Menikahi Presdir Dingin

Menikahi Presdir Dingin
SARAN KEDUA SAHABAT AMEL


__ADS_3

"ehmm, bagus pantau terus mereka, dan jangan berikan celah sedikit pun, dan ingat jangan sampai mereka curiga, kau pasti tau sanksinya!โ€tegas david dalam setiap ucapannya, yang mana membuat rio mengangguk paham, sedang Gavin hanya melihat kedua orang itu dengan tatapan bingungnya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


sedanh di sebuah ruangan besar di dalam toko "amel bakery" ketiga wanita duduk berhadapan.


"din ciska, gimana kabar mama dan papa kalian??" ucap amel


"baik alhamdulillah," ucap dina dan ciska bersamaan


"mel apa boleh kita bertanya sesuatu??" ucap ciska hati hati.


"iya boleh" ucap amel, namun sebelum ciska menenyakan sesuatu pintu ruangan amel di ketuk dan tak lama seseorang masuk ke dalam membawakan cemilan dan minuman yang membuat dina menatapnya dengan begitu lapar.


"nona saya permisi keluar dulu" ucap cici


"silahkan" ucap amel sambil tersenyum


setelah kepergian cici amel dan kedua sahabatnya itu kembali berbincang bincang.


"mel apa kamu bahagia sama tuan muda david itu??jawab aku dengan jujur mel" ucap ciska

__ADS_1


"oh itu, iya aku sekarang bahagia sama dia, apa lagi keluarga memperlakukan aku dengan baik dan aku juga sudah menerimanya sebagai suamiku, tapi aku merasa tidak bisa menjadi istri yang baik..." jawab amel jujur dan ter tunduk lesu


"apa maksudmu??" ucap dina yang ingin tau isi hati sahabatnya yang sudah di anggapnya saudarinya.


"aku belum bisa menjadi istri yang baik dan mencintainya dengan tulus" ucap amel sedih


"apa kau sudah jatuh cinta padanya??" ucap dina namun sebelum amel menjawab ciska yang mengajukan pertanyaan pada dina


"heyy, apa kau mengerti soal cinta dina, perasaan aku kamu aja belum pernah pacaran bagaimana bisa tau soal cinta dan apa itu cinta??" ucap ciska sambil melihat kearah dina.


"hey kau ini, jangan remehin aku dong, biar pun aku belum pernah pacaran dan merasakan jatuh cinta tapi aku tau kalau orang lagi jatub cinta itu gimana" ucap dina kesal


"emang kau tau dari mana??" ucap ciska penasaran


sedang ciska menepuk dahinya merasa temannya yang satu ini sudah gila.padahal yang dia tau kalau dina itu suka menonton drama itu, asal ada pemeran utamanya yang tampan tampan dan saat nonton pun dina akan berteriak histeris kalau pemeran prianya mencium wanitanya.kalau tidak dia tidak mau menontonya, lalu bagaimana dia bisa mengerti tentang cinta???*pikir ciska


"terserah kamu aja din," ucap ciska malas berdebat sama dina


"mel apa kau sudah jatuh cinta sama tuan david??" ucap ciska


"aku juga belum tau, tapi aku meresa nyaman, tenang dan aman saat bersamanya apalagi pelukannya yang hangat itu membuat aku merasa damai." jawab amel.

__ADS_1


"apa kau pernah merasa cemburu kalau dia lagi sama wanita lain??" sambar dina


"aku tidak tau, tapi aku pernah merasa marah dan kesal saat dia berbica dengan klien perempuan di telpon." ucap amel polos, mengingat beberapa hari yang lalu saat amel dan david menghabiskan waktunya di rumah david pernah membicarakan bisnis di telpon dengan seorang wanita yang mana membuat amel sangat kesal dan merasa diabaikan.


"astaga itu sama aja kalau kau sedang cemburu saat itu, dan artinya kau saat ini sudah jatuh cinta kepadanya, dan aku sarankan kau harus menjaganya dengan baik sebelum orang lain datang mengambilnya" ucap dina sambil memperingatkan dan memberi saran kepada sahabatnya.


"dan aku juga mau kasih tau kamu mel, kalau ada masalah tolong kamu bicarakan dulu dengan baik baik, agar tidak ada kesalah pahaman diantara kalian" saran ciska


"apa benar aku sudah jatuh cinta pada david??*tanya amel pada dirinya sendiri


" apa yang kalian maksudkan aku tidak mengerti??"ucap amel merasa kedua sahabatnya menyembunyikan sesuatu.


"sebenarnya kami...." ucap dina dan ciska ragu, meresa berdua saling pandang.


TBC..


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


MAAF READER AUTHOR


KEMARIN KEMARIN TIDAK UP, KARNA ADA SAKIT, DAN AUTHOR SARANKAN KEPADA KALIAN JAGA KESEHATAN DENGAN BAIK,

__ADS_1


SALAM MANIS AUTHOR๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2