
Semua yang ada di Vila kini sudah pulang karena hari senin mereka harus kembali bekerja, saat sampai di jakarta Andy menemui Mawar di rumahnya.
"Ngapain sih lu di sini? Minggir gue mau masuk capek," pinta Mawar.
"Lu kenapa? Drama apa lagi yang lu buat buat dapetin Arkan sampai lu kaya gini?" tanya Andy menertawakan Mawar.
"Minggir enggak," Tegas Mawar menekankan ucapannya.
"Enggak, gue mau duit," pinta Andy.
"Duit apaan? Gue bukan orang tua lu, kalau mau duit gue minta aja ke orang tua lu," balas Mawar sinis sambil berusaha menyingkirkan Andy.
"Oke fine, tapi lu harus inget kalau gue bisa aja bongkar semuanya sama Arkan," Andy berjalan pergi meninggalkan Mawar sambil tersenyum.
"Oke-oke lu mau uang berapa?" tanya Mawar tidak ingin semua rahasianya di bongkar.
"Siapin uang 500 juta besok jam 1 siang, kalau enggak ada lu siap-siap aja," balas Andy masuk ke mobilnya.
"What? Gimana caranya gue dapat uang sebanyak itu besok?" tanya Mawar tidak Terima sambil membulatkan matanya.
Andy menurunkan kaca mobilnya sambil menatap Mawar, "Yah itu urusan lo, sampah jumpa besok," Andy menjalankan mobilnya.
Mawar melempar tasnya ke bekas mobil Andy, "Brengsek gimana caranya gue punya uang sebanyak itu besok bego?"
Sementara itu kedua orang tua Violet sudah ada di rumah sakit, mereka menemui anaknya, "Sayang Mama kan udah bilang kita operasi aja yah?" ujar mamanya Violet sambil mengelus rambutnya Violet.
"Enggak, aku enggak mau," balas Violet menatap mamanya dengan tatapan memelas.
"Udah kamu sekarang istirahat aja, jangan terlalu memikirkan sesuatu," Ayahnya Violet mencoba menenangkan Violet.
"Makasih yah udah mau jagain Violet, kalau mau pulang, pulang saja sekarang udah ada kita yang jaga. Kamu juga harus istirahat," ujar ibunya Violet pada Julian.
"Iya tante, tapi saya mau di sini saja jangain Violet," balas Julian tetap ingin tinggal.
"Lu pulang aja, istirahat dulu nanti ke sini lagi kalau udah istirahat. Kalau nanti lu sakit gimana?" pinta Violet dengan suara lemahnya.
Julian tersenyum, "Ya udah gue pulang dulu yah, nanti sore ke sini lagi."
__ADS_1
Julian keluar bersama ayahnya Violet, saat Julian pulang ayahnya Violet duduk di sebelah Arkan dan menepuk pundak Arkan yang ketiduran di sana.
"Kamu juga pulang aja, Violet biar papah yang jagain," ujarnya.
Arkan segera menatap ke arah ayahnya Violet, "Tapi saya ingin bertemu dengan Violet dulu."
"Arkan, Papa enggak tau ada masalah apa di antara kalian sampai Violet enggak mau ketemu sama kamu, tapi sekarang biarin aja Violet tenang siapa tau nanti dia bisa di ajak bicara baik-baik," jelas ayahnya Violet.
"Jangan sampai kamu sakit, kamu juga harus istirahat," tambahnya.
"Saya istirahat di sini aja," kekeh Arkan yang ingin menunggu Violet di sana.
"Kamu makan dulu sana, pasti kamu belum makan," titah ayahnya Violet mengelus punggung Arkan.
Perut Arkan berbunyi, Arkan memegang perutnya lalu menuruti perintah ayahnya Violet. Ia pergi ke kantin untuk makan, kemudian ayahnya Violet kembali masuk ke kamar Violet.
"Kalian berdua juga pulang aja pasti capek," titah Violet menatap kedua orang tuanya.
"Kami di sini aja," balas ibunya yang sedari tadi terus menggengam tangan Violet.
