, menurutku itu hal yang paling jahat di dunia ini," ujar Violet sembari memandangi langit yang mulai senja.


"Kau benar."


"Aku membiarkan luka itu menetap sampai sembuh sendiri walaupun aku sendiri tidak tau kapan luka itu akan sembuh."


"Masuk yuk udah sore, udaranya juga makin dingin," Arkan mendorong kursi roda Violet membawa Violet masuk ke villa.


Arkan mendudukkan Violet di ruang utama, "Mau ku ambilkan selimut?" tanya Arkan.


Violet menganggukkan kepalanya, Arkan pergi ke kamar mengambil selimut. Setelah mengambil selimut ia menyelimuti tubuh Violet, Arkan duduk di sebelah Violet, "Udah anget kan?"


"Sudah."

__ADS_1


Violet terlihat sangat pucat sekarang.


"Mau makan? Aku akan buatkan masakan terenak di dunia untuk mu," tanya Arkan sambil tersenyum.


Violet tertawa kecil, "Memangnya kamu bisa masak?"


"Jangan meremehkan suami mu ini yah, aku tentunya sangat handal dalam hal itu."


"Enak aja, dulu masakan kamu gak enak tau. Inget gak aku sampai muntah makan makanan kamu."


"Tenang aja sekarang aku udah berguru masak jadi masakan aku bakalan enak kok," Arkan pergi ke dapur untuk mulai masak.


"Berguru sama siapa?" teriak Violet.


"Sama Mbah YouTube."


Violet tertawa kecil, Arkan mulai memotong sayuran. Kali ini ia akan memasak nasi goreng karena ia belum beli banyak bahan makanan jadi hanya itu yang dapat ia masak sekarang, sembari di temani Vidio YouTube untuk membantunya memasak.


Tiba-tiba Violet datang tanpa menggunakan kursi rodanya, ia ingin memastikan Arkan. Takut terjadi sesuatu yang berbahaya karena Arkan memang tidak bisa masak. Arkan yang melihat Violet menghampirinya langsung pergi membantu Violet jalan.


"Kok ke dapur sih? Udah tungguin aja," ujarnya panik.


Arkan mendudukkan Violet di kursi samping tempat ia masak, "Mau pastiin aja," balas Violet.


"Gak percaya banget sih aku bisa masak," Arkan kembali meneruskan masaknya.


"Jangan diketawain," teriak Arkan merajuk.


"Abisnya lucu, masak bumbu aja takut banget."


"Ya gimana gak takut, nanti kalau minyaknya kena muka ku gimana?"


"Ya enggak lah kan jauh Arkan......"


Setelah memasak cukup lama akhirnya Arkan menyelesaikan masakannya, ia kini tengah menunggu Violet mencicipi nasi gorengnya. Arkan menunggunya dengan cemas ia takut Violet tidak menyukainya.


"Gimana?" Arkan berjongkok di hadapan kursi Violet.


Violet merasakan setiap gigitannya dengan pelan, matanya menatap ke atas berpikir. Violet menatap Arkan, "Lumayan, setidaknya masakan kamu kali ini masih bisa di makan," ucap Violet tersenyum.


"Ah....... Untungnya, ya udah kita makan bareng aja yuk," Arkan duduk di kursi yang ada di sebelah Violet mereka makan bersama.


"YouTube emang keren sih, keberhasilan aku 50 persen berkat YouTube," gumam Arkan dengan mulut penuh makanan.

__ADS_1


"Iya kayaknya emang gitu sih."


"Nanti malam aku ke supermarket dulu yah, beli makanan sama kebutuhan lainnya," ujar Arkan.


"Mau ikut."


"Tunggu aja, kamu kan lagi sakit."


"Aku gak mau tau pokoknya mau ikut, kenapa sih? Aku udah bisa jalan kok jadi tenang aja."


"Ya udah deh kalau itu mau kamu, jangan lupa minum obat abis makannya."


"Siap bos ku."


Malam pun tiba, mereka sudah berada di supermarket sekarang. Arkan membeli beberapa roti dan minuman, sementara Violet malah membeli makanan coklat yang cukup banyak.


"Ya ampun banyak banget?" tanya Arkan setelah melihat makanan yang Violet beli.


"Biarin kan buat stok juga."


"Tapi ini semua coklat, nanti sakit gigi kamu."


"Pokoknya aku mau itu semua," kekeh Violet memajukan bibirnya cemberut.


Arkan menghela nafasnya dengan kasar, "Ya udah deh terserah kamu, tapi jangan langsung di makan semuanya yah? sedikit-sedikit makannya."


"Iya suamiku yang baik hati," Violet mencium pipi Arkan sekilas.


"Kalau ada maunya pasti kayak gini," walaupun ngoceh Arkan senang karena Violet barusan menciumnya.


Mereka melanjutkan berbelanja nya, selesai berkeliling mereka langsung pergi ke kasir untuk bayar. Selesai dari supermarket mereka berkeliling dulu di sekitaran Villa untuk lihat-lihat saja, "Sayang besok anterin aku beli baju yuk? Aku lagi pengen baju baru," ucap Violet tiba-tiba.


"Boleh, apa sih yang enggak buat kamu, mau satu tokonya juga gak papah aku beliin."


"Apaan sih? Ngapain juga beli toko baju."


"Yah kali aja gitu kamu mau sama tokonya, ntar aku beliin."


"Ya enggak lah, aku juga cuman mau beli beberapa aja."


"Sekalian deh aku juga mau beli baju."


"Iya."

__ADS_1


Setelah berkeliling beberapa menit mereka pun kembali ke Villa, Arkan membereskan belanjaannya di bantu Violet. Tadi Arkan sudah meminta Violet beristirahat namun Violet tidak mau dan ingin tetap membantu Arkan, sementara itu di tempat lain hubungan Julian dan Gersi semakin dekat.


Karena mereka juga sering bertemu, entah mengapa sifat Gersi dapat sama seperti Violet.


__ADS_2