
Gavin melihat ke arah samping yang sahabatnya itu sedang melamun, lalu tersenyum
"kejarlah sebelum dia dimiliki orang lain, raihlah kepercayaan yang sudah hilang itu jika kau sudah menemukan jawabannya" ucap Gavin
"ayo kita masuk,sekaeang giliran kita menjenguk kakak ipar"ucapnya lagi dan berdiri meninggalkan Tian.
dirinya bangun dan melangkah kan kakinya mendekati dua sejoli yang sedari tadi perbincangan mereka didengarnya.
"Ehemm"dehemnya membuat kedua orang itu mengangkat wajah mereka ke atas melihat siapa yang menganggu keromantisan mereka.
"ya tuan?? "ucap pria menatap Tian kebingungan.
"apa aku boleh memberi saran, maaf tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian"ucap Tian dan memandang wanita yang duduk di kursi roda dengan wajah yang pucat.
"maaf sebelumnya,aku tidak bermaksud ikut campur akan urusan kalian, tapi ada satu hal yang membuatku ingin mengatakan nya pada kalian.untukmu nona, sebaiknya kau berjuang dan lebih bersemangat untuk sembuh dari penyakitmu,aku memang tidak tau penyakit apa yang sedang kau rasakan, tapi yang ingin aku katakan berjuanglah dan jangan menyerah, kau juga sangat beruntung bisa mendapatkan pria yang mencintaimu apa adanya,aku melihat banyak harapan besarnya terhadapmu,jangan melakukan kesalahan sepertiku dulu, karna kita tidak tau apakah di masa depan akan seberuntung sekarang ini, hanya itu yang ingin aku sampaikan, permisi"ucap Tian tanpa menunggu jawaban dari kedua sejoli itu.
dirinya pun langsung melangkah kan kakinya dengan langkah lebar berjalan masuk kedalam rumah sakit itu.
🌹🌹🌹🌹🌹
Disisi lain sang tuan muda duduk di kursi yang tersedia di samping brankar tempat wanita manis yang sedang nyaman dengan tidurnya yang menenangkan.
__ADS_1
David menggenggam tangan wanita itu yang tak lain istri tercintanya, dirinya merasa begitu bodoh dan tidak becus menjaga wanitanya.
tangannya mengangkat tangan wanita yang terpasang input lalu mencium nya sesekali.
"Honey, maaf"ucap David lirih yang hampir tidak terdengar suaranya. dengan wajah yang sedih
tangannya pun kembali meletakkan tangan Amel dengan hati hati ke posisinya kembali, lalu berjalan ke sofa yang ada di ruang itu.
Tak lama dirinya pun mengubah ekspresi nya kembali ke wajah datar.
"Rio printah mereka mencari wanita itu, dan bawa dia hidup hidup ke hadapan ku!!"ucap David dengan suara kecil.
David pun kembali berjalan menuju kursi di samping brankar, sambil mengusap lembut tangan amel.
"pergilah Rio"ucap David tanpa mengalihkan pandangannya dari aktivitasnya.
"maaf, maafkan daddy mu son"ucap.david sambil mengelus rambut amel serta mengelus perutnya. dengan perasaan bersalah.
"son maafkan daddy mu ini, yang hampir membuat nyawa kalian dalam, sehat sehat terus son, jaga mommy dan jangan menyakiti mommymu"batin David sambil sebelah tangannya mengelus elus perut amel yang sudah mulai buncit. David juga mengambil kalung yang waktu itu diberikannya dan melihat apakah masih utuh atau tidak,
Dirinya merasa lega, saat masih melihat keadaan kalung dan istrinya yang masih aman.lalu menyimpan kembali ke posisi semula kalung itu.
__ADS_1
tak lama suara pintu terbuka, membuat dirinya melihat siapa yang masuk.
"Maaf tuan David, Hana sedari tadi menangis dan sulit untuk ku tenangkan"ucap Pria itu yang bernama kai.
sedang hana langsung berlarian ke pelukan sang kaka.
"Kak.hiks... kak amel. baik baik saja kan kak? apa keponakan Hana juga sehat?? "ucap Hana yang pasalnya tadi tidak mendengar dengan jelas perkataan dokter.
"tenanglah,amel ku itu orang yang kuat, dia tidak akan apa apa, percaya lah, hemm..jadi berhentilah menangis"ucap David sambil mengelus elus punggung Hana untuk menenangkannya. dan membawanya ke sofa di ruangan itu.
"baiklah kak"ucap Hana yang berusaha untuk menghentikan tangisnya.
disaat bersamaan juga Gavin dan juga Tian masuk ke dalam Ruangan rawat nona muda itu. terlihat pemandangan yang mengharu birukan, dimana Hana duduk di sofa panjang bersama David sedang kai duduk di sofa tunggal.membuat hawa panas terasa di sekitarnya
"maaf mengganggu acara keluarga yang sebenarnya aku juga termasuk"ucap.Gavin sedikit mencairkan. suasana yang beberapa saat sedikit mencengcram berubah menjadi cair.
Gavin pun mengambil duduk di depan kai sedang Tian terpaksa duduk di samping hana, yang masih mau ditenangkan oleh kakaknya.
"bagaimana keadaan kakak ipar? "ucap Tian basa basi
"lumayan membaik, dia masih tidur karna obat yang di berikan"ucap David.
__ADS_1