Menikahi Presdir Dingin

Menikahi Presdir Dingin
KESABARAN DAVID DI AMBANG BATAS


__ADS_3

"aaaaah..." teriak amel kesakitan akibat jambakan yang keras


"ini tidak lebih sakit dari apa yang aku rasakan,dan kau terlalu senang dengan semua yang seharusnya menjadi milikku "ucap selly dengan sinis dan mengejek


"sell sakit hiks hiks..,apa salahku sell?tolong lepaskan mereka" ucap amel di sela sela tangisnya menahan rasa sakit.


tak lama suara nyaring berbunyi dan mengema di rumah itu.


"NYIUNG NYIUNG


*ah sial,bunyi apa ini?apa alarm?kau masih selamat sekarang tapi tidak besok.selamat datang di neraka yang sebenarnya.batin selly menyerigai.


"ehh* kau selamat saat ini tapi tidak besok dan seterusnya,hidupmu sudah terlalu banyak menikmati milikku,apa kau sadar seorang pembunuh seperti kau tidak pantas berada di posisi seperti ini,kau benar benar terlihat tidak tau malu" ucap selly


seperti merasa adanya bahaya selly dan orang orang yang di bawahnya pun berlari keluar dan berusaha menghilangkan jejak mereka,namun sebelum itu selly malah menghina amal dan melakukan kekerasan.


dua langkah mundur ke belakang selly melepaskan cengkraman tangannya dari rambut amel,yang membuat pengawal dan pelayan lega walau mereka tidak dapat berteriak karna mulutnya di lakban.Namun seperkian detik mereka terkejut karna selly menarik rambut amel lalu membenturkan di dinding dan mendorongnya,seakan tidak puas selly menjepit dagu amel dengan kuat sehingga menimbulkan bekas kemerahan.


"kau hanya akan bertahan sebentar saja,tunggu dan lihat pembalasanku.Camkan perkataanku"ucap selly dengan marah menatap benci wajah amel yang dirasanya merampas kebahagiaannya.sambil menghempas amel ke lantai,


"noonaaaaa"teriak pelayan dan pekerja disana sedang selly menatap sinis.


BRUKKK


Namun untungnya pelayan cen dengan tangan terikat berlari menjadikan dirinya sebagai penahan agar amel tidak terjatuh mengenai lantai.membuat


"nona ayo kita harus segera pergi dari sini"ucap bawahan selly.


akhirnya selly pergi dari rumah itu dengan sangat kesal karna tidak bisa melakukan sesuatu yang di inginkannya,tapi dirinya senang karna melihat wajah ketakutan amel dan setidaknya dirinya merasa terhibur.


sedang di dalam rumah.

__ADS_1


"nona apa kau baik baik saja?" ucap pelayan Cen.sambil meringis sakit.


"aku tidak apa apa"ucap amel yang mencoba berdiri, dengan sisa tenaganya.


pandangan matanya mulai buram,kepala amel pusing dan wajahnya mulai mengalir darah,dan rasa sakit di perutnya pun menyerang.Namun satu hal yang saat ini di benaknya"


*David ku mohon tolong aku"batin amel.


dan seperkian detik amel pun mulai terjatuh,


"nonaaa"


Namun amel tiba tiba merasakan sebuah tangan kekar yang memeluknya,


"sayang,honey kau bertahan lah"ucap david dengan mata yang memerah.


perlahan amel membuka matanya walau terasa berat.


dengan langkah cepat david membawa amel naik ke lantai atas,dan menuju sebuah ruangan yang khusus dirinya saat sedang sakit atau kacau.



perlaha david meletakkan amel di atas kasur,dokter tian,beserta asistennya dan sekertaris Rio pun sudah ada di ruangan tersebut.


"Vid,aku periksa dulu kondisinya,"ucap dokter tian,Namun david tidak menjawab


tanpa menunggu jawaban david dokter tian dan asistennya pun mulai memeriksa keadaaan dan mengobati lukanya di depan david.


saat sedang memeriksa dan mengobati..tiba tiba.


BRAAKK

__ADS_1


suara dorongan pintu yang kerja sedikit membuat terkejut orang yang di dalam namun tidak dengan david,tatapan matanya kosong.


"david apa yang terjadi sama amel"ucap.mommy yang tiba tiba datang karna anak buahnya memberi tahukanny dengan sangat terlambat..


"kak amel kenapa bisa seperti ini?" tangis hana.


bersamaan dengan itu Gavin tiba tiba datang.


"David,aku sudah berusaha melacak dan mengikuti mereka namun aku kehilangan jejaknya,mereka tidak meninggalkan sedikit pun petunjuk."ucap Gavin kesal karna baru ini dia memberikan karbar buruk.


dokter tian pun menyudahi pemeriksaannya.


"bagiamana keadaannya?apa mereka baik baik saja?"tanya mommy.


"Tante nona amel keadaannya sedikit lemah,tapi untungnya bayi di dalam kandungannya baik baik saja karna beruntung tidak terkena benturan,saya juga sudah mengobati lukanya,dia hanya perlu istirahat dan jangan terlalu banyak berfikir"ucap dokter tian.sambil mencuri curi padangan kepada hana yang menangis melihat keadaan kakak iparnya.


"syukurlah"ucap mommy lega,


tuan muda david dari tadi hanya diam dan menatap wajah yang begitu ia sayangi sekarang di penuhi luka lecet.


"Gavin,perintahkan anggota khusus kita buat mencari keberadaannya,katakan kepada mereka bahwa ada keadaan darurat."ucap david tegas dengan suara bergetar.


perkataan david membuat semua orang terkejut,


pasalnya pasukan khusus itu hanya akan bergerak saat keadaan darurat,dan sangat berbahaya jika mereka muncul saat ini,dan untuk memberikan kabar atau memanggil mereka untuk datang butuh waktu lima jam karna pasukan itu tidak ada di negara ini,dia berada di negara lain khusus tempat mereka di latih.


"david apa kau yakin?dan kau sudah siap dengan konsekuensinya?"tanya Dokter tian.


"apa kau serius?"tanya gavin yang terkejut dengan perkataan david.


"lakukan seperti apa yang aku perintahkan,sudah cukup aku diam."ucap david dengan mata yang bertambah merah.

__ADS_1


*honey,sudah waktunya aku bergerak,dan tidak akan aku biarkan mereka tidur dengan tenang.*batin david.


__ADS_2