Menikahi Presdir Dingin

Menikahi Presdir Dingin
KEDATANGAN ORANG LAMA


__ADS_3

tuhan maafkan diriku ini harus berbohong, batin amel.


"ya sudah kalau begitu jadi sekarang kita pergi ke kediaman nenek, dan ya kau besok harus menemani keta berdua jalan jalan di kota ini" ucap dina dengan tatapan berbinar


🌹🌹🌹


"iya itu ide bagus, ya udah kuyyy lah" ucap ciska semangat 89.


"eh tunggu dulu, aku mau kasih tau tuan david dulu supaya dia tidak marah" ucap amel, yang mana membuat kedua sahabatnya itu menatapnya.seolah bertanya kenapa harus laporan???kau kan punya pengawal pasti aman saja kan???*pertanyaan mereka dalam diam.


"mana berani aku pergi sebelum memberitahukannya, yang ada aku dapat hukuman lagi, yang akan membuatku kesulitan berjalan" gerutu amel yang tidak terlalu di dengar


"apa yang kau katakan??" ucap dina, seolah mendengar amel berbicara namun tidak tau apa karna suaranya hampir tidak bisa di dengar.


"tidak ada, hanya aku perlu memberi tau tuan david dulu, sebentar ya" ucap amel sambil mengambil ponselnya dan mencari kontak suaminya.lalu menekan tombol panggilan.


panggilan tak lama tersambung.


"sayang apa ini kau??" ucap amel


"bukan nona ini saya Rio, tuan sedang bekerja apa ada yang ingin nona katakan?" ucap rio


"apa boleh aku bicara dengan suamiku?" ucap amel


"tunggu sebentar nona" ucap rio


dan tak lama amel mendengar suara suaminya itu.


"apa yang ingin kau katakan sayang" ucap david lembut penuh kasih sayang


"sayang terima kasih kau sudah membawa ke dua sahabatku ke kota ini" ucap amel


"iya, asal itu membuatmu tidak bosan" jawab david

__ADS_1


"sayang apa kau sedang sibuk?" ucap amel lembut


"tidak, ada apa?" tanya david


"aku ingin meminta izin sebentar boleh??" ucap amel ragu, dengan satu tangan membuat pola pola abtraks di atas meja


"katakan saja?" ucap david singkat


"aku ingin pergi berkunjung kerumah nenek sebentar bersama dengan dina dan ciska, apa boleh?" ucap amel


"oke kau boleh pergi, tapi ingat jangan jauh jauh dari pengawal" ucap david tegas


"baiklah aku akan selalu berada di dekat mereka, terima kasih sayang atas hadiahnya" ucap amel bahagia


"ehmm, tapi itu semua tidak gratis kau harus membayarnya" ucap david dengan seringai liciknya


"membayar?,memang aku harus membayar dengan apa??" ucap amel polos,


yang mana membuat dina dan ciska terkekeh geli dengan kepolosan sahabatnya itu, karna tidak mengerti maksud dari kata tuan muda yang aroggan.


"ehmm terima kasih sayang, baiklah aku tutup dulu ya," ucap amel, dan


mematikan ponselnya.


"bagaimana??" ucap dina dan ciska bersamaan


"dia memberi izin" ucap amel ke girangan.


"oke, jadi cuss berangkat!" ucao dina sambil mengambil beberapa kue yang tersisa dan memasukkannya ke dalam tasnya.


"din kau sedang apa?" tanya ciska melihat dina


"aku mau membawa kue ini untuk di perjalanan, hitung hitung ngirit ongkos makan di jalan" sahut dina

__ADS_1


"dasar gajah bengkak," ejek ciska yang membuat dina mengerucutkan bibirnya


"biarin wueee"ucap dina sambil menjulurkan lidahnya


" iihhhh, emang ya gajah bengkak kayak kamu mana ada orang ya mau, mungkin semua pada mikir mikir buat jadiin kamu istri mereka"ejek ciska


"eleh bilang aja kamu iri,aku kan wanita tercantik dan yang paling manis kedua setelah amel tentunya heheheeee" sahut dina sambil mengibas ngibas rambutnya dan berpose pose sambil cengengesan.


"kkaaaauuuuuu ya" geram ciska yang ingin menjambak jambak rambut panjang dina,


"sudah sudah jangan ribut kita kan mau pergi ke rumah nenek jadi gak nih??" tanya amel


"jaddiiiiiii!" teriak keduanya yang membuat mereka saling pandang dengan tatapan tajam.


"ya udah kalau begitu ayo" ucap amel mengambil tasnya disusul ke dua sahabatnya keluar ruangan amel di temani oleh bodyguard amel.


langkah amel berhenti tepat di depan karyawannya.


"cici, entar kasih tau yang lain ya, kalau saya pulang lebih dulu dan kalian bisa tutup jika kue pesanannya sudah terkirim dengan baik untuk yang hari ini" ucap amel


"iya nona, akan saya saya sampaikan, hati hati di jalan nona" ucap cici sopan


"iya terima kasih ci" sahut amel tersenyum berjalan keluar dari tokonya .


dan tiba di depan toko amel di kejutkan oleh beberapa gadis dari kotanya yang datang menghampiri amel dan kedua sahabatnya


"haiii amel,ciska dan dina" sapa mereka


"haii" jawab amel berusaha menyembunyikan kegugupannya


"apa kau tinggal di kota ini??, setelah di usir oleh selly apa kau menjadi sugar daddy??" ucap salah satu dari mereka yang disambut tawa oleh teman temannya.dan membuat ke dua teman amel mulai matah.


"jaga ya ucapanmu itu" ucap ciska menunjuk wajah salah saty dari mereka.

__ADS_1


TBC


__ADS_2