
Makanan mereka sudah siap di meja makan, karena meja makannya tidak cukup untuk semua orang mereka tidak makan di meja makan melainkan di taman belakang. Tetapi makanannya tetap di simpan di meja makan, jadi semua mengambil makan dulu lalu pergi ke taman belakang.
Violet duduk di kursi samping kolam renang, "Mau gue bawain makan?" tanya Julian yang melihat Violet duduk sendirian di sana.
"Enggak, Arkan udah ambilin buat gue kayaknya," balas Violet tersenyum membalas tatapan Julian.
Arkan datang membawa piring makanan, "Nih," ucapnya menyodorkan piring itu pada Violet.
Arkan menggeser Julian dan duduk di sebelah Violet, "Makan yang bener," ucap Arkan tegas.
"Ya udah gue pergi dulu ambil makanan," Julian pergi.
"Berduaan aja, biasa pengantin baru emang lagi seru-serunya," sindir Sherin yang menghampiri mereka dan ikut makan di sana.
"Iya nih, boleh dong kita gabung," Dika ikut duduk di sebelah Sherin.
"Ikutan...... Di sana enggak ada tempat kosong soalnya," Malvin ikut bergabung di sana.
Saat sedang asik makan tiba-tiba Mawar malah terjatuh ke kolam, sementara Mawar tidak bisa berenang dan malah tenggelam. Arkan menatap Violet bingung harus menolongnya atau bagaimana karena yang lain malah hanya melihat nya saja tanpa menolong Mawar.
"Tolongin aja," balas Violet seakan tau apa yang ada di pikiran Arkan.
Arkan bergegas pergi dan menolong Mawar, setelah ia membawa Mawar ke atas ia langsung mengantar Mawar ke kamar, Arkan juga harus ganti baju karena semua bajunya basah.
"Jangan bilang Mawar masih berhubungan sama Arkan?" tanya Sherin menatap Violet yang sedang menatap Arkan.
Violet menghembuskan nafas beratnya sambil memutar bola mata, "Yah entahlah, lagipula kita nikah karena paksaan," ujar Violet kembali makan.
Julian duduk di tempat Arkan tadi, "Udahlah lupain, kita terusin aja makan sorenya jangan bikin suasananya jadi canggung," ujar Julian menjaga perasaan Violet.
"Ah..... Lu bener," setuju Malvin.
Sementara itu setelah ganti baju Mawar malah tidak ingin di tinggalkan oleh Arkan, ia memeluk Arkan.
"Lepasin enggak!" ucap Arkan sedikit menaikkan volume suaranya.
"Aku dingin Arkan, aku butuh kamu sekarang," balas Mawar melas.
"Apaan sih? Kita enggak bisa kayak gini di sini."
"Enggak ada yang liat juga."
__ADS_1
"Tetep aja," Arkan melepas paksa pelukan Mawar.
"Kamu kenapa sih sekarang? Kamu suka lagi sama Violet yang udah jelas buang kamu dulu?" tanya Mawar kesal dengan sikap Arkan yang sedari tadi tidak peduli padanya.
"Apaan sih?" Arkan tidak ingin ribut dan malah meninggalkan Mawar begitu saja di sana.
Mawar berlari memeluk Arkan dari belakang, "Apa kamu emang udah enggak peduli lagi sama aku sekarang?" tanya Mawar menangis.
Arkan melepaskan pelukan Mawar lalu menghadap ke arahnya, "Jangan bikin semuanya semakin panjang, aku malah bertengkar sekarang. Cukup di sini sebelum aku hilang kendali."
"Tapi aku pengen di temenin kamu, badan aku kedinginan."
"Kamu bisakan tidur sendiri? Kalau dingin di sana ada selimut banyak pakai aja," Arkan menunjuk selimut yanga ada di kasur.
"Tapi tadi waktu Violet sakit kamu mau aja nemenin dia, kenapa sekarang kamu malah enggak mau nemenin aku?"
"Itu beda, sudahlah jangan buat semua orang curiga," kini Arkan benar-benar meninggalkan Mawar sendirian di kamar.
Mawar mengepalkan tangannya sangking kesalnya dengan apa yang barusan Arkan lakukan padanya, sementara itu Andin, Gino dan Caca malah sedang membicarakan Mawar.