"Ma, Pa aku beneran udah baik-baik aja kok. Kalian istirahat juga, pasti capek. Nanti kalian bisa ke sini lagi setelah istirahat, barang-barang kalian juga belum di bawa pulang," jelas Violet memaksa.
Setelah beberapa menit kemudian Arkan baru saja kembali ke kamar Violet dengan perlahan ia memasuki ruangan Violet, di sana Violet sedang tertidur. Arkan duduk di kursi lalu memegang tangan Violet sambil beberapa kali menciumnya.
"Aku tau aku jahat banget kemarin, aku emang bodoh udah lakuin itu sama kamu. Tapi ku mohon maafkan aku," ucapnya.
"Andai kamu tau, sampai saat ini di hatiku masih ada kamu. Sekuat apapun aku mencoba melupakanmu dari hidupku tetap saja aku tidak bisa, dan itu sangat menyiksaku. Aku membencimu namun aku juga mencintaimu," tambahnya terus ngoceh sendiri.
"Saat aku melihat mu untuk pertama kalinya setelah kita pisah aku senang, tetapi aku terlalu gengsi untuk mengatakan bahwa aku gembira bertemu dengan mu lagi karena kau sudah membuangku begitu saja dulu. Dan anehnya walaupun kau sudah membuangku dulu aku tidak pernah benar-benar bisa benci darimu."
"Akan ada ruang istimewa di hatiku untukmu walaupun aku sudah bersama yang lain, aneh namun itulah kenyataannya, tidak ada orang yang mengerti aku sebaik kamu dulu, itu mungkin alasan mengapa aku masih mencintaimu."
Arkan terus bercerita sendiri meluapkan isi hatinya selama ini yang tidak mampu ia ucapkan pada Violet. Sementara Violet masih tertidur efek samping dari obat juga, beberapa saat kemudian saat Violet bangun Arkan malah ketiduran di sampingnya.
Violet membangunkan Arkan, "Bangun," ucapnya sambil menggoyangkan tubuh Arkan.
Arkan bangun dan langsung menatap Violet, "Violet maaf-" ucapan Arkan di potong oleh Violet.
__ADS_1
"Mending pulang aja," potong Violet sinis.
"Enggak gue bakalan tetap di sini jangain lu," kekeh Arkan ingin menebus semua kesalahannya.
"Dari dulu enggak pernah berubah yah, keras kepala banget sih."
"Biarin, pokoknya gue bakalan tetep di sini jangain lu."
"Ya udah terserah."
Julian masuk membawa makanan dan beberapa buah-buahan, Violet meminta bantuan Julian untuk mendudukan nya. Ia menolak bantuan dari Arkan, "Nih gue bawain buah-buahan makan yah," Julian memberikannya pada Violet.
"Nih buat lu," Julian juga tidak lupa membelikan Arkan makanan.
"Makasih," Arkan menerimanya dan segera memakannya.
"Aku mau pulang," Violet menatap Julian sembari memelas.
"Apa? Pulang?" tanya Julian. "Enggak ngapain pulang?"
"Aku mau pulang pokoknya," kekeh Violet.
"Mau pulang ke mana?" tanya Arkan tiba-tiba.
"Ke rumah Mama," balas Violet sinis.
"Kok ke rumah Mama, ke rumah gue aja, gue bakal ngurusin lu kok. Gue kan suami loh," pinta Arkan.
"Enggak," kekeh Violet tanpa menatap Arkan.
"Udah jangan di paksa, kalau emang Violet mau pulang ke rumah Mama nya biarin aja," timpa Julian.
"Ya udah deh, tapi nanti kamu tetep harus kembali ke rumah ku," pasrah Arkan kembali melanjutkan makannya.
Violet tidak menggubris ucapan Arkan, sepertinya Violet benar-benar tidak ingin bersama Arkan lagi untuk kali ini.
Di tempat lain Mawar sedang kebingungan mencari uang 500 juta semua temannya tidak mau meminjami dirinya uang karena uang yang Mawar inginkan terlalu banyak.
__ADS_1
Mawar duduk di ruangan tengah sembari memegang keningnya, "Ah sialan harus cari uang kemana lagi."