
"begini,orang tuaku beberapa hari yang lalu selalu bicarakan tentang tetangga kami yang sudah menikah dan mereka selalu bicarakan tentang mereka kepadaku,awalnya aku biasa saja,sampai dua hari kemarin mereka bertanya terus apa aku sudah memiliki kekasih?dan mereka memintaku membawanya datang ke rumah,"ucap dina
🌹🌹🌹🌹
"hahhaaa... apa seperti itu??klau begitu kau harus membawanya datang menemui orang tuamu dina"ucap Ciska
"ihssss,kau ini.kau kan tau ciska aku tidak memiliki kekasih apa lagi pria yang harus aku kenalkan"ucap dina sambil memonyongkan bibirnya.
"baiklah itu terserah kau,dan semoga kau cepat mendapatkan orang itu "ucap Ciska.
"amiin,ya sudah ayo kita cepat kembali ke ruangan,nanti kita bisa di marahi kalau di lihat berkeliaran"ucap dina sambil menarik tangan Ciska.
.
.
.
Sedang di sisi lain di ruangan presdir perusahaan itu Amel yang saat ini sedang bermanja manja dengan presdir yang berstatus suaminya,Andai itu wanita lain dapat di pastikan dirinya akan di tendang dan di usir dari ruangan itu dan di buat kesusahan untuk melamar pekerjaan lagi di perusahaan lainnya.Namun untungnya dia wanita yang sangat di cintai.
__ADS_1
"Honey,,apa ada yang kau lupakan???"ucap amel sambil membuat pola pola yang tidak jelas di dada david.
sebagai pria normal tentu saja david merasakan hawa hawa panas karna ulang istrinya,Namun sebisa mungkin di tahannya.
"Sayang apa yang kau lakukan"ucap david yang menahan desahan.
"memang apa yang aku lakukan ?"ucap amel polos
*ahh sial,sayang kau sudah membuat bagian diriku mulai terbangun,seandainya ini bukan kantor sudah sedari tadi aku memakanmu*Batin David
"Honey apa kau benar benar melupakan sesuatu????"ucap amel yang sudah kesal.
Sekertaris Rio yang sedari tadi berdiri di dalam ruangan yang sama,Namun di anggap tidak ada oleh tuan dan nona mudanya pun memilih keluar karna tidak sanggup melihatnya.
Namun perhatiannya malah tertuju ke seorang wanita yang beberapa hati lalu menghinanya yang saat ini sedang berbicara dengan sangat akrab sambil tertawa,entah apa yang di bicarakan namun hal itu membuat seorang Rio Alvarendra merasa terusik.entah kenapa dirinya tidak suka melihat hal itu.Dan kedua kakinya pun melangkah mendekati mereka dengan tatapan tajam dan hawa dingin.
"ehhemmm" dehemnya membuat orang do sekitar ketakutan dan diam.
saat sudsh tiba di depan Wanita yang mengusiknya itu sekertaris Rio menarik tangannya begitu kasar karna merasakan hawa panas di tubuhnya melihat orang itu tertawa dengan pria di depannya.
__ADS_1
Berbeda dengan Ciska yang begitu terkejut karna tiba tiba seseorang menarik tangannya dengan kasar lalu membawanya ke samping pria yang menariknya,sesaat Ciska ingin marah karna seseorang dengan tidak sopan menariknya.
"heyy kaau...."belum kelar Ciska bicara karna matanya bertemu dengan mata tajam pria yang menarik tangannya itu membuat nyalinya menciut.
"selamat siang sekertaris Rio"ucap orang di sana memberi bow begitu juga dengan dina yang merasa khawatir dengan sahabatnya begitu juga dengan pria yang tadinya berbicara dengan mereka.
semua orang melihat sekertaris Rio memperlakukan Ciska seperti itu membuat mereka berfikir apa yang di lakukan Ciska sampai sekertaris Rio marah,Namun berbeda dengan dina malah memikirkan sekertaris Rio yang marah terhadap sahabatnya tanpa sebab yang pasti.
tanpa bicara sekertaris Rio menarik tangan Ciska dengan cengkraman yang kuat membuat wanita itu beberapa kali meringis Namun tidak di hiraukan olehnya dan membawa wanita itu pergi ke luar kantor.
setibanya mereka di lantai bawah,sekertaris Rio memasukkan Ciska ke dalam mobilnya dan meninggalkan kantor.
.🌹🌹🌹
Sedang david di dalam ruangan akhirnya menyerah akan tingkah Nakal amel.
"sayang Hentikan,oke aku menyerah.."ucap david yang mencoba menahan tangan amel.
"kalau begitu berikan janjimu"ucap amel tersenyum senang.
__ADS_1
david pun membuka lagi meja kerjanya dan mengambil kotak hadiah kalung yang di belinya tadi siang sebelum amel datang.
"ini hadiahmu,ambillah"ucap david sambil memberikan kotaknya