"Biasa cari perhatian dia, gue liat sendiri kalau dia jatuh sendiri ke kolam," ucap Andin sinis.
Sedari dulu Mawar memang agak di benci oleh satu kelas, sikap Mawar yang terlalu sombong dan banyak tingkah itulah yang sangat di benci mereka.
"Biasa cari perhatian sama suami orang, katanya pas Arkan nikah sama Violet. Mawar pacarnya Arkan," timpa Gino.
"Sebenarnya bukan Violet yang rebut Arkan, melainkan Violet yang ngambil Arkan kembali setelah si Mawar merebutnya," ujar Andin.
"Iya bener, soalnya kita tau sendiri lah yah gimana kelakuan si Mawar dulu. Padahal dulu Mawar temenan deket loh sama si Violet, gue enggak bisa bayangin sih sesakit apa Violet dulu."
"Iya, mana menurut gue Violet enggak mungkin selingkuh lagi. Buktinya setelah sama Arkan dia enggak pacaran sama siapapun."
"Oh iya yah, bener sih ini semua akal-akalan si Mawar aja."
Sementara itu Arkan sudah kembali ke taman belakang, ia mengambil minum untuk Violet.
"Nih minumnya," Arkan duduk di samping Violet.
"Makasih," balas Violet.
"Gimana Mawar enggak kenapa-napa kan?" tanya Violet khawatir, bagaimana pun kelakuan Mawar sekarang tetap saja dulu Mawar merupakan teman dekatnya.
__ADS_1
"Dia enggak papah kok," Arkan menjawabnya dengan malas.
Mereka menghabiskan waktu sampai malam di sana, mengobrol dan saling mengobati rindu. Setiap tahun mereka pasti akan mengadakan acara reuni namun tidak setiap tahun semuanya ikut, kebetulan pada reuni tahun ini semuanya datang membuat acaranya semakin seru.
Violet memeluk lututnya sendiri karena kedinginan.
"Dingin?" Tanya Julian yang ada di sebelah kanannya.
"Dikit," balas Violet.
Adkan yang mendengar itu tanpa basa-basi membuka jaketnya lalu memakaikan jaket itu pada Violet, Violet menatap wajah Arkan yang begitu dekat dengan wajahnya beberapa detik.
"Ternyata dia masih sama kayak dulu," gumam Violet tersenyum kecil.
"Eh tahun depan reuninya kita ke Bali yuk, sekalian gelar nikahan gue," ucap Gino bercanda.
"Lo mau nikah sama siapa?" tanya Sherin di sampingnya.
"Yah sama pacar gue lah," balas Gino.
"Oke, tapi tiketnya semua lu yang bayarin," timpa Dika.
"Enak aja gue harus bayarin tiket kalian semua, gue belum sekaya Julian sama Arkan. Nanti kalau gue udah sekaya mereka baru gue bayarin."
"Bisa aja lu," ujar Arkan tertawa kecil.
"Bikin pesta lagi dong Arkan, waktu nikahan kalian kan enggak undang kita," ujar Maudy melas.
"Iya enggak seru banget," ujar semuanya.
"Kalian kan kaya masa enggak bisa bikin pesta lagi," timpa Nada.
"Bener tuh kata si Nada," setuju Maudy.
"Aneh kenapa sih pada ngomongin Arkan sama Violet, sengaja banget kayaknya biar gue panas," gumam Mawar dalam hatinya, ia sejujurnya ingin segera pulang saja dari sana.
Namun kalau ia pulang ia tidak akan bisa mengawasi Arkan, dan Arkan akan makin seenaknya bersama Violet.
"Eh kamar utama buat kalian aja yah, kan pengantin baru," ujar Dika tiba-tiba.
"Hah? Kitakan tidurnya-" ucapan Violet dj potong oleh Sherin.
__ADS_1
"Udah jangan banyak nolak, Terima aja lagian kita semua setuju kok. Lu kan tadi sakit harus istirahat di kamar yang bener," potong Sherin yang di setujui semua orang.
Violet menatap Arkan sambil menggelengkan kepalanya karena tidak mau tidur dengan Arkan satu kamar, itu akan terasa canggung. Namun Arkan malah menganggukkan kepalanya dan tidak masalah jika tidur dengan Violet.